Showing posts with label kampanye. Show all posts
Showing posts with label kampanye. Show all posts

Friday, 31 July 2020

Gibran Rakabuming Mau Ikut Pilkada? Take It Easy…!

Untuk beberapa kasus, pelaksanaan pilkada tak ubahnya pemilihan presiden. Atmosfernya begitu panas. Mendapat sorotan tajam dari media massa. Dan bahkan sampai menimbulkan gesekan di tengah masyarakat.
Ingatkah kamu dengan pilkada DKI Jakarta pada 2017…? Barangkali pemilihan gubernur Jakarta kala itu akan menghadirkan kenangan yang tak lekang oleh waktu. Meski ‘hanya’ untuk memilih pemimpin di Ibukota Negara, namun efeknya mungkin terasa hingga ke masyarakat yang jauh dari Jakarta.
Pilkada DKI 2017 memang ‘menghadirkan’ tokoh-tokoh yang fenomenal. Ada Basuki ‘Ahok’ Tjahaja Purnama, sang petahana yang terdapat stigma ‘double minoritas’ pada dirinya. Ada mantan Mendikbud Anies Baswedan. Dan ada Agus Yudhoyono, sang ‘Pangeran Cikeas’ penerus trah Partai Demokrat.

Thursday, 31 January 2019

Sandi Uno Gandeng Nissa Sabyan untuk Kampanye. Signifikan Nggak…?


Pemilu 2019 tak lama lagi akan menghampiri kita semua. Ingat, ya. Buat kamu yang mempunyai hak suara, jangan disia-siakan. Percaya, deh. Di hari pencoblosan pada tanggal 17 April nanti, pemerintah pasti menjadikannya hari libur. Jadi nggak ada alasan buat golput. Yuk, kita ramaikan TPS kita masing-masing…!
Oh ya. Baru saja KPU mengumumkan daftar calon legislatif yang pernah menjadi terpidana kasus korupsi. Sip! Masyarakat memang berhak tahu. Siapa saja caleg yang ternyata pernah menggarong uang rakyat di masa lalu.
Fiuuhh, mari kita escape caleg-caleg eks koruptor itu. Serba-serbi terkait pemilu presiden, tampaknya lebih menarik untuk dipergunjingkan. Kabar terbaru yang menampilkan aktivitas yang dilakoni para kandidat pilpres, kelihatannya lebih asyik untuk diikuti. Ya, kan…?

Tuesday, 15 January 2019

Ini Cerita Soal Tetanggaku yang Jadi Caleg. Kalau Kamu…?


Sudah belasan hari kita menapaki tahun 2019. Tidak terasa, bukan…? Namun, sudah banyak peristiwa yang mengundang perhatian. Di luar soal pemilu, sejumlah peristiwa telah terjadi dan memenuhi benak kita semua.
Yang paling memilukan, akhir tahun 2018 dan awal 2019 dihiasi oleh tragedi. Bencana alam menghantam beberapa daerah. Banjir, tanah longsor, tsunami, dan gunung meletus. Hikkss…, pray for Indonesia.
Tidak hanya bencana alam yang mengusik sanubari. Adanya dugaan praktik prostitusi yang melibatkan kalangan selebriti, tiba-tiba mecungul sebagai topik yang panas. Dari Polda Jawa Timur mengabarkan, seorang artis FTV yang amat populer, diciduk lantaran diduga terlibat prostitusi.

Saturday, 22 December 2018

Tol JKT-SBY Sudah Nyambung Lho. Terus Indonesia Punahnya Dimana Sih, Pak?


Empat bulan menjelang perhelatan pemilu 2019 seperti sekarang, terdapat dua tokoh yang berada di top of mind dari mayoritas masyarakat. Mereka adalah Joko Widodo yang merupakan presiden petahana, dan Prabowo Subianto yang merupakan capres dari kubu oposisi.
Soal exposure dari media, tak diragukan lagi. Baik Jokowi mau pun Prabowo, sama-sama menjadi figur yang tidak pernah sepi dari sorotan. Kedua lelaki ini mempunyai basis pendukungnya masing-masing. Bahkan, para pendukung ini ada yang begitu militan. Betul…?
Wajar apabila Pak Jokowi memperoleh sorotan dari media. Pria ini adalah lokomotifnya pemerintahan yang sedang berkuasa. Segala kebijakan yang dikeluarkannya akan dikulik habis-habisan.

Tuesday, 4 December 2018

Predikat Apa yang Paling Pantas Disematkan Kepada Pak Harto…?


Keluarga Cendana sepertinya ditakdirkan untuk menjadi bagian dari sejarah perjalanan negara Indonesia. Mendengar istilah “Keluarga Cendana”, kita semua pasti sudah paham. Siapa sajakah yang dimaksud dengan keluarga ini.
Indonesia pernah memiliki seorang presiden, yang memguasai negeri ini selama lebih dari tiga dekade. Dialah Jendral Besar Soeharto. Ya, jendral besar. Karena terdapat lima bintang yang menempel pada dirinya.
Presiden Soeharto, pemimpin terlama di Indonesia. Pic source: merdeka.com

Selama menjadi presiden, Pak Harto mendiami sebuah rumah di jalan Cendana, Jakarta. Bersama istri dan keenam anaknya, keluarga Soeharto menjelma keluarga yang legendaris. Rumah yang berada di jalan Cendana inilah, yang akhirnya dipakai orang-orang untuk menyebut keluarga sang penguasa Orde Baru itu.

Tuesday, 27 November 2018

Selamat Ulang Tahun MetroTV…! Prabowo-Sandi Yakin Boikot MetroTV?


Dalam pemilihan presiden 2019, terdapat dua pasang kandidat. Nomer urut 1 adalah pasangan yang diusung kubu petahana, yakni Presiden Joko Widodo, yang menggandeng Kiai Ma’ruf Amin. Sementara nomer urut 2 adalah Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, jagoannya kelompok oposisi.
Kedua pasangan ini tentu mempunyai tim suksesnya masing-masing. Sebuah tim besar yang terdiri dari kalangan partai politik, mau pun figur-figur profesional yang sengaja di-hiring untuk dapat menciptakan dan menjalankan strategi kampanye yang ciamik.
Timsesnya Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf bernama Tim Kampanye Nasional (TKN). TKN dikomandani oleh pengusaha Erick Thohir. Seorang figur yang belakangan profilnya langsung melesat, karena kesuksesannya dalam menyelenggarakan Asian Games 2018.

Friday, 23 November 2018

Kampanye Asbun Bin Blunder Ala Oposisi


Kalau Kiai Ma’ruf Amin sempat terseok-seok lantaran isu mobil Esemka, Pak Jokowi kupikir lebih heboh lagi. Pria asal Solo ini, malah lebih sering menjadi sasaran serangan dari kubu kampret. Ibarat kata, apa pun yang terucap dari Jokowi, pasti akan dibahas. Apalagi jika pernyataannya mengandung istilah yang tidak biasa. Waaah, akan langsung dikuliti habis-habisan!
Sontoloyo dan genderuwo, menjadi dua istilah yang beberapa waktu terakhir begitu menonjol. Bagaimana tidak menonjol…? Lha wong diucapkan oleh Presiden Jokowi?! Sebagai orang Jawa, wajar bila kata-kata tersebut meluncur dari sang presiden. Karena ‘sontoloyo’ dan ‘genderuwo’ adalah istilah yang lumrah dan amat membumi bagi masyarakat Jawa.
Aku tak menaruh heran, kala Pak Jokowi melayangkan cap sontoloyo dan genderuwo kepada para politisi ‘nakal’. Kita ketahui bersama, akhir-akhir ini banyak politisi yang bisanya cuma melemparkan rasa pesimis, ketimbang menebarkan ungkapan positif dan optimisme.

Sunday, 4 November 2018

Surprise! Lucinta Luna dan Mpok Elly Sugigi Dukung Prabowo-Sandi. Menurutmu…?


Kawan, tidak terasa ya? Hari ini kita sudah menapaki bulan November. Tak lama lagi, tahun 2018 akan segera berlalu. Kemudian datanglah 2019. Tahun yang sepertinya spesial bagi kita semua. Karena kita akan kembali menemui hajatan lima tahunan, yaitu pemilu.
Sesuai rencana, tanggal 17 April 2019 akan dilaksanakan pemilu secara serentak. Artinya, pemilihan untuk anggota DPR atau legislatif, akan diadakan bersamaan dengan pemilihan untuk kepala negara alias presiden.
Coba kamu rasakan. Makin mendekati hari-H pemilu, suasana makin menghangat. Ya, kan…? Semua peristiwa jadi amat sensitif. Bahkan, nyaris segala hal dikait-kaitkan dengan pemilu. Hampir tidak ada yang terlewat, untuk disangkut-pautkan dengan hajatan politik tahun depan. Khususnya pilpres.

Saturday, 27 October 2018

Berkaca dari Oposisi, Masih Efektifkah Mencomot Pahlawan Nasional Sebagai Bahan Jualan Politik?


Salah satu isu yang masih ramai diperbincangkan sekarang adalah insiden bendera bertuliskan kalimat tauhid. But one thing for sure, kali ini aku tidak akan membahas soal itu. Kuakui, kapasitasku belum nyampe untuk mengutak-atiknya. Aku hanya berharap. Semoga kita semua dapat meresponsnya dengan bijak.
Aku lebih suka mengutak-atik seorang Sandiaga Uno. Hmm, bagaimana tidak? Lelaki ini kurasa semakin hari, semakin populer saja. Namun kepopulerannya ini jangan dipandang dari kacamata positif saja. Bahkan kukira, popularitas yang sedang menjangkiti Sandi malah dijejali oleh hal-hal negatif. Uuffttt…!
Sandiaga Uno berambut petai. Pic source: suara.com

Ya, negatif. Isu yang paling mutakhir bisa menjadi contoh yang konkret. Beberapa hari yang lalu, muncul kabar dari seorang wanita yang bernama Gustika Jusuf Hatta. Dari nama belakangnya, kamu mungkin bisa menebak. Benar, Gustika merupakan salah satu keturunan dari Mohammad Hatta, sang bapak proklamator Indonesia.

Friday, 7 September 2018

Kata Mardani, Aksi #2019GantiPresiden Akan Surut Kalau Harga Telur 11.000/kg. Menurutmu…?


Hari-hari belakangan, topik yang santer dibicarakan adalah perihal dolar. Memang sih, nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika (USD) sedang melemah. Yang kudengar, bahkan sempat menyentuh level 15.000 rupiah per satu dolar. Hhmm.
Jujur, sebagai rakyat yang super duper awam soal masalah perekonomian makro, aku tak begitu ambil pusing dengan nilai tukar rupiah tersebut. Aku sih berusaha simpel. Tatkala masih bisa bekerja dan menghasilkan uang, maka aku akan tenang. Dengan begitu, aku masih bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ya, sesimpel itulah hidup. Pokoknya masih bisa membeli bensin untuk motor. Masih bisa membeli nasi lalapan atau pecel setiap hari. Dan tentunya, masih sanggup membeli pulsa untuk keperluan internet. Bagiku, ketika kebutuhan-kebutuhan tersebut masih dapat terpenuhi dengan ‘benar’, maka aku akan baik-baik saja. Semoga.

Friday, 31 August 2018

Neno Warisman: ‘Atlet’ #2019GantiPresiden yang Paling Banyak Dapat Medali Emas!


Kita semua sedang larut dalam euforia pelaksanaan Asian Games 2018. Tak hanya sebagai tuan rumah. Untuk urusan pencapaian para atlet, kita patut berbangga. Karena atlet-atlet Indonesia yang terjun di pesta olahraga terakbar di benua Asia ini, sanggup menorehkan prestasi.
Ya, detik di saat aku menulis artikel ini, Indonesia bertengger di urutan keempat dalam klasemen perolehan medali. Para pejuang Merah Putih, telah menggondol setidaknya 30 medali emas. Belum lagi medali perak dan perunggunya. Ini benar-benar amazing…?!
Mengejutkan. Benar-benar mengejutkan. Sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di Asian Games, baru edisi 2018 ini perolehan medali emasnya awur-awuran. Cabang olahraga yang mencolok tentu saja pencak silat. Karena silat telah menyumbang 14 emas. Selain itu, patut disorot cabang sport climbing dan paragliding. Dua cabang olahraga yang tak begitu populer, namun berhasil ‘berbicara’ di Asian Games kali ini.

Monday, 13 August 2018

Kata Orang Gerindra, Polling di Medsos Jokowi Sering Keok. Hahaa, Penting Ya…?


Genderang pemilihan presiden (pilpres) 2019 telah resmi ditabuh. Di hari terakhir pendaftaran capres dan cawapres, dua pasangan akhirnya menyambangi kantor KPU untuk mengajukan diri. Relatif tak ada kejutan. Sebagai incumbent, Presiden Joko Widodo bakal kembali bersua dengan Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Ini hanyalah ulangan pilpres 2014 lalu.
Jika di calon presiden tidak ada kejutan, lain lagi dengan calon wapres yang digandeng mereka berdua. Di sinilah surprise-nya! Menurut rumor yang kencang beredar, Jokowi akan bersanding dengan Mahfud MD. Namun yang diumumkan Jokowi di Kamis sore, 9 Agustus kemarin, bukanlah pria asal Madura itu. Melainkan KH. Ma’ruf Amin.



Kejutan. Ya…, barangkali para pendukung Pak Jokowi sempat terhenyak, kala mendapati nama Ma’ruf Amin yang dipilih Jokowi untuk bertarung di pilpres 2019. Sebagian besar dari kita tentu mengakui Ma’ruf Amin sebagai salah satu tokoh Islam di negeri ini. Apalagi ia merupakan Ketua MUI. Tetapi tidak membayangkan, lelaki ini duduk sebagai seorang birokrat.

Tuesday, 31 July 2018

Dear Neno Warisman, Anda Sedang Melakukan Panjat Sosial…? Iyuuuhh?!


Apa yang muncul di benakmu kala mendengar nama Neno Warisman…? Akhir-akhir ini Neno Warisman memang cukup ramai dibicarakan. Hal itu lantaran sepak terjangnya di kampanye #2019GantiPresiden. Ya, Neno memang menjadi salah satu tokoh yang getol menyuarakan kampanye tersebut.
Siapa yang tidak kenal dengan kampanye yang satu itu? Kampanye yang pada intinya menunjukkan ketidaksukaan kepada presiden Joko Widodo. Tentunya ada banyak alasan yang melatarbelakangi lahirnya kampanye ganti presiden ini. Namun ada satu yang pasti: tidak ingin Jokowi kembali memimpin Indonesia di 2019 besok.
Bah…! Kampanye ini pastilah sarat akan muatan politis. Terang saja, wong kreatornya adalah Mardani Ali Sera. Mardani adalah kader PKS. Dan PKS adalah parpol yang menjadi oposisi di pemerintahan Jokowi. Hmm, nggak heran lagi deh.



Thursday, 28 June 2018

Hitung Cepat Sudah Usai, Kini Saatnya Hitung Pengeluaran! Hayoo…, Udah Abis Berapa Duit Buat Pilkada?!


Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak telah terlaksana pada Rabu, 27 Juni 2018 kemarin. Secara garis besar, pilkada berjalan cukup kondusif. Kendala dan kekurangan pastilah ada. Tinggal bagaimana kendala ini diatasi dan dijadikan pelajaran untuk pelaksanaan pemilu selanjutnya.
Menarik untuk mengikuti perjalanan pilkada di edisi 2018 ini. Karena dari 171 daerah yang kebagian jatah untuk memilih pemimpin yang baru, beberapa diantaranya merupakan provinsi ‘besar’. Besar di sini barangkali relatif. Namun apabila dilihat dari jumlah penduduknya, maka provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, memang dapat dianggap sebagai provinsi besar.
Tiga provinsi di tanah Jawa tersebut, mempunyai posisi yang cukup signifikan, terutama jika berbicara soal pemilihan presiden 2019 tahun depan. Ketiganya memiliki jumlah pemilih terbanyak. Hingga muncul anggapan, bahwa dengan menguasai ketiga provinsi ini, maka kemenangan di pilpres sudah pasti berada dalam genggaman.