Showing posts with label jakarta. Show all posts
Showing posts with label jakarta. Show all posts

Wednesday, 14 May 2025

Kereta Brawijaya dan Salah Pilih Kursi Jomblo, Hadeehh

Kereta api rasanya tidak terpisahkan dari kehidupanku. Barangkali kalimat tersebut terdengar berlebihan. Namun, aku memang sungguh familiar dengan moda transportasi yang satu ini. Sejak masih duduk di bangku SD, aku sudah terbiasa menggunakan sepur (kereta api, Bahasa Jawa) yang dikelola PT. Kereta Api Indonesia (KAI) tersebut. 

Semasa kecil, kedua orangtuaku kerap membawaku bepergian menggunakan kereta api. Kami berdomisili di Malang, dan keluarga besar kedua orangtuaku mayoritas tinggal di Blitar. Dengan kereta api, kami sekeluarga melakukan perjalanan ke Blitar. Entah itu pada momen mudik Idulfitri, atau saat aku dan kakakku sedang liburan sekolah.

Penataran, adalah rangkaian kereta yang membawa kami dari Malang ke Blitar, maupun sebaliknya. Oh ya, selain akrab dengan kereta Penataran, pada 2005 aku akhirnya merasakan kereta api jarak jauh untuk pertama kalinya. Kereta yang kunaiki tersebut adalah Gajayana. Dari Malang, aku dan ibuku mengunjungi saudara di Jakarta. Wuahh … pengalaman itu masih membekas di benakku.

Monday, 21 October 2019

‘Pulang’ Sejenak ke Jawa


Patut kuakui, saat ini aku termasuk kedalam golongan orang yang merantau. Orang-orang yang sedang menjalani hidup, jauh dari ‘rumah’. Bagiku, rumah adalah sebuah tempat, dimana orangtuaku tinggal. Rumah adalah tempat, dimana aku tumbuh besar. Dan bagiku, rumah yang kumaksud ini berada di tanah Jawa. Di Jawa Timur. Tepatnya di Malang.
Haahh…, anggap saja, tulisan ini menjadi representasi, dari sebuah rasa yang sedang membuncah didalam diriku. Bahwa aku sedang rindu. Kangen. Ya, aku sedang merasa homesick. Aku sedang kangen rumah…
Jika kamu membaca tulisanku ini, barangkali kamu akan mengataiku cengeng. Aku ini lemah. Dan segala umpatan lainnya. Tapi, ya… patut kuakui. Saat ini aku memang sedang lemah. Aku sedang berada di titik, dimana aku sedang rindu rumah. Aku ingin pulang. Aku ingin balik ke kampungku. Namun, aku tak bisa serta-merta memenuhi hasratku ini.

Monday, 25 March 2019

Travelling Bermodal Voucher Diskon…? Bisa Banget!


Alhamdulillah…, akhirnya aku berhasil memaksa diriku sendiri untuk kembali menulis. Kembali berkutat dengan tuts-tuts keyboard. Dan mengabadikan apa yang layak untuk diabadikan.
Oh ya. Kali ini aku ingin berbagi pengalaman. Menceritakan kisah yang kualami. Agar siapa pun yang kebetulan sempat membaca artikel ini, dapat memperoleh sedikit informasi atau pencerahan.
Yaps…! Sesuai dengan judulnya, tulisan kali ini berkaitan dengan urusan perjalanan atau travelling. Sebelumnya aku pernah menuliskan pengalamanku tatkala menggunakan aplikasi Airyrooms untuk pertama kalinya. Kalau kamu belum baca, monggo mampir ke sini. Karena artikel ini bisa disebut sebagai lanjutannya.

Saturday, 22 December 2018

Tol JKT-SBY Sudah Nyambung Lho. Terus Indonesia Punahnya Dimana Sih, Pak?


Empat bulan menjelang perhelatan pemilu 2019 seperti sekarang, terdapat dua tokoh yang berada di top of mind dari mayoritas masyarakat. Mereka adalah Joko Widodo yang merupakan presiden petahana, dan Prabowo Subianto yang merupakan capres dari kubu oposisi.
Soal exposure dari media, tak diragukan lagi. Baik Jokowi mau pun Prabowo, sama-sama menjadi figur yang tidak pernah sepi dari sorotan. Kedua lelaki ini mempunyai basis pendukungnya masing-masing. Bahkan, para pendukung ini ada yang begitu militan. Betul…?
Wajar apabila Pak Jokowi memperoleh sorotan dari media. Pria ini adalah lokomotifnya pemerintahan yang sedang berkuasa. Segala kebijakan yang dikeluarkannya akan dikulik habis-habisan.

Sunday, 16 December 2018

Pengalaman Pertama Booking dan Menginap Via Airy Rooms


Aku bukanlah seorang yang menjalani kehidupan sehari-hari, yang mengharuskanku melakukan perjalanan setiap saat. Bahkan jujur, dalam setahun bisa dihitung dengan jari. Berapa banyak aku melakukan perjalanan ke luar kota, yang membuatku meninggalkan rumah untuk beberapa hari.
Salah satunya, sebuah pengalaman yang baru saja kujalani. Di awal Desember barusan, aku mempunyai suatu urusan, yang membuatku harus menyambangi Jakarta. Keperluanku di ibukota sebenarnya tidak lama. Cuma sehari. Tetapi jika ditambah dengan perjalanan ketika berangkat ke Jakarta dan pulang, maka waktu yang kuhabiskan sekitar 3 hari.

Friday, 8 June 2018

Terciduknya Terduga Teroris di Kampus Negeri, Isu Masjid di DKI yang Terpapar Radikalisme. Lalu Apa Lagi…?

Sulit rasanya, untuk tidak mencermati berbagai berita yang disajikan oleh media belakangan ini. Sejak kericuhan berdarah yang menghentak markas Mako Brimob, Depok, awal Mei kemarin, isu radikalisme dan terorisme kembali mendapatkan panggung.
Aku coba merunut sejak sebulan terakhir. Aksi-aksi terkait ekstremisme seakan menjadi ‘cemilan’ untuk masyarakat Indonesia. Selain penyanderaan polisi di Mako Brimob, kita lantas terhenyak dengan bom-bom yang menyalak di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.
Sungguh luar biasa. Sekaligus memprihatinkan. Beberapa keluarga menjadi pelaku aksi-aksi bom bunuh diri tersebut. Ya…, satu keluarga! Ada bapak, ibu, dan anak-anaknya. Sebuah fakta sinting yang memang benar adanya.

Thursday, 3 May 2018

“Gelang Kode”, Bukti Mustofa Nahra adalah Sherlock Holmes-nya Indonesia!


Hari-hari terakhir ini bukan saja cuaca yang mulai memanas. Namun tensi politik juga ikut memanas. Wajar, pemilu 2019 praktis tinggal setahun lagi. Waktu yang relatif. Bisa dianggap cukup lama, tetapi bisa pula dianggap sebagai waktu yang mulai mepet. Mepet untuk mempersiapkan diri di tahun politik tersebut. Siapa yang mempersiapkan diri…? Ya tentu saja para elit politik itu lah…!
Jakarta sebagai ibukota negara selalu sukses menghadirkan berbagai polemik. Polemik yang serta-merta membuat seisi Indonesia memanas. Masih ingat dengan pilkada DKI di 2017 kemarin…? Pertarungan nampaknya bukan cuma milik Ahok, Anies, atau Agus. Bukan pula untuk warga Jakarta semata. Tetapi telah merembet ke segala penjuru tanah air. Kepada masyarakat non-ibukota yang barangkali tidak mempunyai kepentingan sama sekali dengan Jakarta.
Tak henti-henti, Jakarta selalu menghadirkan isu yang seksi. Isu yang amatlah tumpeh-tumpeh, menyitir dari ungkapan almarhum Jupe yang legendaris itu. Seperti barusan misalnya. Masih cukup ramai diperbincangkan. Peristiwa yang terjadi di perhelatan Car Free Day (CFD) di pusat kota Jakarta, pada hari Minggu, 29 April kemarin.

Wednesday, 14 January 2015

Antara Aku, Turbulensi, dan QZ8501

Lebih dari dua minggu sudah, tragedi Airasia terjadi. Pesawat yang harusnya mengantarkan penumpang dari Surabaya ke Singapura, ternyata mendarat di tempat yang tak seharusnya. Kenyataan pahit pun harus ditelan bulat-bulat. Tatkala pesawat yang mestinya mendarat mulus di bandara Changi itu, malah naas di lautan Selat Karimata.

Sejak akhir tahun 2014, media bertubi-tubi mengulas kecelakaan yang menimpa pesawat Airasia bernomer QZ8501. Kode ini kemudian menjadi begitu populer. Mengalahkan kode MH370 dan MH17. Dua kode penerbangan yang dimiliki dua pesawat naas milik Malaysia Airlines.

Berita terbaru, tim gabungan yang dipimpin Basarnas, berhasil mengangkat bagian ekor dari pesawat keluaran Airbus itu. Bagian ekor yang aku dengar di media, beratnya sampai 10 ton sendiri. Malah, komponen penting yang berupa blackbox, juga telah berhasil ditemukan dan diamankan.