Showing posts with label bani kampret. Show all posts
Showing posts with label bani kampret. Show all posts

Sunday, 14 October 2018

Soal Harga Bensin, Pak Jokowi Itu ‘Maju Kena Mundur Kena’. Betul Nggak…?


Ngomongin Pak Jokowi, yang baru saja viral dan ramai dibicarakan adalah pidatonya pada pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia, di Bali. Pidato itu menyebut-nyebut Game of Thrones.
Kali ini aku tidak akan membahas perihal Game of Thrones. Apalagi soal analoginya yang digunakan untuk menggambarkan kondisi perekonomian dunia saat ini. Otakku belum nyampe, hahaa.
Namun yang jelas, pidato Pak Jokowi yang nyerempet-nyerempet serial Game of Thrones itu, tentu menimbulkan berbagai reaksi. Ada yang terpukau. Ada pula yang tidak begitu paham. Ada yang bangga dan suka. Ehh…, ada juga yang tidak suka.

Wednesday, 5 September 2018

Asian Games 2018: Biarkan Pencibir Menggonggong, Jokowi Tetap Berlalu


Perhelatan Asian Games 2018 telah usai. Tak terasa, ya? Padahal kayaknya masih kemarin gitu…, Pak Jokowi ‘beraksi’ heboh di opening ceremony Asian Games. Namun waktu tak pernah berhenti berputar. Hari Minggu, 2 September malam, multievent olahraga kasta tertinggi di benua Asia itu, memang harus berakhir.
Di upacara penutupan barusan, terdapat segmen yang menampilkan kesenian khas negeri tirai bambu, China. Ya, estafet penyelenggaraan Asian Games berlanjut ke negara berpopulasi terbesar di muka bumi tersebut. Tepatnya di kota Hangzhou, Asian Games ke-19 akan digeber pada tahun 2022 mendatang.
Fiuhh…, jujur. Aku sengaja menulis artikel ini, karena masih belum sepenuhnya move on dari segala ingar-bingar Asian Games barusan. Terlalu banyak. Yaa…, terlalu banyak momen istimewa yang tercipta di gelaran Asian Games ke-18.

Saturday, 18 August 2018

Salah Satu Cara untuk Menjaga Kewarasan: Tidak Nonton ILC-nya TV One…!


Hari-hari belakangan, perhatian kita semua tertuju kepada perayaan kemerdekaan Republik Indonesia ke-73. Selain itu, sebagai bangsa kita harus berbangga. Perhelatan Asian Games ke-18 telah di depan mata. Negeri kita menjadi tuan rumah. Bersiap menjamu para delegasi olahraga dari seantero benua Asia.
Namun, hiruk-pikuk pemilihan presiden tetap menjadi satu isu yang tak tergeser. Karena bagaimana pun juga, dari pilpres bakal lahir sepasang pemimpin yang menjadi nakhoda Indonesia untuk periode 2019-2024.
Sudah dipastikan, paslon yang bakal berkontestasi di pilpres tahun depan hanya dua. Sama seperti di pilpres 2014. Menyadari hal ini, akankah terjadi polarisasi yang dahsyat seperti di musim kampanye pilpres sebelumnya…? Huuftt, sepertinya bakal tak jauh berbeda. Hikkss.

Monday, 6 August 2018

Inilah Definisi Gempa Menurut Kaum ‘Kampret’. Syatet Ya…!


Sebagai seorang makhluk, kita wajib mensyukuri segala takdir dari Yang Maha Kuasa. Sebagai bangsa Indonesia, Tuhan telah menggariskan bahwa negeri kita terletak diantara dua benua, yakni Asia dan Australia. Selain itu, kepulauan Nusantara juga diapit dua samudera: Pasifik dan Hindia.
Namun bukan soal geografis itu saja, yang ditakdirkan Tuhan untuk Indonesia. Negeri ini juga dikelilingi lempeng-lempeng kerak bumi, yang konon bersinggungan satu sama lain. Fakta ini sepertinya pernah kita pelajari di bangku SMP atau SMA.
Meski begitu, kali ini aku tidak bakal membahas soal lempeng-lempeng tersebut. Tentunya ada pihak yang lebih ahli dalam memaparkan perihal lempeng bumi, yang menopang tanah-tanah yang kita pijaki ini.



Monday, 2 July 2018

Menggerutu Lantaran Pertamax Naik, Padahal Sehari-hari ‘Minum’-nya Premium. Kamu Butuh Teman Curhat?


Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018, baru saja kita lalui. Saat ini, proses penghitungan manual masih berlangsung. Sebagian diantara kita pasti sedang harap-harap cemas. Siapakah sosok walikota, atau bupati, atau gubernur, yang bakal menjadi pelayan di daerah kita masing-masing.
Pilkada yang berlangsung pada 27 Juni kemarin, beberapa diantaranya dihiasi oleh quick count yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Hasil quick count-nya pun telah dirilis. Nyaris tak lama seusai coblosan berakhir di setiap tempat pemungutan suara.
Dari hasil hitung cepat tersebut, ada pihak yang menyambutnya gembira. Ada pula pihak yang meringis, pun menangis. Seperti kontestasi pada umumnya. Selalu ada yang menang. Dan yang lainnya harus kalah. Dalam kompetisi, tidak pernah ada dua pemenang. Juara hanyalah satu.

Saturday, 16 June 2018

Daya Beli Rakyat Turun…? Itu Hoaks! Buktinya Masih Banyak yang ‘Bakar’ Duit Buat Nyalain Petasan?!


Alhamdulillah…, Idulfitri telah tiba. Rasa syukur ini membuncah kemana-mana. Kuhaturkan, selamat berlebaran buat pembaca semuanya. Dan yang jelas, selamat berlibur semuanya…?! Karena yang berlibur tak cuma umat Muslim. Seluruh masyarakat Indonesia, tanpa kecuali, semuanya turut merasakan kegembiraan karena cuti di hari Lebaran.
Meski begitu, jagad media sosial masih tetap panas seperti biasanya. Di dunia nyata barangkali kita semua bermaaf-maafan. Namun di dunia maya, rasanya polarisasi antara dua kutub yang berseberangan, tak pernah berhenti untuk ‘berperang’.
Dua kutub tersebut, yang pertama dikenal sebagai bani cebong. Kelompok spesies katak yang diidentikkan sebagai golongan yang menjadi pengagum, pendukung, dan pembela dari petahana. Bagi cebongers, presiden Joko Widodo wajib untuk didukung. Karena pemerintahannya terbentuk secara sah dan konstitusional.