Showing posts with label jokowi. Show all posts
Showing posts with label jokowi. Show all posts

Sunday, 28 February 2021

Gubernur Jakarta: Jabatan Paling Seksi dengan Segudang Serba-serbi

 Hari ini adalah penghujung bulan Februari 2021. Sungguh tidak terasa, ya? Tahun 2021 sudah berjalan dua bulan. Dalam dua bulan ini, ada banyak sekali peristiwa. Salah satu peristiwa yang menonjol adalah upaya pemerintah untuk memulai program vaksinasi. Aku sungguh berharap, semoga vaksinasi ini berjalan lancar, terarah, merata, dan sesuai dengan harapan.

Oh ya. Di bulan Februari ini juga tersaji sebuah peristiwa. Peristiwa itu adalah bencana alam yang berupa banjir. Banjir, simpelnya adalah kejadian meluapnya sungai atau saluran air. Sehingga timbul genangan air di tempat-tempat yang tidak seharusnya. Tempat itu misalnya adalah pemukiman warga.

Hhmm, jika kita terkena banjir tentu hidup kita akan amat terganggu. Genangan air yang seringnya kotor tersebut, sudah pasti sangat mengganggu kenyamanan hidup yang sudah biasa kita rasakan.

Tuesday, 8 December 2020

Menebak-nebak Apa yang Dipikirkan Pak Jokowi Saat Ini

Menjelang akhir tahun 2020, kita semua disuguhi sejumlah peristiwa yang luar biasa. November lalu, Rizieq Shihab yang kembali pulang dari Arab Saudi telah ‘menghentak’ seisi tanah air. Khususnya terkait keterlibatan Rizieq Shihab, yang disinyalir menimbulkan banyak keramaian dan menyalahi protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Namun tidak hanya Rizieq Shihab yang mampu menarik perhatian kita semua. Kabar mengejutkan datang dari salah satu menteri di Kabinet Indonesia Maju. Kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo di periode kedua tersebut, terdiri dari sejumlah tokoh yang berasal dari partai politik.

Nah, kabar mengejutkan ini berasal dari Edhy Prabowo. Politisi Partai Gerindra ini diamanahi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk periode 2019-2024. Apa yang terjadi dengan Edhy…? Baru saja, pria ini ditangkap KPK.

Monday, 26 October 2020

Tinggal 4 Tahun Pak Jokowi Memerintah. Kamu Siap ‘Kehilangan’…?

Undang-undang telah menentukan bahwa masa jabatan Presiden Republik Indonesia hanyalah dua periode. Oleh sebab itu, seseorang boleh menjadi presiden maksimal dua kali lima, alias 10 tahun. Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan Presiden keenam, adalah orang pertama yang menjalani peraturan terkait pembatasan masa jabatan presiden tersebut.

Pembatasan masa jabatan presiden menjadi hanya sebanyak dua periode, telah diberlakukan semenjak masa reformasi. Keputusan ini bercermin dari pengalaman di era Orde Baru, dimana Soeharto mampu menjabat Presiden hingga sekitar 32 tahun lamanya.

Akibatnya, kekuasaan kepala negara menjadi begitu besar. Bahkan terkesan otoriter. Tatkala gelombang reformasi bergulir, dibuatlah peraturan untuk membatasi masa jabatan presiden di Indonesia.

Wednesday, 21 October 2020

Menurutmu, Gimana Kans Partai Ummat Bikinan Amien Rais…?

Saat ini, isu yang paling hangat disekitar kita adalah Undang-undang Cipta Kerja Omnibus Law. Tapi maaf, aku tidak akan membahas polemik soal Undang-undang ini. Aku merasa bukan kapasitasku untuk ikut-ikutan membahasnya. Daripada salah dan jatuhnya jadi sok tahu, mending aku membicarakan hal lainnya, hehe.

Yapp…, seperti judul yang sudah kububuhkan diatas. Aku lebih tertarik untuk membahas Amien Rais. Lelaki asal Yogyakarta ini, kita ketahui merupakan salah satu tokoh yang berada di sisi oposisi. Oposisi bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo. Acapkali, Amien Rais berseberangan dengan nyaris segala kebijakan yang dikeluarkan Jokowi sebagai kepala pemerintahan.

Namun karena Indonesia adalah negara demokrasi, apa yang ditunjukkan Pak Amien ini wajar saja. Setiap warganegara berhak mempunyai pandangan dan sikap atas apa pun, sepanjang tidak bertentangan dengan hukum dan mengganggu kepentingan masyarakat. Apalagi Amien Rais adalah seorang politisi. Ketika dia memutuskan untuk menjadi oposan di masa Jokowi berkuasa, maka itu adalah haknya.

Saturday, 19 September 2020

Partai Gelora Dukung Gibran dan Bobby Jokowi. Wow, Menarik Nih!

Sampai kapan ya, pandemi covid-19 ini akan menerpa…? Sampai kapan kita akan terus menjaga jarak satu sama lain? Sampai kapan kita perlu memakai masker yang kadang membuat tak nyaman itu? Huufft...

Tetapi kita semua tidak boleh menyerah. Kita semua harus tetap bersemangat dan jangan sampai lengah. Salah satu cara menghindari virus corona adalah melakukan berbagai protokol kesehatan. Rajin mencuci tangan, memakai masker. Tak lupa menjaga jarak jika berada di tempat umum. Dan menghindari perjalanan yang tidak begitu mendesak.

Pandemi covid-19 sepertinya belum akan usai dalam waktu dekat. Hal ini lantaran vaksin yang belum siap. Kita berharap, vaksin covid-19 akan segera siap dan bisa digunakan secara massal.

Saturday, 12 September 2020

Kamu Masih Penasaran dengan Partai Baru Besutan Pak Amien Rais…?

Salah satu tujuan menulis adalah menyalurkan ide mau pun gagasan yang muncul di kepala. Dan ide atau gagasan itu terbit, diantaranya sebagai reaksi atas sebuah stimulus. Nah, stimulus yang kumaksud kali ini adalah pernyataan terbaru dari seorang pria tua. Pria tua itu bernama Amien. Amien…, siapa hayoo?

Okelah. Tak perlu banyak bermain kata-kata. Apalah aku ini. Aku cuma sisa jus sianida yang tak pandai bermain diksi. Pria tua yang kumaksud adalah Amien Rais. Seorang bapak yang konon berasal dari Yogyakarta, dan ramai dijuluki sebagai ‘Bapak Reformasi’. Bapak Reformasi…?! Oh really?

Aku tumbuh besar di zaman 1990-an. Masih segar di ingatanku. Saat aku SD, foto presiden yang terpampang diatas papan tulis adalah Pak Harto. Namun semuanya berubah drastis. Menjelang pergantian tahun ajaran baru, tepatnya di bulan Mei 1998. Sejumlah peristiwa memilukan terjadi di ibukota. Pun di beberapa kota lainnya.

Saturday, 22 August 2020

Partai Baru yang Bernama Gelora. Kamu Tertarik…?

Konstelasi atau percaturan politik memang tidak pernah bisa ditebak. Kukira hal ini sungguh benar adanya. Di belahan bumi mana pun, peta politik selalu berubah seperti arah angin. Tak pernah pandang bulu. Tak peduli apa pun.
Di benua Afrika bagian barat, baru saja terjadi pergolakan. Kali ini negara Mali yang ketiban sampur. Di sana baru saja terjadi kudeta terhadap pemerintahan yang sah. Huuftt pokoknya, jalannya peta politik memang tidak pernah sama.
Begitu juga dengan di Indonesia. Aku kasih contoh, dimasa 2004 hingga 2014 Partai Demokrat sungguh digdaya. Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden dua kali berturut-turut. Demokrat memenangkan pemilu legislatif pada 2009.

Sunday, 16 August 2020

Fahri Hamzah, Antara Penghargaan dari Jokowi dan Partai Gelora Bikinannya

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, Presiden Joko Widodo menganugerahkan sejumlah penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dianggap mempunyai kontribusi terhadap bangsa Indonesia.
Penghargaan ini diberikan langsung oleh Presiden pada Kamis, 13 Agustus lalu. Sebagian diantaranya ditujukan kepada tenaga medis yang wafat karena menjadi garda terdepan dalam melawan pandemi covid-19. Selebihnya, adalah figur-figur yang pernah menjadi pentolan lembaga-lembaga tinggi negara.
Salah dua dari figur yang dimaksud adalah Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Uuhhh…, mungkin ada diantara kalian yang langsung mual tatkala membaca dua nama tokoh ini. Duo F, begitu istilah yang tersemat kepada mereka berdua, merupakan Wakil Ketua DPR periode 2014-2019.

Friday, 31 July 2020

Gibran Rakabuming Mau Ikut Pilkada? Take It Easy…!

Untuk beberapa kasus, pelaksanaan pilkada tak ubahnya pemilihan presiden. Atmosfernya begitu panas. Mendapat sorotan tajam dari media massa. Dan bahkan sampai menimbulkan gesekan di tengah masyarakat.
Ingatkah kamu dengan pilkada DKI Jakarta pada 2017…? Barangkali pemilihan gubernur Jakarta kala itu akan menghadirkan kenangan yang tak lekang oleh waktu. Meski ‘hanya’ untuk memilih pemimpin di Ibukota Negara, namun efeknya mungkin terasa hingga ke masyarakat yang jauh dari Jakarta.
Pilkada DKI 2017 memang ‘menghadirkan’ tokoh-tokoh yang fenomenal. Ada Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama, sang petahana yang terdapat stigma ‘double minoritas’ pada dirinya. Ada mantan Mendikbud Anies Baswedan. Dan ada Agus Yudhoyono, sang ‘Pangeran Cikeas’ penerus trah Partai Demokrat.

Wednesday, 28 August 2019

Cuap-cuap Soal Papua

Akhirnya…, setelah sekian lama absen, kembali kusambangi blogku ini. Berhasil mengalahkan segala kemalasan, untuk kembali menorehkan tulisan didalamnya. Mengumpulkan segenap energi, untuk mengabadikan pemikiran dan opini yang mencuat di benak.
Ketika kamu sedang membaca tulisan ini, barangkali isu yang sedang hot dibicarakan adalah soal pengumuman calon ibukota baru dari Indonesia. Ya, Presiden Joko Widodo akhirnya menjawab teka-teki daerah mana, yang bakal menggantikan posisi Jakarta sebagai Daerah Khusus Ibukota.
Dan jawabannya adalah…, Provinsi Kalimantan Timur! Yeaayy, selamat…! Lebih tepatnya berada di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Saturday, 22 December 2018

Tol JKT-SBY Sudah Nyambung Lho. Terus Indonesia Punahnya Dimana Sih, Pak?


Empat bulan menjelang perhelatan pemilu 2019 seperti sekarang, terdapat dua tokoh yang berada di top of mind dari mayoritas masyarakat. Mereka adalah Joko Widodo yang merupakan presiden petahana, dan Prabowo Subianto yang merupakan capres dari kubu oposisi.
Soal exposure dari media, tak diragukan lagi. Baik Jokowi mau pun Prabowo, sama-sama menjadi figur yang tidak pernah sepi dari sorotan. Kedua lelaki ini mempunyai basis pendukungnya masing-masing. Bahkan, para pendukung ini ada yang begitu militan. Betul…?
Wajar apabila Pak Jokowi memperoleh sorotan dari media. Pria ini adalah lokomotifnya pemerintahan yang sedang berkuasa. Segala kebijakan yang dikeluarkannya akan dikulik habis-habisan.

Tuesday, 4 December 2018

Predikat Apa yang Paling Pantas Disematkan Kepada Pak Harto…?


Keluarga Cendana sepertinya ditakdirkan untuk menjadi bagian dari sejarah perjalanan negara Indonesia. Mendengar istilah “Keluarga Cendana”, kita semua pasti sudah paham. Siapa sajakah yang dimaksud dengan keluarga ini.
Indonesia pernah memiliki seorang presiden, yang memguasai negeri ini selama lebih dari tiga dekade. Dialah Jendral Besar Soeharto. Ya, jendral besar. Karena terdapat lima bintang yang menempel pada dirinya.
Presiden Soeharto, pemimpin terlama di Indonesia. Pic source: merdeka.com

Selama menjadi presiden, Pak Harto mendiami sebuah rumah di jalan Cendana, Jakarta. Bersama istri dan keenam anaknya, keluarga Soeharto menjelma keluarga yang legendaris. Rumah yang berada di jalan Cendana inilah, yang akhirnya dipakai orang-orang untuk menyebut keluarga sang penguasa Orde Baru itu.

Tuesday, 27 November 2018

Selamat Ulang Tahun MetroTV…! Prabowo-Sandi Yakin Boikot MetroTV?


Dalam pemilihan presiden 2019, terdapat dua pasang kandidat. Nomer urut 1 adalah pasangan yang diusung kubu petahana, yakni Presiden Joko Widodo, yang menggandeng Kiai Ma’ruf Amin. Sementara nomer urut 2 adalah Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, jagoannya kelompok oposisi.
Kedua pasangan ini tentu mempunyai tim suksesnya masing-masing. Sebuah tim besar yang terdiri dari kalangan partai politik, mau pun figur-figur profesional yang sengaja di-hiring untuk dapat menciptakan dan menjalankan strategi kampanye yang ciamik.
Timsesnya Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf bernama Tim Kampanye Nasional (TKN). TKN dikomandani oleh pengusaha Erick Thohir. Seorang figur yang belakangan profilnya langsung melesat, karena kesuksesannya dalam menyelenggarakan Asian Games 2018.

Friday, 23 November 2018

Kampanye Asbun Bin Blunder Ala Oposisi


Kalau Kiai Ma’ruf Amin sempat terseok-seok lantaran isu mobil Esemka, Pak Jokowi kupikir lebih heboh lagi. Pria asal Solo ini, malah lebih sering menjadi sasaran serangan dari kubu kampret. Ibarat kata, apa pun yang terucap dari Jokowi, pasti akan dibahas. Apalagi jika pernyataannya mengandung istilah yang tidak biasa. Waaah, akan langsung dikuliti habis-habisan!
Sontoloyo dan genderuwo, menjadi dua istilah yang beberapa waktu terakhir begitu menonjol. Bagaimana tidak menonjol…? Lha wong diucapkan oleh Presiden Jokowi?! Sebagai orang Jawa, wajar bila kata-kata tersebut meluncur dari sang presiden. Karena ‘sontoloyo’ dan ‘genderuwo’ adalah istilah yang lumrah dan amat membumi bagi masyarakat Jawa.
Aku tak menaruh heran, kala Pak Jokowi melayangkan cap sontoloyo dan genderuwo kepada para politisi ‘nakal’. Kita ketahui bersama, akhir-akhir ini banyak politisi yang bisanya cuma melemparkan rasa pesimis, ketimbang menebarkan ungkapan positif dan optimisme.

Sunday, 4 November 2018

Surprise! Lucinta Luna dan Mpok Elly Sugigi Dukung Prabowo-Sandi. Menurutmu…?


Kawan, tidak terasa ya? Hari ini kita sudah menapaki bulan November. Tak lama lagi, tahun 2018 akan segera berlalu. Kemudian datanglah 2019. Tahun yang sepertinya spesial bagi kita semua. Karena kita akan kembali menemui hajatan lima tahunan, yaitu pemilu.
Sesuai rencana, tanggal 17 April 2019 akan dilaksanakan pemilu secara serentak. Artinya, pemilihan untuk anggota DPR atau legislatif, akan diadakan bersamaan dengan pemilihan untuk kepala negara alias presiden.
Coba kamu rasakan. Makin mendekati hari-H pemilu, suasana makin menghangat. Ya, kan…? Semua peristiwa jadi amat sensitif. Bahkan, nyaris segala hal dikait-kaitkan dengan pemilu. Hampir tidak ada yang terlewat, untuk disangkut-pautkan dengan hajatan politik tahun depan. Khususnya pilpres.

Friday, 19 October 2018

Sensitifnya Simbol-simbol Jari Gegara Pemilu


Saat ini, musim kampanye pemilu 2019 memang sudah dimulai. Baik itu pemilu presiden, mau pun pemilu legislatif. Kalau di pilpres, calon wapres nomer urut dua, yakni Sandiaga Uno, kayaknya yang paling semangat buat kampanye. Bagiku, ‘pendekar bango’ ini banci kamera banget deeeh…! Pokoknya, tiada hari tanpa ucapan-ucapan nyeleneh dari Sandi. Betul nggak?!
Hahaa. Cuap-cuap soal Sandi Uno di atas, sekadar prolog saja. Karena aku sedang tidak begitu ingin membahas pria metroseksual yang satu itu. Aku lebih suka ngobrolin hal lainnya. Seperti ini misalnya. Coba kamu amati foto yang kulampirkan di bawah:
Pic source: instagram.com/najwashihab

Gimana…? Menarik kan? Yaps, foto ini kucomot dari akun Instagram resmi-nya Mbak Najwa Shihab. Foto tersebut diambil, setelah episode Mata Najwa yang ditayangkan pada Rabu, 10 Oktober 2018 kemarin.

Sunday, 14 October 2018

Soal Harga Bensin, Pak Jokowi Itu ‘Maju Kena Mundur Kena’. Betul Nggak…?


Ngomongin Pak Jokowi, yang baru saja viral dan ramai dibicarakan adalah pidatonya pada pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia, di Bali. Pidato itu menyebut-nyebut Game of Thrones.
Kali ini aku tidak akan membahas perihal Game of Thrones. Apalagi soal analoginya yang digunakan untuk menggambarkan kondisi perekonomian dunia saat ini. Otakku belum nyampe, hahaa.
Namun yang jelas, pidato Pak Jokowi yang nyerempet-nyerempet serial Game of Thrones itu, tentu menimbulkan berbagai reaksi. Ada yang terpukau. Ada pula yang tidak begitu paham. Ada yang bangga dan suka. Ehh…, ada juga yang tidak suka.

Thursday, 4 October 2018

Sama-sama Pengguna Bedah Plastik, Kamu Pilih Bu Ratna atau Roy Kiyoshi…?


Bedah plastik sedang menjadi topik paling hot saat ini. Tiba-tiba, semua orang membicarakan operasi plastik. Jadi begini. Fenomena soal bedah plastik terjadi lantaran satu orang yang bernama Ratna Sarumpaet.
Perempuan yang dikenal sebagai aktivis tersebut, tiba-tiba menjadi sorotan nomer satu di tanah air. Bahkan sejenak, bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah pun kalah gaungnya dengan kehebohan yang diciptakan oleh Ratna.
Kehebohan ala Ratna Sarumpaet dimulai, tatkala ia bercerita bahwa dirinya menjadi korban penganiayaan. Menurutnya, sejumlah orang telah memukulinya, dan kejadiannya berada tidak jauh dari bandara Bandung. Dan terjadi pada 21 September 2018 kemarin.

Tuesday, 2 October 2018

Upaya Ahmad Dhani untuk Tetap Terlihat ‘Hijau’


Kenapa artikel ini kuberi judul seperti di atas? Biarkan aku menjelaskannya. Di judul itu, aku memberi penekanan pada kata ‘hijau’. Salah satu jenis warna yang tentunya sudah amat familiar bagi kita semua.
Hijau dipandang sebagai warna yang menenangkan, menentramkan. Karena pemandangan alam yang tampak di sekitar kita, juga didominasi oleh warna hijau. Warna hijau juga melambangkan kesuburan.
Tetapi ngomongin soal warna hijau, kukira sebagian besar dari kita sudah cukup paham. Bahwa warna hijau mempunyai arti khusus bagi pemeluk agama Islam. Dalam keyakinan Islam, warna hijau direpresentasikan sebagai warna surga.

Saturday, 29 September 2018

Buni Yani Mau Bikin Paguyuban ‘Korban Kriminalisasi Rezim Jokowi’. What...?!


Apa reaksimu ketika mendengar nama Buni Yani disebutkan? Apakah kamu akan marah? Gemas? Benci? Atau…, malah simpati? Hehee, whatever. Namun yang jelas, sosok Buni Yani menjadi cukup terkenal beberapa waktu belakangan. Yah, setidaknya sejak akhir 2016, pria ini tiba-tiba mencuat menjadi seseorang yang amat disorot.
Mengapa Buni Yani tiba-tiba menjadi sangat populer? Hal ini erat kaitannya dengan kasus yang menimpa Basuki Tjahaja Purnama. Mantan gubernur DKI Jakarta yang familiar disapa Ahok tersebut, saat ini harus mendekam dibalik jeruji besi, lantaran sebagian pidatonya di Kepulauan Seribu yang dituduh bermuatan penistaan agama.
Polemik Ahok yang menggegerkan ini, disinyalir dipicu oleh unggahan dari akun Facebook milik Buni Yani. Sejumlah pihak tidak terima dengan apa yang telah dilakukan oleh Buni Yani itu. Hingga akhirnya, Buni Yani pun harus berurusan dengan hukum. Karena postingannya soal video pidato Ahok, dianggap mengandung ujaran hasutan dan kebencian.