Showing posts with label media sosial. Show all posts
Showing posts with label media sosial. Show all posts

Sunday, 7 January 2024

Awal Tahun dan Wejangan yang Kudapatkan

Rasanya baru kemarin, aku menarik selimut di malam terakhir tahun 2023. Pada malam tahun baru lalu, aku memutuskan tidak ke mana-mana. Cuaca juga tidak mendukung di tempat tinggalku. Di Gadut, Agam, hujan telah turun sejak sore. Membuatku amat nyaman untuk menghabiskan malam tahun baru di rumah saja.

Jadi, jika kamu bertanya pengalamanku tatkala momen pergantian tahun barusan, aku dengan sigap akan menjawab: tidur di kasurku yang empuk. Saat bangun kembali, jam di ponsel telah berubah menjadi 1 Januari 2024. Alhamdulillah. Tahun baru, semangat baru. Dan target baru tentunya.

Saat aku menuliskan ini, tiba-tiba sudah hari ketujuh di tahun baru. Fiuuhh … saat ini aku telah berusia 36 tahun. Sungguh tak terhitung, sepanjang usiaku ini aku telah bertemu dengan orang-orang yang beragam jenisnya.

Tuesday, 10 September 2019

Nggak Nyesel Nonton ‘Dua Garis Biru’


Sebelumnya aku mohon maaf, jika (lagi-lagi) artikel yang kutulis ini receh sereceh-recehnya. Tapi aku tak peduli. Aku hanya ingin menulis. Mengabadikan apa pun yang tersembul dikepalaku.
Barangkali ada diantara kamu, yang bakal menganggap artikel ini receh. Receh dan nggak penting. Karena dari judulnya saja sudah ketahuan. Ada ‘Dua Garis Biru’ di situ. Secara eksplisit menandakan, bahwa tulisan ini mungkin bakal mengulik film Dua Garis Biru. Sebuah film buatan dalam negeri, yang cukup menyita perhatian belum lama ini.
Poster film Dua Garis Biru. Pic source: era.id

Oke, tebakanmu tepat. Aku memang hendak menyampaikan opiniku soal film Dua Garis Biru. Namun sebelum itu, izinkan aku berprolog terlebih dahulu. Jadi ceritanya begini. Bulan Agustus barusan, kantor tempatku bekerja sedang menghelat pagelaran tahunan.

Wednesday, 26 September 2018

Edy Rahmayadi dan ‘Efek Domino’ yang Bisa Saja Timbul


Saat ini, sosok Edy Rahmayadi sedang tersorot banyak mata. Purnawirawan Angkatan Darat ini sedang mengemuka, lantaran statusnya sebagai pucuk pimpinan dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI). Sebagai ketua umum PSSI, dirinya dimintai pertanggungjawaban atas sebuah tragedi yang terjadi pada hari Minggu, 23 September barusan.
Edy Rahmayadi saat tampil di tayangan Kompas Petang, Kompas TV, pada 24 September 2018. Screenshot dari twitter.com/KompasTV

Kukira aku tak perlu bercerita panjang lebar soal tragedi yang terjadi pada 23 September tersebut. Hampir semua dari kita sudah tahu. Bahwa tragedi itu berkaitan dengan rivalitas pendukung dari klub sepakbola di tanah air.
Hikks…, seorang lelaki telah kehilangan nyawanya di hari naas itu. Ya, dari hati yang terdalam, aku turut berbela sungkawa atas tewasnya Haringga Sirla. Dia meregang nyawa, di sekitar stadion GBLA Bandung. Di hari itu, memang ada pertandingan sepakbola antara Persib dengan Persija. Haringga adalah salah satu pendukung dari Persija.

Sunday, 29 July 2018

Penangkapan Zainudin Hasan dan Kejamnya Framing Media


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak pernah absen dari sorotan utama. Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukannya sering menjadi perbincangan hangat. Sejumlah terduga penerima rasuah selalu menjadi perhatian, tatkala mengenakan rompi berwarna oranye. Rompi KPK yang ‘keramat’ itu.
Tak sedikit figur-figur populer yang akhirnya harus menahan malu. Lantaran harus memakai rompi oranye ketika keluar dari gedung KPK di Jakarta. Bagiku, ada beberapa tokoh menonjol, yang berkesempatan ‘mencicipi’ rompi tersebut.
Sebut saja politisi Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Lalu Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar. Disusul Gubernur Sumatra Utara, Gatot Pujo Nugroho. Dan Gubernur ganteng dari Jambi, Zumi Zola.



Tuesday, 17 July 2018

Dear Pak Jokowi, Tolong Siapkan Pawang Hujan Buat Asian Games. Ndak Guyon Lho Ini?!


Sebulan terakhir, kita semua dimanjakan oleh perhelatan olahraga terbesar di muka bumi. Ya, di Rusia sono diadakan Piala Dunia. World Cup yang menjadi hajatan terakbar di jagat sepak bola, telah sukses diselenggarakan. Prancis menjadi kampiun di edisi tahun ini. Menggenapi gelar negeri anggur itu dengan torehan dua kali juara dunia. Setelah sebelumnya pernah mereka ukir di edisi 1998.
Sekarang, Piala Dunia sudah selesai. Channel Trans TV yang sebulan terakhir amatlah akrab dengan remote control, tampaknya bakal kembali tergeser. Lha bagaimana tidak…? Karena di luar siaran Piala Dunia, tayangan di Trans TV didominasi acara ‘haha-hihi’ dan misteri. Wuaduuhh.



Baiklah. Mari mulai lupakan segala euforia terkait World Cup di Rusia kemarin. Karena aku ‘sepakat’ dengan pernyataan Pak Prabowo. Dia ‘kan pernah bilang kalau ndak suka dengan tayangan Piala Dunia. Alasannya…? Karena ndak ada Indonesia di ajang tersebut.

Saturday, 16 June 2018

Daya Beli Rakyat Turun…? Itu Hoaks! Buktinya Masih Banyak yang ‘Bakar’ Duit Buat Nyalain Petasan?!


Alhamdulillah…, Idulfitri telah tiba. Rasa syukur ini membuncah kemana-mana. Kuhaturkan, selamat berlebaran buat pembaca semuanya. Dan yang jelas, selamat berlibur semuanya…?! Karena yang berlibur tak cuma umat Muslim. Seluruh masyarakat Indonesia, tanpa kecuali, semuanya turut merasakan kegembiraan karena cuti di hari Lebaran.
Meski begitu, jagad media sosial masih tetap panas seperti biasanya. Di dunia nyata barangkali kita semua bermaaf-maafan. Namun di dunia maya, rasanya polarisasi antara dua kutub yang berseberangan, tak pernah berhenti untuk ‘berperang’.
Dua kutub tersebut, yang pertama dikenal sebagai bani cebong. Kelompok spesies katak yang diidentikkan sebagai golongan yang menjadi pengagum, pendukung, dan pembela dari petahana. Bagi cebongers, presiden Joko Widodo wajib untuk didukung. Karena pemerintahannya terbentuk secara sah dan konstitusional.

Thursday, 3 May 2018

Kamu Suka Selfie di Dalam Mobil atau Jendela Pesawat?

Saat ini kita hidup di zaman millenial. Zaman dimana semua-mua berkaitan dengan media sosial. Media sosial telah merasuk dan menjadi satu hal yang dominan di kehidupan kita sehari-hari. Bagiku pribadi, tentu tidak ada yang salah dengan fenomena ini. Karena pada hakikatnya, tidak ada yang abadi di dunia ini. Semua selalu berubah. Bergeser, mengikuti zaman dan berbagai penemuan yang ada.
Jadi pada intinya, aku mendapatkan sebuah ide, dari sejumlah peristiwa yang aku alami. Dan rasanya tidak afdhol, jika ide-ide tersebut cuma menyesap di pikiran belaka. Tanpa pernah kusajikan melalui media tulis.
Okelah, tak perlu berbasa-basi lagi. Kenapa tulisan kali ini kuberi judul seperti diatas? Ya…, sudah pasti kalian semua pernah menemui swafoto atau selfie, yang menunjukkan si empunya foto sedang berada di dalam mobil atau di dekat jendela pesawat. Pasti pernah, ‘kan? Atau jangan-jangan, kalian sendiri pernah juga mengambil selfie dengan pose seperti itu…? Hayo ngaku?!