Showing posts with label surabaya. Show all posts
Showing posts with label surabaya. Show all posts

Sunday, 31 January 2021

Bu Risma untuk Gubernur DKI 2022? Nanti Dulu…

Ada yang menarik dalam konstelasi politik di penghujung tahun 2020 kemarin. Dua penggawa presiden di Kabinet Indonesia Maju menjadi pesakitan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka adalah Edhy Prabowo yang menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, dan Juliari Batubara yang menjabat Menteri Sosial.

Presiden Jokowi pun tidak tinggal diam. Kedua menteri tersebut dicopot untuk melanjutkan proses hukumnya. Dan puncaknya, pada 23 Desember 2020 Jokowi melantik enam menteri baru. Tidak hanya Menteri Kelautan Perikanan dan Menteri Sosial saja yang berubah. Ada empat kementerian lainnya yang juga berubah nakhoda.

Kementerian Sosial yang ditinggalkan Juliari Batubara, akhirnya diisi oleh Tri Rismaharini. Sosok wanita yang satu ini bukanlah nama baru di jagat politik tanah air. Bu Risma, sangat tersohor sebagai pejabat Walikota Surabaya.

Saturday, 22 December 2018

Tol JKT-SBY Sudah Nyambung Lho. Terus Indonesia Punahnya Dimana Sih, Pak?


Empat bulan menjelang perhelatan pemilu 2019 seperti sekarang, terdapat dua tokoh yang berada di top of mind dari mayoritas masyarakat. Mereka adalah Joko Widodo yang merupakan presiden petahana, dan Prabowo Subianto yang merupakan capres dari kubu oposisi.
Soal exposure dari media, tak diragukan lagi. Baik Jokowi mau pun Prabowo, sama-sama menjadi figur yang tidak pernah sepi dari sorotan. Kedua lelaki ini mempunyai basis pendukungnya masing-masing. Bahkan, para pendukung ini ada yang begitu militan. Betul…?
Wajar apabila Pak Jokowi memperoleh sorotan dari media. Pria ini adalah lokomotifnya pemerintahan yang sedang berkuasa. Segala kebijakan yang dikeluarkannya akan dikulik habis-habisan.

Tuesday, 2 October 2018

Upaya Ahmad Dhani untuk Tetap Terlihat ‘Hijau’


Kenapa artikel ini kuberi judul seperti di atas? Biarkan aku menjelaskannya. Di judul itu, aku memberi penekanan pada kata ‘hijau’. Salah satu jenis warna yang tentunya sudah amat familiar bagi kita semua.
Hijau dipandang sebagai warna yang menenangkan, menentramkan. Karena pemandangan alam yang tampak di sekitar kita, juga didominasi oleh warna hijau. Warna hijau juga melambangkan kesuburan.
Tetapi ngomongin soal warna hijau, kukira sebagian besar dari kita sudah cukup paham. Bahwa warna hijau mempunyai arti khusus bagi pemeluk agama Islam. Dalam keyakinan Islam, warna hijau direpresentasikan sebagai warna surga.

Monday, 14 May 2018

Wahai Cecunguk Teroris, Apakah Kau Sudah Mencapai “Surga” yang Kau Tuju?


Tulisan ini lahir lantaran kupelototi breaking news di layar televisi, yang tiada henti-hentinya mengabarkan peristiwa di Jawa Timur. Tepatnya di Surabaya dan Sidoarjo. Sejak kemarin pagi, Minggu, 13 Mei 2018, sejumlah tempat dijadikan sasaran untuk meledakkan bom.
Tempat-tempat yang menjadi sasaran bom pun tidak main-main. Setidaknya ada 3 tempat ibadah umat Nasrani di tengah kota Surabaya, yang terkena bom yang menyalak dengan dahsyatnya.
Mendapati realita ini, aku yang cuma masyarakat biasa, hanya bisa mengelus dada. Di benakku, segala rasa tumpang tindih tak keruan. Prihatin. Sedih. Takut. Tetapi juga marah. Sekaligus geram!
Geram kepada para pelaku yang begitu tega, meledakkan bom di depan gereja-gereja itu. Tampaknya nyaris semua orang sangat mengutuk aksi brutal ini. Huufftt…, jika ada yang tidak mengutuk atau bahkan mendukung, maka aku sangsi. Apakah makhluk ini benar manusia atau bukan.

Wednesday, 14 January 2015

Antara Aku, Turbulensi, dan QZ8501

Lebih dari dua minggu sudah, tragedi Airasia terjadi. Pesawat yang harusnya mengantarkan penumpang dari Surabaya ke Singapura, ternyata mendarat di tempat yang tak seharusnya. Kenyataan pahit pun harus ditelan bulat-bulat. Tatkala pesawat yang mestinya mendarat mulus di bandara Changi itu, malah naas di lautan Selat Karimata.

Sejak akhir tahun 2014, media bertubi-tubi mengulas kecelakaan yang menimpa pesawat Airasia bernomer QZ8501. Kode ini kemudian menjadi begitu populer. Mengalahkan kode MH370 dan MH17. Dua kode penerbangan yang dimiliki dua pesawat naas milik Malaysia Airlines.

Berita terbaru, tim gabungan yang dipimpin Basarnas, berhasil mengangkat bagian ekor dari pesawat keluaran Airbus itu. Bagian ekor yang aku dengar di media, beratnya sampai 10 ton sendiri. Malah, komponen penting yang berupa blackbox, juga telah berhasil ditemukan dan diamankan.


Wednesday, 19 October 2011

Out from Comfort Zone

Bagian 1

Inilah yang kurindukan. Ya. Semuanya. Semua yang ada di kamar ini. Dari kasur yang tak terlalu lebar. Dari bantal dan guling yang sudah berkurang empuknya. Meja belajar cap Olympic, yang sudah menemaniku sejak memakai seragam merah putih. Buku dan koran yang senantiasa kusimpan. Semuanya masih tertata rapi. Kecuali ada perubahan sedikit. Karena ibu suka merubah susunan barang-barang yang telah kususun.

Jadilah aku sering sewot ketika tak mendapati barang yang kucari. Sebab, ibu telah memindahnya. Oh ya. Ada yang lupa. Sebuah jendela besar menghadap ke selatan. Huaaahhhh..... semua yang kurindukan. Semuanya berada di kamarku. Sebuah kamar kecil di suatu rumah yang mungil, di ujung utara kota dingin, Malang.

Kamarku surgaku.

Aku tak bisa lagi menjamah lama-lama kamar ini. Tanggung jawab dan tuntutan, membuatku tak bisa berlama-lama menghabiskan waktu di kamarku ini. Klise memang. Tetapi memang begitulah yang harus kujalani. Kita memang tak bisa memilih, dimana kita harus berada. Khususnya untuk mengais rezeki. Prinsipku, mana yang lebih dulu memanggilku, maka dialah yang kuambil.

Wednesday, 20 April 2011

Perjalanan dan Ikhtiar (Part.3-Tamat)

Aku bagai melayang di angkasa. Bertebaran mobil-mobil mewah disana-sini. Banyak orang memakai setelan jas rapi dan kinclong. Begitu juga dengan wanitanya, blouse dan rok yang aduhai. Pokoknya….. khas eksekutif muda lah!

Kucoba membangun kepercayaan diri. Kucoba berjalan seperti biasa. Walau aku tak bisa membohongi diri sendiri, bahwa aku amat excited dengan situasi yang sedang kualami. Kudatangi receptionist dan mengutarakan kedatanganku. Yakni interview bca finance di lantai 7.

“KTP-nya…?”

Ekspresi datar ditunjukkan si mbak resepsionis kepadaku seraya meminta ktp. Ok. Kuberikan ktp-ku dan aku diberi ID yang bertuliskan tamu atau guest.

Thursday, 17 March 2011

Perjalanan dan Ikhtiar (Part.1)

Alhamdulillah. Tanganku masih tergerak untuk menekan keyboard yang tertera huruf-huruf. Rasanya, sudah lama aku tak melakukan ritual ini. Ritual yang sungguh asyik harusnya. Yakni, memfokuskan diri untuk menulis. Ya, sudah lama memang. Setidaknya untuk 2011 ini. Mulai awal tahun hingga detik ini pun, aku masih disibukkan dalam kaitan upaya untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Mencari kerja.
Namun, rupanya aku tak boleh melupakan waktu untuk menulis. Saat ini, aku harus memaksa diri, tenggelam diantara belantara ingatan. Dan mengabadikan segala pengalaman yang bisa diabadikan. Tujuannya cuma satu. Kelak, aku berharap, agar anakku tahu, kalau ayahnya bisa meninggalkan sesuatu, yang nilainya lebih dari sekadar harta. Semoga.
Perjalanan hidup memang misteri. Tak ada yang tahu, apa yang hendak terjadi selanjutnya. Ini, adalah hak prerogatif dari Sang Maha Memutuskan. Tiba-tiba, aku teringat dengan kisah legenda, sekaligus fenomenal. Dongeng antah-berantah, dengan tokoh utama bernama Fahri. Tentu kau sudah bisa menebak. Kisah ayat-ayat cinta, karangan Habiburrahman El Shirazy.
Fahri dicintai setidaknya oleh 4 wanita. Namun, ia harus memilih. Dan Fahri memilih 2 diantaranya. Bagiku, dongeng Fahri ini sangat membekas. Bukan karena “keistimewaan”-nya, sehingga dikelilingi wanita-wanita cantik dan kaya. Tapi perjalanan hidupnya di negeri bekas Husni Mobarak, Mesir.
Begitu cepat nasib kita berubah.

Monday, 29 March 2010

Pantaskah Aku Mengeluh?

Entah dari mana aku memulainya. Namun yang jelas, aku cuma ingin mengabadikan apa-apa yang baru saja kualami. Sebuah, atau bahkan beberapa pengalaman sekaligus telah aku alami. Begitu terkesannya aku akan pengalaman ini, sehingga membuatku tergerak untuk menuliskannya. Tentunya dengan bahasaku sendiri. Karena aku yakin, setiap orang mempunyai kemampuannya masing-masing. Setiap individu memiliki karakternya masing-masing. Aku yakin akan hal itu. 

Baru saja aku merampungkan membaca buku, yang menurutku adalah salah satu buku yang paling menarik yang pernah kubaca. Buku ini bukan fiksi. Bukan novel. Atau bahkan buku tentang komunikasi yang “harus” kulahap untuk menunjang studi sarjanaku. Melainkan sebuah buku perjalanan singkat salah seorang public figure di Indonesia. 

That’s right. Berjudul: Pantaskah Aku Mengeluh… 

Buku ini ditulis oleh Nadine Chandrawinata. Dia adalah Putri Indonesia 2005. Sederhana, tetapi mengena. Itulah opiniku seusai membaca buku yang tak seberapa tebal ini. Nadine berusaha menceritakan dengan sejujurnya, bagaimana aktivitasnya selama setahun bergelar Putri Indonesia. Hingga hiruk-pikuk serta kontroversinya terkait keikutsertaan di Miss Universe 2006.