Showing posts with label 2018. Show all posts
Showing posts with label 2018. Show all posts

Saturday, 22 December 2018

Tol JKT-SBY Sudah Nyambung Lho. Terus Indonesia Punahnya Dimana Sih, Pak?


Empat bulan menjelang perhelatan pemilu 2019 seperti sekarang, terdapat dua tokoh yang berada di top of mind dari mayoritas masyarakat. Mereka adalah Joko Widodo yang merupakan presiden petahana, dan Prabowo Subianto yang merupakan capres dari kubu oposisi.
Soal exposure dari media, tak diragukan lagi. Baik Jokowi mau pun Prabowo, sama-sama menjadi figur yang tidak pernah sepi dari sorotan. Kedua lelaki ini mempunyai basis pendukungnya masing-masing. Bahkan, para pendukung ini ada yang begitu militan. Betul…?
Wajar apabila Pak Jokowi memperoleh sorotan dari media. Pria ini adalah lokomotifnya pemerintahan yang sedang berkuasa. Segala kebijakan yang dikeluarkannya akan dikulik habis-habisan.

Sunday, 16 December 2018

Pengalaman Pertama Booking dan Menginap Via Airy Rooms


Aku bukanlah seorang yang menjalani kehidupan sehari-hari, yang mengharuskanku melakukan perjalanan setiap saat. Bahkan jujur, dalam setahun bisa dihitung dengan jari. Berapa banyak aku melakukan perjalanan ke luar kota, yang membuatku meninggalkan rumah untuk beberapa hari.
Salah satunya, sebuah pengalaman yang baru saja kujalani. Di awal Desember barusan, aku mempunyai suatu urusan, yang membuatku harus menyambangi Jakarta. Keperluanku di ibukota sebenarnya tidak lama. Cuma sehari. Tetapi jika ditambah dengan perjalanan ketika berangkat ke Jakarta dan pulang, maka waktu yang kuhabiskan sekitar 3 hari.

Tuesday, 4 December 2018

Predikat Apa yang Paling Pantas Disematkan Kepada Pak Harto…?


Keluarga Cendana sepertinya ditakdirkan untuk menjadi bagian dari sejarah perjalanan negara Indonesia. Mendengar istilah “Keluarga Cendana”, kita semua pasti sudah paham. Siapa sajakah yang dimaksud dengan keluarga ini.
Indonesia pernah memiliki seorang presiden, yang memguasai negeri ini selama lebih dari tiga dekade. Dialah Jendral Besar Soeharto. Ya, jendral besar. Karena terdapat lima bintang yang menempel pada dirinya.
Presiden Soeharto, pemimpin terlama di Indonesia. Pic source: merdeka.com

Selama menjadi presiden, Pak Harto mendiami sebuah rumah di jalan Cendana, Jakarta. Bersama istri dan keenam anaknya, keluarga Soeharto menjelma keluarga yang legendaris. Rumah yang berada di jalan Cendana inilah, yang akhirnya dipakai orang-orang untuk menyebut keluarga sang penguasa Orde Baru itu.

Tuesday, 27 November 2018

Selamat Ulang Tahun MetroTV…! Prabowo-Sandi Yakin Boikot MetroTV?


Dalam pemilihan presiden 2019, terdapat dua pasang kandidat. Nomer urut 1 adalah pasangan yang diusung kubu petahana, yakni Presiden Joko Widodo, yang menggandeng Kiai Ma’ruf Amin. Sementara nomer urut 2 adalah Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, jagoannya kelompok oposisi.
Kedua pasangan ini tentu mempunyai tim suksesnya masing-masing. Sebuah tim besar yang terdiri dari kalangan partai politik, mau pun figur-figur profesional yang sengaja di-hiring untuk dapat menciptakan dan menjalankan strategi kampanye yang ciamik.
Timsesnya Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf bernama Tim Kampanye Nasional (TKN). TKN dikomandani oleh pengusaha Erick Thohir. Seorang figur yang belakangan profilnya langsung melesat, karena kesuksesannya dalam menyelenggarakan Asian Games 2018.

Friday, 23 November 2018

Kampanye Asbun Bin Blunder Ala Oposisi


Kalau Kiai Ma’ruf Amin sempat terseok-seok lantaran isu mobil Esemka, Pak Jokowi kupikir lebih heboh lagi. Pria asal Solo ini, malah lebih sering menjadi sasaran serangan dari kubu kampret. Ibarat kata, apa pun yang terucap dari Jokowi, pasti akan dibahas. Apalagi jika pernyataannya mengandung istilah yang tidak biasa. Waaah, akan langsung dikuliti habis-habisan!
Sontoloyo dan genderuwo, menjadi dua istilah yang beberapa waktu terakhir begitu menonjol. Bagaimana tidak menonjol…? Lha wong diucapkan oleh Presiden Jokowi?! Sebagai orang Jawa, wajar bila kata-kata tersebut meluncur dari sang presiden. Karena ‘sontoloyo’ dan ‘genderuwo’ adalah istilah yang lumrah dan amat membumi bagi masyarakat Jawa.
Aku tak menaruh heran, kala Pak Jokowi melayangkan cap sontoloyo dan genderuwo kepada para politisi ‘nakal’. Kita ketahui bersama, akhir-akhir ini banyak politisi yang bisanya cuma melemparkan rasa pesimis, ketimbang menebarkan ungkapan positif dan optimisme.

Wednesday, 7 November 2018

Dari Polemik ‘Tampang Boyolali’, Siapa yang Paling Diuntungkan?


Ketika berselancar di dunia maya, tak sengaja aku menemukan sebuah berita. Berita tersebut berjudul cukup mencolok: Prabowo Minta Maaf Soal ‘Tampang Boyolali’. Wow..., hanya dari membaca judulnya saja, aku sudah tertarik.
Berita ini berasal dari detik.com. Sebuah media online yang kredibilitasnya lumayan mumpuni. Spontan aku mengklik tautan beritanya. Dan kubaca sampai selesai. Hhmm, isinya nyaris sama seperti judulnya. Prabowo Subianto akhirnya menyampaikan permohonan maaf.
Prabowo Subianto. Pic source: online24jam.com

Ya, permintaan maaf. Atas gonjang-ganjing yang timbul lantaran pidatonya yang menyebut-nyebut daerah Boyolali. Permintaan maaf ini tertera dalam sebuah video yang diunggah oleh koordinator jubir Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi―Dahnil Anzar Simanjuntak―melalui akun Instagram-nya.

Sunday, 4 November 2018

Surprise! Lucinta Luna dan Mpok Elly Sugigi Dukung Prabowo-Sandi. Menurutmu…?


Kawan, tidak terasa ya? Hari ini kita sudah menapaki bulan November. Tak lama lagi, tahun 2018 akan segera berlalu. Kemudian datanglah 2019. Tahun yang sepertinya spesial bagi kita semua. Karena kita akan kembali menemui hajatan lima tahunan, yaitu pemilu.
Sesuai rencana, tanggal 17 April 2019 akan dilaksanakan pemilu secara serentak. Artinya, pemilihan untuk anggota DPR atau legislatif, akan diadakan bersamaan dengan pemilihan untuk kepala negara alias presiden.
Coba kamu rasakan. Makin mendekati hari-H pemilu, suasana makin menghangat. Ya, kan…? Semua peristiwa jadi amat sensitif. Bahkan, nyaris segala hal dikait-kaitkan dengan pemilu. Hampir tidak ada yang terlewat, untuk disangkut-pautkan dengan hajatan politik tahun depan. Khususnya pilpres.

Thursday, 1 November 2018

PAN Hattrick! Bupati, Gubernur, dan Wakil Ketua DPR-nya Jadi Tersangka Korupsi. Fiuuhh…


Kita tahu, Setya Novanto pernah menjadi ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun jabatan ini harus ditanggalkan oleh politisi Partai Golkar tersebut. Karena dirinya menjadi tersangka kasus korupsi KTP elektronik (e-ktp). Papa Setnov pun tak lagi menjadi ketua dewan, dan digantikan oleh Bambang Soesatyo.
Mendengar fakta ini, reaksi kita barangkali sudah biasa-biasa saja. Karena sebagai rakyat, kita sudah terlampau sering mendengar berita penangkapan anggota dewan lantaran terjerat kasus korupsi.
Ya, mungkin kita sudah tak begitu peduli. Ketika terdapat anggota DPR yang tersangkut korupsi. Entah itu anggota DPR pusat, maupun yang berada di daerah. Rasanya seperti silih berganti, para anggota dewan yang harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lalu dengan tergopoh-gopoh, mereka terlihat keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi oranye.

Saturday, 27 October 2018

Berkaca dari Oposisi, Masih Efektifkah Mencomot Pahlawan Nasional Sebagai Bahan Jualan Politik?


Salah satu isu yang masih ramai diperbincangkan sekarang adalah insiden bendera bertuliskan kalimat tauhid. But one thing for sure, kali ini aku tidak akan membahas soal itu. Kuakui, kapasitasku belum nyampe untuk mengutak-atiknya. Aku hanya berharap. Semoga kita semua dapat meresponsnya dengan bijak.
Aku lebih suka mengutak-atik seorang Sandiaga Uno. Hmm, bagaimana tidak? Lelaki ini kurasa semakin hari, semakin populer saja. Namun kepopulerannya ini jangan dipandang dari kacamata positif saja. Bahkan kukira, popularitas yang sedang menjangkiti Sandi malah dijejali oleh hal-hal negatif. Uuffttt…!
Sandiaga Uno berambut petai. Pic source: suara.com

Ya, negatif. Isu yang paling mutakhir bisa menjadi contoh yang konkret. Beberapa hari yang lalu, muncul kabar dari seorang wanita yang bernama Gustika Jusuf Hatta. Dari nama belakangnya, kamu mungkin bisa menebak. Benar, Gustika merupakan salah satu keturunan dari Mohammad Hatta, sang bapak proklamator Indonesia.

Thursday, 25 October 2018

‘Hanum & Rangga’, Film Terbaru dari Novelnya Hanum Rais. Kamu Tertarik Nonton…?


Gonjang-ganjing soal kebohongan Ratna Sarumpaet masih belum sepenuhnya reda. Kasus ini kadang masih mengemuka, tatkala ada update terbaru yang diberikan pihak kepolisian.
Ratna Sarumpaet harus lebih lama memendam keinginannya untuk menghirup udara bebas. Kabar terakhir yang kudengar, masa penahanannya sebagai tersangka kasus hoax, telah diperpanjang oleh polisi. Malang nian nasibnya, apalagi permohonannya untuk menjadi ‘tahanan kota’, ditolak mentah-mentah.
Kasus kebohongan Ratna Sarumpaet, tak pelak turut menyeret banyak figur. Beberapa orang telah dipanggil kepolisian untuk dimintai keterangan. Mereka diantaranya adalah Amien Rais, Nanik S. Deyang, Said Iqbal, Dahnil Anzar, dan Atiqah Hasiholan. Nama yang tersebut terakhir adalah putri dari Ratna, yang juga seorang aktris.

Thursday, 4 October 2018

Sama-sama Pengguna Bedah Plastik, Kamu Pilih Bu Ratna atau Roy Kiyoshi…?


Bedah plastik sedang menjadi topik paling hot saat ini. Tiba-tiba, semua orang membicarakan operasi plastik. Jadi begini. Fenomena soal bedah plastik terjadi lantaran satu orang yang bernama Ratna Sarumpaet.
Perempuan yang dikenal sebagai aktivis tersebut, tiba-tiba menjadi sorotan nomer satu di tanah air. Bahkan sejenak, bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah pun kalah gaungnya dengan kehebohan yang diciptakan oleh Ratna.
Kehebohan ala Ratna Sarumpaet dimulai, tatkala ia bercerita bahwa dirinya menjadi korban penganiayaan. Menurutnya, sejumlah orang telah memukulinya, dan kejadiannya berada tidak jauh dari bandara Bandung. Dan terjadi pada 21 September 2018 kemarin.

Tuesday, 2 October 2018

Upaya Ahmad Dhani untuk Tetap Terlihat ‘Hijau’


Kenapa artikel ini kuberi judul seperti di atas? Biarkan aku menjelaskannya. Di judul itu, aku memberi penekanan pada kata ‘hijau’. Salah satu jenis warna yang tentunya sudah amat familiar bagi kita semua.
Hijau dipandang sebagai warna yang menenangkan, menentramkan. Karena pemandangan alam yang tampak di sekitar kita, juga didominasi oleh warna hijau. Warna hijau juga melambangkan kesuburan.
Tetapi ngomongin soal warna hijau, kukira sebagian besar dari kita sudah cukup paham. Bahwa warna hijau mempunyai arti khusus bagi pemeluk agama Islam. Dalam keyakinan Islam, warna hijau direpresentasikan sebagai warna surga.

Saturday, 29 September 2018

Buni Yani Mau Bikin Paguyuban ‘Korban Kriminalisasi Rezim Jokowi’. What...?!


Apa reaksimu ketika mendengar nama Buni Yani disebutkan? Apakah kamu akan marah? Gemas? Benci? Atau…, malah simpati? Hehee, whatever. Namun yang jelas, sosok Buni Yani menjadi cukup terkenal beberapa waktu belakangan. Yah, setidaknya sejak akhir 2016, pria ini tiba-tiba mencuat menjadi seseorang yang amat disorot.
Mengapa Buni Yani tiba-tiba menjadi sangat populer? Hal ini erat kaitannya dengan kasus yang menimpa Basuki Tjahaja Purnama. Mantan gubernur DKI Jakarta yang familiar disapa Ahok tersebut, saat ini harus mendekam dibalik jeruji besi, lantaran sebagian pidatonya di Kepulauan Seribu yang dituduh bermuatan penistaan agama.
Polemik Ahok yang menggegerkan ini, disinyalir dipicu oleh unggahan dari akun Facebook milik Buni Yani. Sejumlah pihak tidak terima dengan apa yang telah dilakukan oleh Buni Yani itu. Hingga akhirnya, Buni Yani pun harus berurusan dengan hukum. Karena postingannya soal video pidato Ahok, dianggap mengandung ujaran hasutan dan kebencian.

Wednesday, 26 September 2018

Edy Rahmayadi dan ‘Efek Domino’ yang Bisa Saja Timbul


Saat ini, sosok Edy Rahmayadi sedang tersorot banyak mata. Purnawirawan Angkatan Darat ini sedang mengemuka, lantaran statusnya sebagai pucuk pimpinan dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Sebagai ketua umum PSSI, dirinya dimintai pertanggungjawaban atas sebuah tragedi yang terjadi pada hari Minggu, 23 September barusan.
Edy Rahmayadi saat tampil di tayangan Kompas Petang, Kompas TV, pada 24 September 2018. Screenshot dari twitter.com/KompasTV

Kukira aku tak perlu bercerita panjang lebar soal tragedi yang terjadi pada 23 September tersebut. Hampir semua dari kita sudah tahu. Bahwa tragedi itu berkaitan dengan rivalitas pendukung dari klub sepakbola di tanah air.
Hikks…, seorang lelaki telah kehilangan nyawanya di hari naas itu. Ya, dari hati yang terdalam, aku turut berbela sungkawa atas tewasnya Haringga Sirla. Dia meregang nyawa, di sekitar stadion GBLA Bandung. Di hari itu, memang ada pertandingan sepakbola antara Persib dengan Persija. Haringga adalah salah satu pendukung dari Persija.

Friday, 21 September 2018

Trims Mata Najwa! Caleg Mantan Koruptor Mungkin Bakal Punya ‘Wajah Baru’


Ya, aku mau menyampaikan terima kasih kepada Mata Najwa. Talkshow yang tayang tiap Rabu malam di Trans 7 ini, menurutku telah melakukan tugasnya sebagai watchdog. Sebagai ‘anjing penjaga’.
Sebagai watchdog, idealnya media bertugas sebagai corongnya masyarakat. Media bisa menyuarakan apa yang dirasakan oleh warga. Agar suara-suara yang mungkin kurang terdengar, dapat tersampaikan ke pihak-pihak terkait. Dan lebih didengarkan oleh penguasa.
Najwa Shihab, pembawa acara Mata Najwa. Pic source: dok.pribadi

Dalam hal ini, aku berterima kasih kepada tayangan Mata Najwa, edisi Rabu, 19 September kemarin. Topik yang dibawakan Mata Najwa tak pernah mengecewakan, setidaknya bagiku. Dan kali ini, Mata Najwa membahas soal mantan narapidana kasus korupsi, yang masih bisa mengajukan diri sebagai calon legislatif pada pemilu 2019.

Monday, 17 September 2018

Dear PNS Koruptor, Kamu Dipecat? Jadi Caleg Aja Yuk?!


Aku hanya bisa terhenyak, kala mendengar satu kabar dari tanah yang sedang dilanda bencana. Konon, sebuah operasi tangkap tangan telah membekuk seorang oknum anggota DPRD Kota Mataram (sumber). Oknum tersebut diduga hendak meminta ‘jatah’ dari proyek yang terkait rehabilitasi pascagempa di Lombok dan sekitarnya.
Bayangkan. Banyak orang sedang kesusahan di tempat-tempat pengungsian. Banyak orang kehilangan anggota keluarga. Banyak orang harus meratapi rumahnya yang hancur lantaran gempa. Tetapi oknum DPRD itu, dengan santainya berlaku oportunis.
Aku tak habis pikir. Apa ya…, yang ada di benak si oknum DPRD tersebut? Bagaimana bisa, ia tega untuk berlaku curang seperti itu. Apakah kadar kemanusiaannya telah sebegitu rendahnya? Hingga dengan pongahnya menuntut jatah dari proyek rehabilitasi pascagempa?

Friday, 14 September 2018

Sandiaga Uno Sang ‘Media Darling’


Beberapa waktu belakangan, sosok Sandiaga Uno sering menjadi pembicaraan. Kupikir pria ini telah menjelma menjadi media darling baru di tanah air. Segala tindak tanduknya selalu memperoleh perhatian. Nyaris semua ucapannya dijadikan kutipan untuk mengisi berita utama di media-media. Dan dipergunjingkan di linimasa media sosial.
Apalagi setelah Sandi Uno melesat mulus menjadi salah satu kandidat pada pilpres 2019. Nyaris tak ada yang menduga, jika lelaki 49 tahun itu bakal turut berkontestasi di pilpres. Sandiaga Uno mengalahkan figur-figur lainnya yang awalnya berpeluang menjadi tandemnya Prabowo Subianto.
Sandiaga Uno. Pic source: wartakota.tribunnews.com

Ya, sungguh merupakan kejutan. Sandi yang belum genap setahun mengemban amanah sebagai wakil gubernur DKI Jakarta, lebih memilih untuk meletakkan jabatan tersebut. Kemudian bersama Prabowo, mendaftarkan diri ke KPU untuk menantang petahana, Presiden Joko Widodo.

Tuesday, 11 September 2018

Film Tentang Ahok Bakal Dirilis, Seperti Apa Ya Filmnya?


Mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau yang akrab disapa Ahok, tak pernah sepi dari sorotan. Saat ini, pria asal Belitung Timur itu masih menyelesaikan masa hukumannya. Perkiraan, awal tahun 2019 Ahok dapat kembali menghirup udara kebebasan.
Kabar hendak bebasnya Ahok, tentu disambut sukacita oleh para pendukungnya. Simpatisan Ahok yang dikenal sebagai ahokers, sepertinya sudah tidak sabar untuk menyambut kebebasan tokoh yang satu ini.
Ahok memang kondang. Meski ia masih dipenjara, berita tentangnya masih sanggup mencuri perhatian khalayak. Apa pun yang berkaitan dengan Ahok, selalu sukses menjadi sorotan.

Friday, 7 September 2018

Kata Mardani, Aksi #2019GantiPresiden Akan Surut Kalau Harga Telur 11.000/kg. Menurutmu…?


Hari-hari belakangan, topik yang santer dibicarakan adalah perihal dolar. Memang sih, nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika (USD) sedang melemah. Yang kudengar, bahkan sempat menyentuh level 15.000 rupiah per satu dolar. Hhmm.
Jujur, sebagai rakyat yang super duper awam soal masalah perekonomian makro, aku tak begitu ambil pusing dengan nilai tukar rupiah tersebut. Aku sih berusaha simpel. Tatkala masih bisa bekerja dan menghasilkan uang, maka aku akan tenang. Dengan begitu, aku masih bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ya, sesimpel itulah hidup. Pokoknya masih bisa membeli bensin untuk motor. Masih bisa membeli nasi lalapan atau pecel setiap hari. Dan tentunya, masih sanggup membeli pulsa untuk keperluan internet. Bagiku, ketika kebutuhan-kebutuhan tersebut masih dapat terpenuhi dengan ‘benar’, maka aku akan baik-baik saja. Semoga.

Wednesday, 5 September 2018

Asian Games 2018: Biarkan Pencibir Menggonggong, Jokowi Tetap Berlalu


Perhelatan Asian Games 2018 telah usai. Tak terasa, ya? Padahal kayaknya masih kemarin gitu…, Pak Jokowi ‘beraksi’ heboh di opening ceremony Asian Games. Namun waktu tak pernah berhenti berputar. Hari Minggu, 2 September malam, multievent olahraga kasta tertinggi di benua Asia itu, memang harus berakhir.
Di upacara penutupan barusan, terdapat segmen yang menampilkan kesenian khas negeri tirai bambu, China. Ya, estafet penyelenggaraan Asian Games berlanjut ke negara berpopulasi terbesar di muka bumi tersebut. Tepatnya di kota Hangzhou, Asian Games ke-19 akan digeber pada tahun 2022 mendatang.
Fiuhh…, jujur. Aku sengaja menulis artikel ini, karena masih belum sepenuhnya move on dari segala ingar-bingar Asian Games barusan. Terlalu banyak. Yaa…, terlalu banyak momen istimewa yang tercipta di gelaran Asian Games ke-18.