Showing posts with label najwa shihab. Show all posts
Showing posts with label najwa shihab. Show all posts

Friday, 19 October 2018

Sensitifnya Simbol-simbol Jari Gegara Pemilu


Saat ini, musim kampanye pemilu 2019 memang sudah dimulai. Baik itu pemilu presiden, mau pun pemilu legislatif. Kalau di pilpres, calon wapres nomer urut dua, yakni Sandiaga Uno, kayaknya yang paling semangat buat kampanye. Bagiku, ‘pendekar bango’ ini banci kamera banget deeeh…! Pokoknya, tiada hari tanpa ucapan-ucapan nyeleneh dari Sandi. Betul nggak?!
Hahaa. Cuap-cuap soal Sandi Uno di atas, sekadar prolog saja. Karena aku sedang tidak begitu ingin membahas pria metroseksual yang satu itu. Aku lebih suka ngobrolin hal lainnya. Seperti ini misalnya. Coba kamu amati foto yang kulampirkan di bawah:
Pic source: instagram.com/najwashihab

Gimana…? Menarik kan? Yaps, foto ini kucomot dari akun Instagram resmi-nya Mbak Najwa Shihab. Foto tersebut diambil, setelah episode Mata Najwa yang ditayangkan pada Rabu, 10 Oktober 2018 kemarin.

Friday, 21 September 2018

Trims Mata Najwa! Caleg Mantan Koruptor Mungkin Bakal Punya ‘Wajah Baru’


Ya, aku mau menyampaikan terima kasih kepada Mata Najwa. Talkshow yang tayang tiap Rabu malam di Trans 7 ini, menurutku telah melakukan tugasnya sebagai watchdog. Sebagai ‘anjing penjaga’.
Sebagai watchdog, idealnya media bertugas sebagai corongnya masyarakat. Media bisa menyuarakan apa yang dirasakan oleh warga. Agar suara-suara yang mungkin kurang terdengar, dapat tersampaikan ke pihak-pihak terkait. Dan lebih didengarkan oleh penguasa.
Najwa Shihab, pembawa acara Mata Najwa. Pic source: dok.pribadi

Dalam hal ini, aku berterima kasih kepada tayangan Mata Najwa, edisi Rabu, 19 September kemarin. Topik yang dibawakan Mata Najwa tak pernah mengecewakan, setidaknya bagiku. Dan kali ini, Mata Najwa membahas soal mantan narapidana kasus korupsi, yang masih bisa mengajukan diri sebagai calon legislatif pada pemilu 2019.

Thursday, 2 August 2018

ILC-nya TV One atau Mata Najwa, Mana yang Kamu Pilih…?


Linimasa di jagat Twitter kerap menghadirkan sesuatu yang menarik. Ada saja…, tagar-tagar yang mampu membuat mata melotot. Dan sebagai salah satu platform media sosial, tentu pengguna Twitter berasal dari banyak kalangan, dengan berbagai kepentingan.
Di linimasa Twitter, dikenal istilah trending topic. Trending adalah hal-hal yang sedang ramai disebut-sebut oleh para pengguna medsos. Biasanya, sebuah hal yang sanggup menjadi trending di Twitter adalah peristiwa luar biasa. Atau bisa pula momen penting, langka, dan menarik bagi para netizen.
Namun makin ke sini, trending di jagat Twitter bisa dengan mudah diciptakan. Trending dapat di-create sedemikian rupa. Inilah sisi lain dari media sosial. Orang-orang cerdas dapat memanipulasi sesuatu, hingga membuatnya menjadi topik yang ‘terasa hangat’ bagi khalayak.



Friday, 20 July 2018

Menurut Dirly ‘Idol’, Pasangan Ideal untuk Jokowi adalah Prabowo. Kenapa Bukan HT Saja Sih?!


Tak salah memilih Mata Najwa menjadi salah satu tayangan yang tidak boleh dilewatkan dari layar televisi. Acara berdurasi satu setengah jam ini, nyaris selalu menghadirkan topik-topik yang menarik. Bagiku, menarik tidak harus ‘berat’.
Kadangkala, hal yang terasa remeh-temeh, malah menjadi sesuatu bahasan yang perlu untuk kita ketahui. Contohnya seperti episode Mata Najwa pada Rabu, 18 Juli kemarin. Najwa Shihab menyajikan topik yang cukup menggelitik: #MataNajwaMendadakCaleg
Caleg. Calon legislatif. Istilah ini mulai populer beberapa waktu belakangan. Hal ini lantaran KPU telah membuka pendaftaran bagi parpol, yang hendak mengajukan caleg untuk berlaga di pemilu 2019.

Thursday, 10 May 2018

Hikks, Najwa Shihab “Dilabrak” Prof Yusril di Mata Najwa Edisi HTI


Sejujurnya aku tak begitu mengikuti akun-akun medsos yang dimiliki acara Mata Najwa. Aku lebih suka langsung menontonnya di layar kaca setiap Rabu malam, jam 8. Begitu juga dengan barusan. Sebelumnya aku sama sekali tak mengetahui, bahwa episode Mata Najwa pada 9 Mei 2018 bakal membahas polemik Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).
Ya, kupikir Mata Najwa bakal membahas topik yang sedang panas. Apalagi kalau bukan kericuhan yang terjadi di Mako Brimob di Kepala Dua, Depok. Namun dugaanku salah. Ternyata Mata Najwa lebih memilih untuk mengulas topik lainnya. Topik yang sebenarnya tidak kalah panasnya dengan apa yang terjadi di Mako Brimob barusan.
Dua hari yang lalu, tak sengaja aku membaca sebuah berita yang terbit di kompas.com. Judulnya cukup mencolok mataku, hingga membuatku tertarik untuk membacanya lebih jauh. Judulnya seperti ini: Gugatan Ditolak, Massa Pendukung HTI Sujud Syukur.
Organisasi massa (ormas) yang bernama HTI ini memang sedang menjalani proses hukum. Yang kutahu, mereka sedang mengajukan banding atas pencabutan status badan hukumnya. Dengan kata lain, HTI tidak sah secara hukum dan dinyatakan bubar.

Saturday, 28 April 2018

Mata Najwa Review: Jokowi Menjawab Soal Cawapres, Latihan Tinju, dan Sertifikat Tanah


Mata Najwa edisi Rabu, 25 April kemarin, bagiku amatlah menarik. Bahkan tak hanya menarik. Namun juga penting. Penting karena di gelar wicara tersebut, Presiden Jokowi mempunyai kesempatan untuk menjawab sejumlah isu yang selama ini menerpanya. 

Masih mending kalau isu-isu tersebut bernada positif. Lha sebagian diantaranya, malah terdengar negatif. Oleh sebab itulah, episode Mata Najwa kali ini semoga bisa menjadi jawaban atas beberapa isu miring yang disematkan kepada Jokowi.
Ada banyak isu yang coba dikonfirmasi oleh Najwa Shihab. Dari durasi acara yang cuma sekitar satu setengah jam, beberapa isu yang cukup panas, coba digelindingkan kepada Jokowi. Harapannya, sang presiden dapat menjelaskan. Bagaimana fakta sebenarnya, atas berbagai tudingan negatif yang sering diarahkan kepada pria asal Solo itu.

Thursday, 26 April 2018

Mata Najwa Review: Jawaban Jokowi Atas Isu PKS hingga Novel Baswedan


Mata Najwa adalah sebuah talkshow yang digawangi oleh Najwa Shihab. Jurnalis andal ini sungguh identik acara yang satu itu. Lahir dan besar di stasiun Metro TV. Namun sejak awal 2018, Mata Najwa resmi mengudara melalui Trans 7.
Meski telah pindah stasiun televisi, sama sekali tak memudarkan pesona Mata Najwa. Ia tetaplah menjadi program bincang-bincang yang berbobot. Acara yang selalu ditunggu-tunggu pemirsa setianya. Ketajaman sang ‘tuan rumah’, yakni Najwa Shihab, menjadi kekuatan utama yang membentuk image Mata Najwa sebagai talkshow yang mencerahkan.
Dan aku merupakan salah satu pemirsa setia dari Mata Najwa. Nyaris setiap hari Rabu malam, aku tak melewatkan episode-episodenya. Mata Najwa memang bukan talkshow yang ecek-ecek. Mata Najwa bukanlah tipikal bincang-bincang hiburan yang cuma mengandalkan candaan atau aksi konyol para selebriti.
Lebih dari itu, Mata Najwa memilih jatidiri sebagai program yang berusaha mengupas isu-isu yang tidak sembarangan. Isu-isu yang menyentuh kepentingan masyarakat. Diantara isu-isu yang biasa menjadi ‘santapan’ Mata Najwa, tentulah isu terkait politik yang seringkali masuk ke dalam radar. Hingga akhirnya, Mata Najwa menjadi satu program yang identik dengan isu-isu hangat dari ranah politik.