Showing posts with label ideologi. Show all posts
Showing posts with label ideologi. Show all posts

Monday, 29 March 2021

Duhai Teroris, Apakah Kamu Sudah Mencapai “Surga” yang Kamu Tuju?

Tulisan ini lahir lantaran kupelototi breaking news di layar televisi, yang sempat mengabarkan peristiwa di Makassar, Sulawesi Selatan. Kemarin pagi, Minggu, 28 Maret 2021, sebuah tempat dijadikan sasaran untuk meledakkan bom.

Tempat yang menjadi titik ledakan bom pun tidak main-main. Sebuah tempat ibadah umat Nasrani di tengah kota Makassar, kali ini menyalak dengan dahsyatnya. Mendapati realita ini, aku yang cuma masyarakat biasa, hanya bisa mengelus dada. Di benakku, segala rasa tumpang tindih tak keruan. Prihatin. Sedih. Takut. Tetapi juga marah. Sekaligus geram!

Geram kepada para pelaku yang begitu tega, meledakkan bom di depan gereja itu. Tampaknya nyaris semua orang sangat mengutuk aksi brutal ini. Huufftt…, jika ada yang tidak mengutuk atau bahkan mendukung, maka aku sangsi. Apakah makhluk ini benar manusia atau bukan.

Tuesday, 2 October 2018

Upaya Ahmad Dhani untuk Tetap Terlihat ‘Hijau’


Kenapa artikel ini kuberi judul seperti di atas? Biarkan aku menjelaskannya. Di judul itu, aku memberi penekanan pada kata ‘hijau’. Salah satu jenis warna yang tentunya sudah amat familiar bagi kita semua.
Hijau dipandang sebagai warna yang menenangkan, menentramkan. Karena pemandangan alam yang tampak di sekitar kita, juga didominasi oleh warna hijau. Warna hijau juga melambangkan kesuburan.
Tetapi ngomongin soal warna hijau, kukira sebagian besar dari kita sudah cukup paham. Bahwa warna hijau mempunyai arti khusus bagi pemeluk agama Islam. Dalam keyakinan Islam, warna hijau direpresentasikan sebagai warna surga.

Monday, 14 May 2018

Wahai Cecunguk Teroris, Apakah Kau Sudah Mencapai “Surga” yang Kau Tuju?


Tulisan ini lahir lantaran kupelototi breaking news di layar televisi, yang tiada henti-hentinya mengabarkan peristiwa di Jawa Timur. Tepatnya di Surabaya dan Sidoarjo. Sejak kemarin pagi, Minggu, 13 Mei 2018, sejumlah tempat dijadikan sasaran untuk meledakkan bom.
Tempat-tempat yang menjadi sasaran bom pun tidak main-main. Setidaknya ada 3 tempat ibadah umat Nasrani di tengah kota Surabaya, yang terkena bom yang menyalak dengan dahsyatnya.
Mendapati realita ini, aku yang cuma masyarakat biasa, hanya bisa mengelus dada. Di benakku, segala rasa tumpang tindih tak keruan. Prihatin. Sedih. Takut. Tetapi juga marah. Sekaligus geram!
Geram kepada para pelaku yang begitu tega, meledakkan bom di depan gereja-gereja itu. Tampaknya nyaris semua orang sangat mengutuk aksi brutal ini. Huufftt…, jika ada yang tidak mengutuk atau bahkan mendukung, maka aku sangsi. Apakah makhluk ini benar manusia atau bukan.