Showing posts with label medsos. Show all posts
Showing posts with label medsos. Show all posts

Sunday, 7 January 2024

Awal Tahun dan Wejangan yang Kudapatkan

Rasanya baru kemarin, aku menarik selimut di malam terakhir tahun 2023. Pada malam tahun baru lalu, aku memutuskan tidak ke mana-mana. Cuaca juga tidak mendukung di tempat tinggalku. Di Gadut, Agam, hujan telah turun sejak sore. Membuatku amat nyaman untuk menghabiskan malam tahun baru di rumah saja.

Jadi, jika kamu bertanya pengalamanku tatkala momen pergantian tahun barusan, aku dengan sigap akan menjawab: tidur di kasurku yang empuk. Saat bangun kembali, jam di ponsel telah berubah menjadi 1 Januari 2024. Alhamdulillah. Tahun baru, semangat baru. Dan target baru tentunya.

Saat aku menuliskan ini, tiba-tiba sudah hari ketujuh di tahun baru. Fiuuhh … saat ini aku telah berusia 36 tahun. Sungguh tak terhitung, sepanjang usiaku ini aku telah bertemu dengan orang-orang yang beragam jenisnya.

Tuesday, 4 February 2020

Benarkah Tingkat Literasi di Indonesia Masih Rendah…?


Officially, artikel ini adalah tulisan pertamaku di tahun 2020 ini. Tulisan yang kubuat dan sengaja kuunggah di blog. Tujuannya tak lain cuma satu. Agar blog ini terus aktif. Meski kuakui intensitas menulisku sudah jauh berkurang. Namun aku berusaha untuk tetap menulisi blog ini.
Hhmm, tidak hanya sekadar untuk membuat blog ini tetap update. Artikel kali ini juga menjadi salah satu mediaku untuk menorehkan apa-apa yang terbersit di benakku. Seperti judul diatas. Benarkah tingkat literasi di negeri ini masih rendah…?
Barangkali kamu akan penasaran. Kenapa tiba-tiba aku melemparkan isu terkait tingkat literasi ini? Hhmm, tentu ada sebabnya. Pekan lalu, ketika asyik men-scroll linimasa akun Facebook-ku, aku menemukan sebuah artikel. Artikel yang ditulis oleh salah seorang teman di masa SMP.

Thursday, 4 October 2018

Sama-sama Pengguna Bedah Plastik, Kamu Pilih Bu Ratna atau Roy Kiyoshi…?


Bedah plastik sedang menjadi topik paling hot saat ini. Tiba-tiba, semua orang membicarakan operasi plastik. Jadi begini. Fenomena soal bedah plastik terjadi lantaran satu orang yang bernama Ratna Sarumpaet.
Perempuan yang dikenal sebagai aktivis tersebut, tiba-tiba menjadi sorotan nomer satu di tanah air. Bahkan sejenak, bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah pun kalah gaungnya dengan kehebohan yang diciptakan oleh Ratna.
Kehebohan ala Ratna Sarumpaet dimulai, tatkala ia bercerita bahwa dirinya menjadi korban penganiayaan. Menurutnya, sejumlah orang telah memukulinya, dan kejadiannya berada tidak jauh dari bandara Bandung. Dan terjadi pada 21 September 2018 kemarin.

Saturday, 29 September 2018

Buni Yani Mau Bikin Paguyuban ‘Korban Kriminalisasi Rezim Jokowi’. What...?!


Apa reaksimu ketika mendengar nama Buni Yani disebutkan? Apakah kamu akan marah? Gemas? Benci? Atau…, malah simpati? Hehee, whatever. Namun yang jelas, sosok Buni Yani menjadi cukup terkenal beberapa waktu belakangan. Yah, setidaknya sejak akhir 2016, pria ini tiba-tiba mencuat menjadi seseorang yang amat disorot.
Mengapa Buni Yani tiba-tiba menjadi sangat populer? Hal ini erat kaitannya dengan kasus yang menimpa Basuki Tjahaja Purnama. Mantan gubernur DKI Jakarta yang familiar disapa Ahok tersebut, saat ini harus mendekam dibalik jeruji besi, lantaran sebagian pidatonya di Kepulauan Seribu yang dituduh bermuatan penistaan agama.
Polemik Ahok yang menggegerkan ini, disinyalir dipicu oleh unggahan dari akun Facebook milik Buni Yani. Sejumlah pihak tidak terima dengan apa yang telah dilakukan oleh Buni Yani itu. Hingga akhirnya, Buni Yani pun harus berurusan dengan hukum. Karena postingannya soal video pidato Ahok, dianggap mengandung ujaran hasutan dan kebencian.

Friday, 14 September 2018

Sandiaga Uno Sang ‘Media Darling’


Beberapa waktu belakangan, sosok Sandiaga Uno sering menjadi pembicaraan. Kupikir pria ini telah menjelma menjadi media darling baru di tanah air. Segala tindak tanduknya selalu memperoleh perhatian. Nyaris semua ucapannya dijadikan kutipan untuk mengisi berita utama di media-media. Dan dipergunjingkan di linimasa media sosial.
Apalagi setelah Sandi Uno melesat mulus menjadi salah satu kandidat pada pilpres 2019. Nyaris tak ada yang menduga, jika lelaki 49 tahun itu bakal turut berkontestasi di pilpres. Sandiaga Uno mengalahkan figur-figur lainnya yang awalnya berpeluang menjadi tandemnya Prabowo Subianto.
Sandiaga Uno. Pic source: wartakota.tribunnews.com

Ya, sungguh merupakan kejutan. Sandi yang belum genap setahun mengemban amanah sebagai wakil gubernur DKI Jakarta, lebih memilih untuk meletakkan jabatan tersebut. Kemudian bersama Prabowo, mendaftarkan diri ke KPU untuk menantang petahana, Presiden Joko Widodo.

Friday, 24 August 2018

Perlukah Merasa Kesal dengan Pawai Anak TK yang Menenteng ‘Bedil’ di Probolinggo…?


Selepas perayaan kemerdekaan yang jatuh pada 17 Agustus pekan lalu, kita semua disibukkan dengan euforia upacara pembukaan pesta olahraga terbesar di Asia. Ya, pada 18 Agustus malam, telah dilangsungkan opening ceremony Asian Games 2018. Dan Indonesia memperoleh kehormatan untuk menjadi tuan rumah di perhelatan ke-18 tahun ini.
Semua berdecak kagum, dengan sajian upacara pembukaan yang digeber di GBK Jakarta. Wishnutama dan tim, telah berhasil menghadirkan sebuah pertunjukan kolosal yang sungguh luar biasa.
Opening ceremony Asian Games kemudian menjadi pergunjingan nasional. Tidak hanya lantaran keindahannya yang memanjakan mata. Namun turut diseret ke ranah politik. Bagaimana tidak…? Di awal pertunjukan upacara pembukaan, ditampilkan sosok Presiden Joko Widodo yang beratraksi.

Saturday, 18 August 2018

Salah Satu Cara untuk Menjaga Kewarasan: Tidak Nonton ILC-nya TV One…!


Hari-hari belakangan, perhatian kita semua tertuju kepada perayaan kemerdekaan Republik Indonesia ke-73. Selain itu, sebagai bangsa kita harus berbangga. Perhelatan Asian Games ke-18 telah di depan mata. Negeri kita menjadi tuan rumah. Bersiap menjamu para delegasi olahraga dari seantero benua Asia.
Namun, hiruk-pikuk pemilihan presiden tetap menjadi satu isu yang tak tergeser. Karena bagaimana pun juga, dari pilpres bakal lahir sepasang pemimpin yang menjadi nakhoda Indonesia untuk periode 2019-2024.
Sudah dipastikan, paslon yang bakal berkontestasi di pilpres tahun depan hanya dua. Sama seperti di pilpres 2014. Menyadari hal ini, akankah terjadi polarisasi yang dahsyat seperti di musim kampanye pilpres sebelumnya…? Huuftt, sepertinya bakal tak jauh berbeda. Hikkss.

Monday, 13 August 2018

Kata Orang Gerindra, Polling di Medsos Jokowi Sering Keok. Hahaa, Penting Ya…?


Genderang pemilihan presiden (pilpres) 2019 telah resmi ditabuh. Di hari terakhir pendaftaran capres dan cawapres, dua pasangan akhirnya menyambangi kantor KPU untuk mengajukan diri. Relatif tak ada kejutan. Sebagai incumbent, Presiden Joko Widodo bakal kembali bersua dengan Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Ini hanyalah ulangan pilpres 2014 lalu.
Jika di calon presiden tidak ada kejutan, lain lagi dengan calon wapres yang digandeng mereka berdua. Di sinilah surprise-nya! Menurut rumor yang kencang beredar, Jokowi akan bersanding dengan Mahfud MD. Namun yang diumumkan Jokowi di Kamis sore, 9 Agustus kemarin, bukanlah pria asal Madura itu. Melainkan KH. Ma’ruf Amin.



Kejutan. Ya…, barangkali para pendukung Pak Jokowi sempat terhenyak, kala mendapati nama Ma’ruf Amin yang dipilih Jokowi untuk bertarung di pilpres 2019. Sebagian besar dari kita tentu mengakui Ma’ruf Amin sebagai salah satu tokoh Islam di negeri ini. Apalagi ia merupakan Ketua MUI. Tetapi tidak membayangkan, lelaki ini duduk sebagai seorang birokrat.

Monday, 6 August 2018

Inilah Definisi Gempa Menurut Kaum ‘Kampret’. Syatet Ya…!


Sebagai seorang makhluk, kita wajib mensyukuri segala takdir dari Yang Maha Kuasa. Sebagai bangsa Indonesia, Tuhan telah menggariskan bahwa negeri kita terletak diantara dua benua, yakni Asia dan Australia. Selain itu, kepulauan Nusantara juga diapit dua samudera: Pasifik dan Hindia.
Namun bukan soal geografis itu saja, yang ditakdirkan Tuhan untuk Indonesia. Negeri ini juga dikelilingi lempeng-lempeng kerak bumi, yang konon bersinggungan satu sama lain. Fakta ini sepertinya pernah kita pelajari di bangku SMP atau SMA.
Meski begitu, kali ini aku tidak bakal membahas soal lempeng-lempeng tersebut. Tentunya ada pihak yang lebih ahli dalam memaparkan perihal lempeng bumi, yang menopang tanah-tanah yang kita pijaki ini.



Sunday, 29 July 2018

Penangkapan Zainudin Hasan dan Kejamnya Framing Media


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak pernah absen dari sorotan utama. Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukannya sering menjadi perbincangan hangat. Sejumlah terduga penerima rasuah selalu menjadi perhatian, tatkala mengenakan rompi berwarna oranye. Rompi KPK yang ‘keramat’ itu.
Tak sedikit figur-figur populer yang akhirnya harus menahan malu. Lantaran harus memakai rompi oranye ketika keluar dari gedung KPK di Jakarta. Bagiku, ada beberapa tokoh menonjol, yang berkesempatan ‘mencicipi’ rompi tersebut.
Sebut saja politisi Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Lalu Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar. Disusul Gubernur Sumatra Utara, Gatot Pujo Nugroho. Dan Gubernur ganteng dari Jambi, Zumi Zola.



Tuesday, 10 July 2018

Gegara Reaksinya Atas TGB, Aku ‘Stalking’ Instagram-nya Mbah Amien Rais. Kamu Mau Follow…?

Suasana menjelang pendaftaran untuk pemilu presiden 2019 sudah mulai menghangat. Semua kubu mulai berjibaku. Lobi-lobi semakin kentara. Aneka perbincangan ke arah deal-deal politik kian bertambah intensitasnya. Ya, semua kekuatan politik nasional sudah harus menyongsong fase pendaftaran bakal capres, yang tinggal menghitung hari.
Detik ini, kabar burung yang kudengar dari linimasa medsos, Presiden Joko Widodo telah mengantongi nama bakal cawapres. Seperti yang kita ketahui bersama, sebagai petahana Pak Jokowi sepertinya tetap bakal ikut serta di pilpres tahun depan.
Pria asal Solo ini boleh woles. Karena sejumlah partai politik sudah bersedia memberikan dukungan kepadanya. Hal ini membuat langkahnya kian mulus untuk menapaki pilpres 2019.

Monday, 2 July 2018

Menggerutu Lantaran Pertamax Naik, Padahal Sehari-hari ‘Minum’-nya Premium. Kamu Butuh Teman Curhat?


Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018, baru saja kita lalui. Saat ini, proses penghitungan manual masih berlangsung. Sebagian diantara kita pasti sedang harap-harap cemas. Siapakah sosok walikota, atau bupati, atau gubernur, yang bakal menjadi pelayan di daerah kita masing-masing.
Pilkada yang berlangsung pada 27 Juni kemarin, beberapa diantaranya dihiasi oleh quick count yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Hasil quick count-nya pun telah dirilis. Nyaris tak lama seusai coblosan berakhir di setiap tempat pemungutan suara.
Dari hasil hitung cepat tersebut, ada pihak yang menyambutnya gembira. Ada pula pihak yang meringis, pun menangis. Seperti kontestasi pada umumnya. Selalu ada yang menang. Dan yang lainnya harus kalah. Dalam kompetisi, tidak pernah ada dua pemenang. Juara hanyalah satu.

Saturday, 16 June 2018

Daya Beli Rakyat Turun…? Itu Hoaks! Buktinya Masih Banyak yang ‘Bakar’ Duit Buat Nyalain Petasan?!


Alhamdulillah…, Idulfitri telah tiba. Rasa syukur ini membuncah kemana-mana. Kuhaturkan, selamat berlebaran buat pembaca semuanya. Dan yang jelas, selamat berlibur semuanya…?! Karena yang berlibur tak cuma umat Muslim. Seluruh masyarakat Indonesia, tanpa kecuali, semuanya turut merasakan kegembiraan karena cuti di hari Lebaran.
Meski begitu, jagad media sosial masih tetap panas seperti biasanya. Di dunia nyata barangkali kita semua bermaaf-maafan. Namun di dunia maya, rasanya polarisasi antara dua kutub yang berseberangan, tak pernah berhenti untuk ‘berperang’.
Dua kutub tersebut, yang pertama dikenal sebagai bani cebong. Kelompok spesies katak yang diidentikkan sebagai golongan yang menjadi pengagum, pendukung, dan pembela dari petahana. Bagi cebongers, presiden Joko Widodo wajib untuk didukung. Karena pemerintahannya terbentuk secara sah dan konstitusional.

Tuesday, 29 May 2018

PNS Kok Nyinyir Sih…? Balikin Aja Tuh THR-mu!


Anggap saja tulisan ini merupakan suatu reaksi dari apa-apa yang kulihat. Apa-apa yang kuamati. Mayoritas dari kita adalah pengguna media sosial. Khususnya Facebook. Secara otomatis, setiap kita membuka laman Facebook, kita bakal disuguhi bermacam postingan dari akun-akun yang masuk ke dalam friendlist.
Di masa menjelang pemilu 2019 ini, tak sedikit akun-akun yang kemudian bisa berubah 360 derajat. Dia yang awalnya cuma menjadikan medsos sebagai wahana curhat maupun pamer, sekarang turut menjadikan medsos sebagai wahana berkampanye. Wahana untuk berkoar-koar terkait pilihan politiknya.
Hhmm…, sebenarnya tidak ada yang salah dengan fenomena ini. Toh, pijakan kita semua adalah prinsip freedom of speech. Kebebasan berbicara dan berpendapat. Semua orang berhak memiliki pandangannya masing-masing. Dan berharap, orang lain mampu menghargainya.

Thursday, 3 May 2018

Kamu Suka Selfie di Dalam Mobil atau Jendela Pesawat?

Saat ini kita hidup di zaman millenial. Zaman dimana semua-mua berkaitan dengan media sosial. Media sosial telah merasuk dan menjadi satu hal yang dominan di kehidupan kita sehari-hari. Bagiku pribadi, tentu tidak ada yang salah dengan fenomena ini. Karena pada hakikatnya, tidak ada yang abadi di dunia ini. Semua selalu berubah. Bergeser, mengikuti zaman dan berbagai penemuan yang ada.
Jadi pada intinya, aku mendapatkan sebuah ide, dari sejumlah peristiwa yang aku alami. Dan rasanya tidak afdhol, jika ide-ide tersebut cuma menyesap di pikiran belaka. Tanpa pernah kusajikan melalui media tulis.
Okelah, tak perlu berbasa-basi lagi. Kenapa tulisan kali ini kuberi judul seperti diatas? Ya…, sudah pasti kalian semua pernah menemui swafoto atau selfie, yang menunjukkan si empunya foto sedang berada di dalam mobil atau di dekat jendela pesawat. Pasti pernah, ‘kan? Atau jangan-jangan, kalian sendiri pernah juga mengambil selfie dengan pose seperti itu…? Hayo ngaku?!