Showing posts with label keluarga cendana. Show all posts
Showing posts with label keluarga cendana. Show all posts

Saturday, 8 August 2020

Gagal Lewat Partai Berkarya, Mas Tommy Mau Bikin Partai Apa Lagi…?

Keluarga Cendana. Apabila kita mendengar istilah ini, sebagian besar dari kita tentu akan memikirkan hal yang sama. Istilah ‘Keluarga Cendana’ merujuk pada keluarga dari presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto. Meski Pak Harto telah wafat sejak 2008 lalu, namun anak cucunya masih lekat memperoleh julukan sebagai Keluarga Cendana.
Walau pun era Orde Baru telah tumbang lebih dari 22 tahun yang lalu, tetapi kita tidak bisa menafikan betapa legendarisnya Keluarga Cendana. Pak Harto boleh lengser dari jabatan presiden. Namun para anggota keluarga ini masih mempunyai ‘kemampuan’ yang cukup kuat untuk mencengkeram sesuatu. Sesuatu yang diinginkan oleh mereka. Lebay ya? Biarin deh, emang kenyataannya begitu ‘kan…?
Salah satu bukti dari kekuatan para anggota Keluarga Cendana adalah keberadaan Partai Berkarya. Bagi yang tidak familiar, Berkarya merupakan partai politik yang dikomandoi oleh Hutomo Mandala Putra. Pria yang lebih akrab disapa Tommy Soeharto ini, konon adalah anak kesayangan dari mendiang Pak Harto.

Tuesday, 4 December 2018

Predikat Apa yang Paling Pantas Disematkan Kepada Pak Harto…?


Keluarga Cendana sepertinya ditakdirkan untuk menjadi bagian dari sejarah perjalanan negara Indonesia. Mendengar istilah “Keluarga Cendana”, kita semua pasti sudah paham. Siapa sajakah yang dimaksud dengan keluarga ini.
Indonesia pernah memiliki seorang presiden, yang memguasai negeri ini selama lebih dari tiga dekade. Dialah Jendral Besar Soeharto. Ya, jendral besar. Karena terdapat lima bintang yang menempel pada dirinya.
Presiden Soeharto, pemimpin terlama di Indonesia. Pic source: merdeka.com

Selama menjadi presiden, Pak Harto mendiami sebuah rumah di jalan Cendana, Jakarta. Bersama istri dan keenam anaknya, keluarga Soeharto menjelma keluarga yang legendaris. Rumah yang berada di jalan Cendana inilah, yang akhirnya dipakai orang-orang untuk menyebut keluarga sang penguasa Orde Baru itu.