Showing posts with label amien rais. Show all posts
Showing posts with label amien rais. Show all posts

Wednesday, 21 October 2020

Menurutmu, Gimana Kans Partai Ummat Bikinan Amien Rais…?

Saat ini, isu yang paling hangat disekitar kita adalah Undang-undang Cipta Kerja Omnibus Law. Tapi maaf, aku tidak akan membahas polemik soal Undang-undang ini. Aku merasa bukan kapasitasku untuk ikut-ikutan membahasnya. Daripada salah dan jatuhnya jadi sok tahu, mending aku membicarakan hal lainnya, hehe.

Yapp…, seperti judul yang sudah kububuhkan diatas. Aku lebih tertarik untuk membahas Amien Rais. Lelaki asal Yogyakarta ini, kita ketahui merupakan salah satu tokoh yang berada di sisi oposisi. Oposisi bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo. Acapkali, Amien Rais berseberangan dengan nyaris segala kebijakan yang dikeluarkan Jokowi sebagai kepala pemerintahan.

Namun karena Indonesia adalah negara demokrasi, apa yang ditunjukkan Pak Amien ini wajar saja. Setiap warganegara berhak mempunyai pandangan dan sikap atas apa pun, sepanjang tidak bertentangan dengan hukum dan mengganggu kepentingan masyarakat. Apalagi Amien Rais adalah seorang politisi. Ketika dia memutuskan untuk menjadi oposan di masa Jokowi berkuasa, maka itu adalah haknya.

Saturday, 12 September 2020

Kamu Masih Penasaran dengan Partai Baru Besutan Pak Amien Rais…?

Salah satu tujuan menulis adalah menyalurkan ide mau pun gagasan yang muncul di kepala. Dan ide atau gagasan itu terbit, diantaranya sebagai reaksi atas sebuah stimulus. Nah, stimulus yang kumaksud kali ini adalah pernyataan terbaru dari seorang pria tua. Pria tua itu bernama Amien. Amien…, siapa hayoo?

Okelah. Tak perlu banyak bermain kata-kata. Apalah aku ini. Aku cuma sisa jus sianida yang tak pandai bermain diksi. Pria tua yang kumaksud adalah Amien Rais. Seorang bapak yang konon berasal dari Yogyakarta, dan ramai dijuluki sebagai ‘Bapak Reformasi’. Bapak Reformasi…?! Oh really?

Aku tumbuh besar di zaman 1990-an. Masih segar di ingatanku. Saat aku SD, foto presiden yang terpampang diatas papan tulis adalah Pak Harto. Namun semuanya berubah drastis. Menjelang pergantian tahun ajaran baru, tepatnya di bulan Mei 1998. Sejumlah peristiwa memilukan terjadi di ibukota. Pun di beberapa kota lainnya.

Thursday, 1 November 2018

PAN Hattrick! Bupati, Gubernur, dan Wakil Ketua DPR-nya Jadi Tersangka Korupsi. Fiuuhh…


Kita tahu, Setya Novanto pernah menjadi ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Namun jabatan ini harus ditanggalkan oleh politisi Partai Golkar tersebut. Karena dirinya menjadi tersangka kasus korupsi KTP elektronik (e-ktp). Papa Setnov pun tak lagi menjadi ketua dewan, dan digantikan oleh Bambang Soesatyo.
Mendengar fakta ini, reaksi kita barangkali sudah biasa-biasa saja. Karena sebagai rakyat, kita sudah terlampau sering mendengar berita penangkapan anggota dewan lantaran terjerat kasus korupsi.
Ya, mungkin kita sudah tak begitu peduli. Ketika terdapat anggota DPR yang tersangkut korupsi. Entah itu anggota DPR pusat, maupun yang berada di daerah. Rasanya seperti silih berganti, para anggota dewan yang harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lalu dengan tergopoh-gopoh, mereka terlihat keluar dari gedung KPK dengan mengenakan rompi oranye.

Thursday, 25 October 2018

‘Hanum & Rangga’, Film Terbaru dari Novelnya Hanum Rais. Kamu Tertarik Nonton…?


Gonjang-ganjing soal kebohongan Ratna Sarumpaet masih belum sepenuhnya reda. Kasus ini kadang masih mengemuka, tatkala ada update terbaru yang diberikan pihak kepolisian.
Ratna Sarumpaet harus lebih lama memendam keinginannya untuk menghirup udara bebas. Kabar terakhir yang kudengar, masa penahanannya sebagai tersangka kasus hoax, telah diperpanjang oleh polisi. Malang nian nasibnya, apalagi permohonannya untuk menjadi ‘tahanan kota’, ditolak mentah-mentah.
Kasus kebohongan Ratna Sarumpaet, tak pelak turut menyeret banyak figur. Beberapa orang telah dipanggil kepolisian untuk dimintai keterangan. Mereka diantaranya adalah Amien Rais, Nanik S. Deyang, Said Iqbal, Dahnil Anzar, dan Atiqah Hasiholan. Nama yang tersebut terakhir adalah putri dari Ratna, yang juga seorang aktris.

Thursday, 4 October 2018

Sama-sama Pengguna Bedah Plastik, Kamu Pilih Bu Ratna atau Roy Kiyoshi…?


Bedah plastik sedang menjadi topik paling hot saat ini. Tiba-tiba, semua orang membicarakan operasi plastik. Jadi begini. Fenomena soal bedah plastik terjadi lantaran satu orang yang bernama Ratna Sarumpaet.
Perempuan yang dikenal sebagai aktivis tersebut, tiba-tiba menjadi sorotan nomer satu di tanah air. Bahkan sejenak, bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah pun kalah gaungnya dengan kehebohan yang diciptakan oleh Ratna.
Kehebohan ala Ratna Sarumpaet dimulai, tatkala ia bercerita bahwa dirinya menjadi korban penganiayaan. Menurutnya, sejumlah orang telah memukulinya, dan kejadiannya berada tidak jauh dari bandara Bandung. Dan terjadi pada 21 September 2018 kemarin.

Thursday, 16 August 2018

Kalau Jokowi Menang Pada 2019, Akankah PAN Menjadi ‘Bajing Loncat’ Lagi?


Peta kandidat yang bakal bertarung di pilpres 2019, nyata-nyata turut menciptakan realitas politik yang lainnya. Menarik untuk melihat parpol-parpol yang berada di belakang Prabowo Subianto. Mereka adalah Gerindra, PKS, Demokrat, dan… Partai Amanat Nasional (PAN).
Apa yang muncul di benakmu kala mendengar PAN…? Sudah pasti yang pertama muncul adalah sosok Amien Rais. Pria yang sudah sepuh ini, merupakan pendiri PAN. Bahkan melalui PAN, Amien Rais pernah mencicipi kompetisi pilpres. Tepatnya di 2004 silam. Ketika ia menggandeng Siswono Yudhohusodo.
Namun melihat kiprah PAN dalam beberapa tahun terakhir, aku jadi bingung sendiri. Partai ini memilih mendukung Prabowo di pilpres 2014. Bahkan PAN mendapatkan hak istimewa, bila dibandingkan parpol lainnya di Koalisi Merah Putih, kala itu. PAN berhasil menempatkan ketumnya, Hatta Radjasa, sebagai calon wapres.



Tuesday, 10 July 2018

Gegara Reaksinya Atas TGB, Aku ‘Stalking’ Instagram-nya Mbah Amien Rais. Kamu Mau Follow…?

Suasana menjelang pendaftaran untuk pemilu presiden 2019 sudah mulai menghangat. Semua kubu mulai berjibaku. Lobi-lobi semakin kentara. Aneka perbincangan ke arah deal-deal politik kian bertambah intensitasnya. Ya, semua kekuatan politik nasional sudah harus menyongsong fase pendaftaran bakal capres, yang tinggal menghitung hari.
Detik ini, kabar burung yang kudengar dari linimasa medsos, Presiden Joko Widodo telah mengantongi nama bakal cawapres. Seperti yang kita ketahui bersama, sebagai petahana Pak Jokowi sepertinya tetap bakal ikut serta di pilpres tahun depan.
Pria asal Solo ini boleh woles. Karena sejumlah partai politik sudah bersedia memberikan dukungan kepadanya. Hal ini membuat langkahnya kian mulus untuk menapaki pilpres 2019.

Tuesday, 3 July 2018

Demokrat Akan Usung JK-Agus Yudhoyono. Ini Bakal Serius atau Cuma Gimmick…?


Kontestasi pilkada serentak 2018 telah kita lalui bersama. Proses perhitungan suara untuk masing-masing daerah sedang mendekati final. Banyak elit politisi yang menganggap hasil pilkada ini sebagai gambaran awal. Gambaran peta politik menjelang pilpres 2019.
Agus Yudhoyono. Pic source: wow.tribunnews.com

Kupikir tidak ada yang salah dengan anggapan tersebut. Meski sebenarnya, kemenangan seorang calon maupun parpol tertentu di sebuah daerah atau provinsi, tidak sepenuhnya menjamin bahwa di pemilu tingkat nasional, bakal menelurkan hasil serupa.
Hasil quick count pilkada di sejumlah provinsi, menjadi dasar bagi kalangan elit parpol untuk mulai memasang kuda-kuda. Hasil pilkada setidaknya bisa digunakan untuk mengukur. Seberapa kuat posisi sebuah parpol di suatu daerah atau provinsi.

Saturday, 23 June 2018

Amien Rais Bilang Partai Setan, Habiburokhman Ngomong Mudik Neraka. Selanjutnya Apa Lagi Bos…?


Tak ada yang lebih menyenangkan, selain mendengarkan setiap pernyataan dari para elit politisi. Khususnya dari para elit yang berada di kelompok kontrapenguasa, alias oposisi. Ya, Indonesia yang menganut paham demokrasi, memungkinkan adanya kelompok politik yang berada di luar pemerintahan.
Kelompok oposisi inilah, yang biasanya bertugas sebagai penyeimbang dari pemerintahan yang sedang berkuasa. Mereka bisa melemparkan berbagai kritik, apabila pemerintah dinilai layak untuk menerimanya. Pun, pihak oposisi juga bisa menyumbang masukan untuk jalannya pemerintahan. Meski mereka tidak termasuk ke dalam lingkaran kekuasaan.
Adanya kelompok oposisi, telah melengkapi kehidupan demokrasi di tanah air. Dengan kehadiran para oposan, harapannya pemerintah tidak berjalan secara absolut. Oposisi menjadi pihak yang secara tradisional, merupakan ‘lawan’ dari pemerintah. Menjadi pihak yang dapat lebih leluasa untuk melontarkan kritik dan saran kepada pemerintah.

Monday, 11 June 2018

Amien Rais, Rizieq, dan Prabowo Mau Nyapres Semua. Laahh…, Koalisi Keummatan Bubar Sebelum Jadian?


Kupikir hadirnya bulan Ramadan, tensi perpolitikan di tanah air bakal menurun. Semua bakal mengerem syahwat politiknya masing-masing. Sejenak menyetop diri, untuk menghargai bulan yang penuh kemuliaan. Mengisi Ramadan dengan kegiatan yang membangun.
Nampaknya aku salah besar. Bulan Ramadan sama sekali tidak menyurutkan para elit politisi untuk bermanuver. Semuanya sudah mulai tidak tahan. Untuk segera ‘menjual’ diri. Seolah yang ada di pikiran mereka cuma satu. Pemilihan presiden 2019.
Sebenarnya segala manuver ini amatlah wajar. Jauh-jauh hari para elit mulai memasang kuda-kuda. Tujuannya barangkali untuk melancarkan psywar. Untuk mengirim sinyal ‘ancaman’ kepada semua pihak yang dirasa menjadi lawan.

Monday, 4 June 2018

Say Goodbye To ‘Koalisi Merah Putih’. Mari Kita Sambut Koalisi ‘Keummatan’…!


2018 ini memang tahunnya politik. Periode terakhir untuk menyambut puncaknya di tahun depan. Nyaris tak ada elit politisi yang mau ketinggalan. Semuanya sudah mulai beraksi dan melancarkan strategi. Demi mencapai target maksimal di pemilu 2019.
Kabar terbaru, datang dari dedengkot Partai Amanat Nasional (PAN). Belum reda isu terkait ‘keinginan’-nya untuk berjumpa dengan Presiden Jokowi, lelaki tua ini sudah beralih ke aksi lainnya. Tentunya kamu sudah bisa menebak. Dedengkot PAN yang kumaksud adalah Amien Rais.
Ya, bersama ketua umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Amien diketahui menyambangi tanah suci Mekah. Mereka tengah menjalankan ibadah umroh di bulan yang suci ini. Namun yang menjadi pertanyaan kemudian, adakah agenda khusus yang terselip di rangkaian kegiatan umroh tersebut...?

Thursday, 19 April 2018

Istiqomahnya Pria Tua yang bernama Amien


Salah satu tujuan menulis adalah menyalurkan ide maupun gagasan yang muncul di kepala. Dan ide atau gagasan itu terbit, diantaranya sebagai reaksi atas sebuah stimulus. Nah, stimulus yang kumaksud kali ini, lantaran sudah mulai ‘terkesima’ dengan segala nyanyian yang keluar dari mulut seorang pria tua. Pria tua itu bernama Amien. Amien…, yaa sudahlah.


Okelah. Tak perlu banyak bermain kata-kata. Apalah aku ini. Aku cuma sisa jus sianida yang tak pandai bermain diksi. Pria yang kumaksud adalah Amien Rais. Seorang bapak ‘terhormat’ yang ramai dijuluki sebagai Bapak Reformasi. Bapak reformasi…?! Oh really?