Showing posts with label politik. Show all posts
Showing posts with label politik. Show all posts

Monday, 22 June 2026

Mengembara ke Situs Kamp Pengungsi Vietnam di Batam

Libur tahun baru hijriah 27 Juni 2025, jatuh pada hari Jumat yang menyambung dengan libur Sabtu Minggu. Kesempatan long weekend seperti ini kerap kumanfaatkan untuk mengeksplorasi tempat-tempat yang belum pernah kudatangi. Kuputuskan untuk melangkahkan kaki ke Batam, karena ada satu objek yang membuatku penasaran. Objek itu adalah bekas kamp pengungsi Vietnam.

Letak eks kamp pengungsi Vietnam ini bukan berada di tengah Kota Batam. Melainkan jauh di Pulau Galang. Namun jangan khawatir. Pulau Batam, Rempang dan Galang sudah terhubung satu sama lain. Terdapat sebuah jalan raya yang menyambungkan ketiganya. Jalan ini dinamai Trans Barelang. Trans Barelang terdiri dari jalan raya, dan enam jembatan yang melintang di atas perairan sempit yang memisahkan ketiga pulau tersebut. Untuk perjalanan kali ini, aku menyewa motor dengan tarif 100 ribu selama 24 jam.

Sunday, 25 January 2026

Museum Tsunami Aceh, Menapaktilasi Bencana Dahsyat di Pengujung 2004

Museum Tsunami berada di pusat Kota Banda Aceh. Tepatnya di Jalan Sultan Iskandar Muda Nomor 3. Secara jarak, Museum Tsunami tidak begitu jauh dari Masjid Baiturrahman, masjid termasyhur di Aceh. Museum Tsunami berada di seberang Lapangan Blang Padang. Tatkala melihat fisik luarnya, sungguh, Museum Tsunami memang menonjol dibanding bangunan-bangunan di sekelilingnya.

Tampak depan Museum Tsunami Aceh. Pic source: dok. pribadi

Sunday, 7 January 2024

Awal Tahun dan Wejangan yang Kudapatkan

Rasanya baru kemarin, aku menarik selimut di malam terakhir tahun 2023. Pada malam tahun baru lalu, aku memutuskan tidak ke mana-mana. Cuaca juga tidak mendukung di tempat tinggalku. Di Gadut, Agam, hujan telah turun sejak sore. Membuatku amat nyaman untuk menghabiskan malam tahun baru di rumah saja.

Jadi, jika kamu bertanya pengalamanku tatkala momen pergantian tahun barusan, aku dengan sigap akan menjawab: tidur di kasurku yang empuk. Saat bangun kembali, jam di ponsel telah berubah menjadi 1 Januari 2024. Alhamdulillah. Tahun baru, semangat baru. Dan target baru tentunya.

Saat aku menuliskan ini, tiba-tiba sudah hari ketujuh di tahun baru. Fiuuhh … saat ini aku telah berusia 36 tahun. Sungguh tak terhitung, sepanjang usiaku ini aku telah bertemu dengan orang-orang yang beragam jenisnya.

Sunday, 28 February 2021

Gubernur Jakarta: Jabatan Paling Seksi dengan Segudang Serba-serbi

 Hari ini adalah penghujung bulan Februari 2021. Sungguh tidak terasa, ya? Tahun 2021 sudah berjalan dua bulan. Dalam dua bulan ini, ada banyak sekali peristiwa. Salah satu peristiwa yang menonjol adalah upaya pemerintah untuk memulai program vaksinasi. Aku sungguh berharap, semoga vaksinasi ini berjalan lancar, terarah, merata, dan sesuai dengan harapan.

Oh ya. Di bulan Februari ini juga tersaji sebuah peristiwa. Peristiwa itu adalah bencana alam yang berupa banjir. Banjir, simpelnya adalah kejadian meluapnya sungai atau saluran air. Sehingga timbul genangan air di tempat-tempat yang tidak seharusnya. Tempat itu misalnya adalah pemukiman warga.

Hhmm, jika kita terkena banjir tentu hidup kita akan amat terganggu. Genangan air yang seringnya kotor tersebut, sudah pasti sangat mengganggu kenyamanan hidup yang sudah biasa kita rasakan.

Sunday, 31 January 2021

Bu Risma untuk Gubernur DKI 2022? Nanti Dulu…

Ada yang menarik dalam konstelasi politik di penghujung tahun 2020 kemarin. Dua penggawa presiden di Kabinet Indonesia Maju menjadi pesakitan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka adalah Edhy Prabowo yang menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan, dan Juliari Batubara yang menjabat Menteri Sosial.

Presiden Jokowi pun tidak tinggal diam. Kedua menteri tersebut dicopot untuk melanjutkan proses hukumnya. Dan puncaknya, pada 23 Desember 2020 Jokowi melantik enam menteri baru. Tidak hanya Menteri Kelautan Perikanan dan Menteri Sosial saja yang berubah. Ada empat kementerian lainnya yang juga berubah nakhoda.

Kementerian Sosial yang ditinggalkan Juliari Batubara, akhirnya diisi oleh Tri Rismaharini. Sosok wanita yang satu ini bukanlah nama baru di jagat politik tanah air. Bu Risma, sangat tersohor sebagai pejabat Walikota Surabaya.

Tuesday, 8 December 2020

Menebak-nebak Apa yang Dipikirkan Pak Jokowi Saat Ini

Menjelang akhir tahun 2020, kita semua disuguhi sejumlah peristiwa yang luar biasa. November lalu, Rizieq Shihab yang kembali pulang dari Arab Saudi telah ‘menghentak’ seisi tanah air. Khususnya terkait keterlibatan Rizieq Shihab, yang disinyalir menimbulkan banyak keramaian dan menyalahi protokol kesehatan dalam pencegahan penyebaran Covid-19.

Namun tidak hanya Rizieq Shihab yang mampu menarik perhatian kita semua. Kabar mengejutkan datang dari salah satu menteri di Kabinet Indonesia Maju. Kabinet yang dipimpin Presiden Joko Widodo di periode kedua tersebut, terdiri dari sejumlah tokoh yang berasal dari partai politik.

Nah, kabar mengejutkan ini berasal dari Edhy Prabowo. Politisi Partai Gerindra ini diamanahi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk periode 2019-2024. Apa yang terjadi dengan Edhy…? Baru saja, pria ini ditangkap KPK.

Monday, 23 November 2020

Rizieq Shihab, Figur Nomor Wahid di Benak Orang Indonesia Saat Ini

Hampir seluruh orang di negeri ini sudah amat mafhum, siapa itu Rizieq Shihab. Lelaki keturunan Arab ini dikenal sebagai seorang pendakwah. Bahkan diawal namanya acapkali disematkan sebutan Habib atau Habaib. Jadilah dia dikenal sebagai Habib Rizieq Shihab (HRS).

Sebagai pendakwah, HRS mempunyai sebuah organisasi. Organisasi yang nyaris tidak bisa dilepaskan dari image HRS itu sendiri. Organisasi ini konon memiliki massa yang cukup kuat. Kuat dan loyal, hhmm. Organisasi tersebut bernama Front Pembela Islam (FPI).

Sosok HRS memang kontroversial. Sejak tahun 2017, ia menjalankan ibadah umrah. Namun entah kenapa, HRS tak kunjung pulang ke Indonesia. Sejumlah polemik mengiringi perjalanannya selama berada di Arab Saudi. Spekulasi bermunculan, menebak-nebak apa alasan HRS tidak segera kembali ke Indonesia.

Monday, 26 October 2020

Tinggal 4 Tahun Pak Jokowi Memerintah. Kamu Siap ‘Kehilangan’…?

Undang-undang telah menentukan bahwa masa jabatan Presiden Republik Indonesia hanyalah dua periode. Oleh sebab itu, seseorang boleh menjadi presiden maksimal dua kali lima, alias 10 tahun. Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan Presiden keenam, adalah orang pertama yang menjalani peraturan terkait pembatasan masa jabatan presiden tersebut.

Pembatasan masa jabatan presiden menjadi hanya sebanyak dua periode, telah diberlakukan semenjak masa reformasi. Keputusan ini bercermin dari pengalaman di era Orde Baru, dimana Soeharto mampu menjabat Presiden hingga sekitar 32 tahun lamanya.

Akibatnya, kekuasaan kepala negara menjadi begitu besar. Bahkan terkesan otoriter. Tatkala gelombang reformasi bergulir, dibuatlah peraturan untuk membatasi masa jabatan presiden di Indonesia.

Wednesday, 21 October 2020

Menurutmu, Gimana Kans Partai Ummat Bikinan Amien Rais…?

Saat ini, isu yang paling hangat disekitar kita adalah Undang-undang Cipta Kerja Omnibus Law. Tapi maaf, aku tidak akan membahas polemik soal Undang-undang ini. Aku merasa bukan kapasitasku untuk ikut-ikutan membahasnya. Daripada salah dan jatuhnya jadi sok tahu, mending aku membicarakan hal lainnya, hehe.

Yapp…, seperti judul yang sudah kububuhkan diatas. Aku lebih tertarik untuk membahas Amien Rais. Lelaki asal Yogyakarta ini, kita ketahui merupakan salah satu tokoh yang berada di sisi oposisi. Oposisi bagi pemerintahan Presiden Joko Widodo. Acapkali, Amien Rais berseberangan dengan nyaris segala kebijakan yang dikeluarkan Jokowi sebagai kepala pemerintahan.

Namun karena Indonesia adalah negara demokrasi, apa yang ditunjukkan Pak Amien ini wajar saja. Setiap warganegara berhak mempunyai pandangan dan sikap atas apa pun, sepanjang tidak bertentangan dengan hukum dan mengganggu kepentingan masyarakat. Apalagi Amien Rais adalah seorang politisi. Ketika dia memutuskan untuk menjadi oposan di masa Jokowi berkuasa, maka itu adalah haknya.

Saturday, 19 September 2020

Partai Gelora Dukung Gibran dan Bobby Jokowi. Wow, Menarik Nih!

Sampai kapan ya, pandemi covid-19 ini akan menerpa…? Sampai kapan kita akan terus menjaga jarak satu sama lain? Sampai kapan kita perlu memakai masker yang kadang membuat tak nyaman itu? Huufft...

Tetapi kita semua tidak boleh menyerah. Kita semua harus tetap bersemangat dan jangan sampai lengah. Salah satu cara menghindari virus corona adalah melakukan berbagai protokol kesehatan. Rajin mencuci tangan, memakai masker. Tak lupa menjaga jarak jika berada di tempat umum. Dan menghindari perjalanan yang tidak begitu mendesak.

Pandemi covid-19 sepertinya belum akan usai dalam waktu dekat. Hal ini lantaran vaksin yang belum siap. Kita berharap, vaksin covid-19 akan segera siap dan bisa digunakan secara massal.

Saturday, 12 September 2020

Kamu Masih Penasaran dengan Partai Baru Besutan Pak Amien Rais…?

Salah satu tujuan menulis adalah menyalurkan ide mau pun gagasan yang muncul di kepala. Dan ide atau gagasan itu terbit, diantaranya sebagai reaksi atas sebuah stimulus. Nah, stimulus yang kumaksud kali ini adalah pernyataan terbaru dari seorang pria tua. Pria tua itu bernama Amien. Amien…, siapa hayoo?

Okelah. Tak perlu banyak bermain kata-kata. Apalah aku ini. Aku cuma sisa jus sianida yang tak pandai bermain diksi. Pria tua yang kumaksud adalah Amien Rais. Seorang bapak yang konon berasal dari Yogyakarta, dan ramai dijuluki sebagai ‘Bapak Reformasi’. Bapak Reformasi…?! Oh really?

Aku tumbuh besar di zaman 1990-an. Masih segar di ingatanku. Saat aku SD, foto presiden yang terpampang diatas papan tulis adalah Pak Harto. Namun semuanya berubah drastis. Menjelang pergantian tahun ajaran baru, tepatnya di bulan Mei 1998. Sejumlah peristiwa memilukan terjadi di ibukota. Pun di beberapa kota lainnya.

Saturday, 5 September 2020

PSI Usung Giring Jadi Capres 2024. Serius atau Gimmick…?

Apa yang terbersit di benakmu tatkala mendengar Partai PSI? Aku coba menebaknya. Sebagian dari kalian akan melabeli PSI sebagai partainya anak muda. Namun barangkali ada pula yang menganggap PSI sebagai partai yang suka cari perhatian alias caper. Benarkah…?
Sepengetahuanku, PSI adalah sebuah partai politik yang relatif masih bisa disebut partai baru. Menurut informasi yang tercantum di laman Wikipedia, PSI yang memiliki kepanjangan Partai Solidaritas Indonesia berdiri pada 16 November 2014. Itu berarti partai ini belum genap enam tahun.
PSI yang mempunyai warna dominan merah dan ada gambar bunga di logonya ini, menjadi warna baru dalam konstelasi politik di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Dari sejumlah figur yang menjadi pentolannya, aku menandai setidaknya dua wanita cantik yang menjadi kader-kader utama PSI.

Saturday, 22 August 2020

Partai Baru yang Bernama Gelora. Kamu Tertarik…?

Konstelasi atau percaturan politik memang tidak pernah bisa ditebak. Kukira hal ini sungguh benar adanya. Di belahan bumi mana pun, peta politik selalu berubah seperti arah angin. Tak pernah pandang bulu. Tak peduli apa pun.
Di benua Afrika bagian barat, baru saja terjadi pergolakan. Kali ini negara Mali yang ketiban sampur. Di sana baru saja terjadi kudeta terhadap pemerintahan yang sah. Huuftt pokoknya, jalannya peta politik memang tidak pernah sama.
Begitu juga dengan di Indonesia. Aku kasih contoh, dimasa 2004 hingga 2014 Partai Demokrat sungguh digdaya. Susilo Bambang Yudhoyono menjadi presiden dua kali berturut-turut. Demokrat memenangkan pemilu legislatif pada 2009.

Sunday, 16 August 2020

Fahri Hamzah, Antara Penghargaan dari Jokowi dan Partai Gelora Bikinannya

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75, Presiden Joko Widodo menganugerahkan sejumlah penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dianggap mempunyai kontribusi terhadap bangsa Indonesia.
Penghargaan ini diberikan langsung oleh Presiden pada Kamis, 13 Agustus lalu. Sebagian diantaranya ditujukan kepada tenaga medis yang wafat karena menjadi garda terdepan dalam melawan pandemi covid-19. Selebihnya, adalah figur-figur yang pernah menjadi pentolan lembaga-lembaga tinggi negara.
Salah dua dari figur yang dimaksud adalah Fahri Hamzah dan Fadli Zon. Uuhhh…, mungkin ada diantara kalian yang langsung mual tatkala membaca dua nama tokoh ini. Duo F, begitu istilah yang tersemat kepada mereka berdua, merupakan Wakil Ketua DPR periode 2014-2019.

Saturday, 8 August 2020

Gagal Lewat Partai Berkarya, Mas Tommy Mau Bikin Partai Apa Lagi…?

Keluarga Cendana. Apabila kita mendengar istilah ini, sebagian besar dari kita tentu akan memikirkan hal yang sama. Istilah ‘Keluarga Cendana’ merujuk pada keluarga dari presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto. Meski Pak Harto telah wafat sejak 2008 lalu, namun anak cucunya masih lekat memperoleh julukan sebagai Keluarga Cendana.
Walau pun era Orde Baru telah tumbang lebih dari 22 tahun yang lalu, tetapi kita tidak bisa menafikan betapa legendarisnya Keluarga Cendana. Pak Harto boleh lengser dari jabatan presiden. Namun para anggota keluarga ini masih mempunyai ‘kemampuan’ yang cukup kuat untuk mencengkeram sesuatu. Sesuatu yang diinginkan oleh mereka. Lebay ya? Biarin deh, emang kenyataannya begitu ‘kan…?
Salah satu bukti dari kekuatan para anggota Keluarga Cendana adalah keberadaan Partai Berkarya. Bagi yang tidak familiar, Berkarya merupakan partai politik yang dikomandoi oleh Hutomo Mandala Putra. Pria yang lebih akrab disapa Tommy Soeharto ini, konon adalah anak kesayangan dari mendiang Pak Harto.

Friday, 31 July 2020

Gibran Rakabuming Mau Ikut Pilkada? Take It Easy…!

Untuk beberapa kasus, pelaksanaan pilkada tak ubahnya pemilihan presiden. Atmosfernya begitu panas. Mendapat sorotan tajam dari media massa. Dan bahkan sampai menimbulkan gesekan di tengah masyarakat.
Ingatkah kamu dengan pilkada DKI Jakarta pada 2017…? Barangkali pemilihan gubernur Jakarta kala itu akan menghadirkan kenangan yang tak lekang oleh waktu. Meski ‘hanya’ untuk memilih pemimpin di Ibukota Negara, namun efeknya mungkin terasa hingga ke masyarakat yang jauh dari Jakarta.
Pilkada DKI 2017 memang ‘menghadirkan’ tokoh-tokoh yang fenomenal. Ada Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama, sang petahana yang terdapat stigma ‘double minoritas’ pada dirinya. Ada mantan Mendikbud Anies Baswedan. Dan ada Agus Yudhoyono, sang ‘Pangeran Cikeas’ penerus trah Partai Demokrat.

Wednesday, 28 August 2019

Cuap-cuap Soal Papua

Akhirnya…, setelah sekian lama absen, kembali kusambangi blogku ini. Berhasil mengalahkan segala kemalasan, untuk kembali menorehkan tulisan didalamnya. Mengumpulkan segenap energi, untuk mengabadikan pemikiran dan opini yang mencuat di benak.
Ketika kamu sedang membaca tulisan ini, barangkali isu yang sedang hot dibicarakan adalah soal pengumuman calon ibukota baru dari Indonesia. Ya, Presiden Joko Widodo akhirnya menjawab teka-teki daerah mana, yang bakal menggantikan posisi Jakarta sebagai Daerah Khusus Ibukota.
Dan jawabannya adalah…, Provinsi Kalimantan Timur! Yeaayy, selamat…! Lebih tepatnya berada di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Thursday, 31 January 2019

Sandi Uno Gandeng Nissa Sabyan untuk Kampanye. Signifikan Nggak…?


Pemilu 2019 tak lama lagi akan menghampiri kita semua. Ingat, ya. Buat kamu yang mempunyai hak suara, jangan disia-siakan. Percaya, deh. Di hari pencoblosan pada tanggal 17 April nanti, pemerintah pasti menjadikannya hari libur. Jadi nggak ada alasan buat golput. Yuk, kita ramaikan TPS kita masing-masing…!
Oh ya. Baru saja KPU mengumumkan daftar calon legislatif yang pernah menjadi terpidana kasus korupsi. Sip! Masyarakat memang berhak tahu. Siapa saja caleg yang ternyata pernah menggarong uang rakyat di masa lalu.
Fiuuhh, mari kita escape caleg-caleg eks koruptor itu. Serba-serbi terkait pemilu presiden, tampaknya lebih menarik untuk dipergunjingkan. Kabar terbaru yang menampilkan aktivitas yang dilakoni para kandidat pilpres, kelihatannya lebih asyik untuk diikuti. Ya, kan…?

Tuesday, 15 January 2019

Ini Cerita Soal Tetanggaku yang Jadi Caleg. Kalau Kamu…?


Sudah belasan hari kita menapaki tahun 2019. Tidak terasa, bukan…? Namun, sudah banyak peristiwa yang mengundang perhatian. Di luar soal pemilu, sejumlah peristiwa telah terjadi dan memenuhi benak kita semua.
Yang paling memilukan, akhir tahun 2018 dan awal 2019 dihiasi oleh tragedi. Bencana alam menghantam beberapa daerah. Banjir, tanah longsor, tsunami, dan gunung meletus. Hikkss…, pray for Indonesia.
Tidak hanya bencana alam yang mengusik sanubari. Adanya dugaan praktik prostitusi yang melibatkan kalangan selebriti, tiba-tiba mecungul sebagai topik yang panas. Dari Polda Jawa Timur mengabarkan, seorang artis FTV yang amat populer, diciduk lantaran diduga terlibat prostitusi.

Saturday, 22 December 2018

Tol JKT-SBY Sudah Nyambung Lho. Terus Indonesia Punahnya Dimana Sih, Pak?


Empat bulan menjelang perhelatan pemilu 2019 seperti sekarang, terdapat dua tokoh yang berada di top of mind dari mayoritas masyarakat. Mereka adalah Joko Widodo yang merupakan presiden petahana, dan Prabowo Subianto yang merupakan capres dari kubu oposisi.
Soal exposure dari media, tak diragukan lagi. Baik Jokowi mau pun Prabowo, sama-sama menjadi figur yang tidak pernah sepi dari sorotan. Kedua lelaki ini mempunyai basis pendukungnya masing-masing. Bahkan, para pendukung ini ada yang begitu militan. Betul…?
Wajar apabila Pak Jokowi memperoleh sorotan dari media. Pria ini adalah lokomotifnya pemerintahan yang sedang berkuasa. Segala kebijakan yang dikeluarkannya akan dikulik habis-habisan.