Showing posts with label pengalaman pribadi. Show all posts
Showing posts with label pengalaman pribadi. Show all posts

Saturday, 14 June 2025

Hikayat Hotel dan Keluhan Pimpinan

Pada suatu masa, aku pernah menjadi sekretaris pimpinan di kantor tempatku bekerja. Yah, selayaknya sekretaris, aku pernah menjalani pekerjaan yang erat kaitannya dengan kepala instansi. Aku mencatat agenda dan jadwal-jadwalnya. Aku mengingatkannya setiap saat. Bahkan, tak jarang aku harus mendampinginya, kemana pun kegiatan yang beliau jalani.

Pada masa itu, termasuk tatkala aku harus menyiapkan kebutuhan pimpinan saat hendak melakukan perjalanan dinas ke luar kota. Memesan tiket pesawat, hingga memastikan beliau memperoleh penginapan yang sesuai keinginan.

Ada satu pengalaman, suatu waktu aku memesan hotel untuk pimpinan lantaran perjalanan dinas ke Jakarta. Seperti biasa, aku memesan hotel via aplikasi dan membayarnya melalui fasilitas corporate credit card. Setelah memesan hotel maupun pesawat, biasanya aku langsung mengunduh kuitansinya. Tentu saja sebagai dokumen pendukung untuk mengerjakan SPJ. Yah, begitulah dunia plat merah, hahaa.

Monday, 25 March 2019

Travelling Bermodal Voucher Diskon…? Bisa Banget!


Alhamdulillah…, akhirnya aku berhasil memaksa diriku sendiri untuk kembali menulis. Kembali berkutat dengan tuts-tuts keyboard. Dan mengabadikan apa yang layak untuk diabadikan.
Oh ya. Kali ini aku ingin berbagi pengalaman. Menceritakan kisah yang kualami. Agar siapa pun yang kebetulan sempat membaca artikel ini, dapat memperoleh sedikit informasi atau pencerahan.
Yaps…! Sesuai dengan judulnya, tulisan kali ini berkaitan dengan urusan perjalanan atau travelling. Sebelumnya aku pernah menuliskan pengalamanku tatkala menggunakan aplikasi Airyrooms untuk pertama kalinya. Kalau kamu belum baca, monggo mampir ke sini. Karena artikel ini bisa disebut sebagai lanjutannya.

Sunday, 16 December 2018

Pengalaman Pertama Booking dan Menginap Via Airy Rooms


Aku bukanlah seorang yang menjalani kehidupan sehari-hari, yang mengharuskanku melakukan perjalanan setiap saat. Bahkan jujur, dalam setahun bisa dihitung dengan jari. Berapa banyak aku melakukan perjalanan ke luar kota, yang membuatku meninggalkan rumah untuk beberapa hari.
Salah satunya, sebuah pengalaman yang baru saja kujalani. Di awal Desember barusan, aku mempunyai suatu urusan, yang membuatku harus menyambangi Jakarta. Keperluanku di ibukota sebenarnya tidak lama. Cuma sehari. Tetapi jika ditambah dengan perjalanan ketika berangkat ke Jakarta dan pulang, maka waktu yang kuhabiskan sekitar 3 hari.

Friday, 20 April 2018

Konsumen Itu Masih “Raja” Lhoo… (Refleksi Hari Konsumen Nasional 2018)






Dua hari yang lalu, tiba-tiba ada satu sms yang masuk ke ponselku. Sms apa ya? Aku sedikit antusias untuk segera mengetahuinya. Wajar, sih. Saat ini, barangkali kita semua sudah tak begitu akrab dengan teknologi yang satu itu. Kita sudah terbiasa dengan pesan instan yang berbasis aplikasi, macam Whatsapp, Line, atau Telegram.
Namun sms masih saja eksis. Masih tetap ada, di kehidupan kita sehari-hari. Tak percaya…? Coba tontonlah televisi di rumahmu masing-masing. Ketika menonton ajang pencarian bakat seperti LIDA atau Indonesian Idol, cara untuk mendukung kontestan tetaplah masih menggunakan sms. Tentunya dengan tarif sms yang premium itu.
Sms juga masih digunakan oleh siapapun untuk menyebarkan informasi secara massal. Seperti sms promo, atau sms mama minta pulsa. Eitss…, jangan coba dikait-kaitkan dengan papa minta saham, ya?! Karena kabar terakhir yang kudengar, si ‘papa’ dituntut 16 tahun penjara lantaran terlibat kasus korupsi e-ktp. Wiuuwww…
Kembali ke sms. Sms yang kuterima dua hari yang lalu. Dan ketika aku membuka ponsel dan membaca isi sms tersebut, aku langsung membuktikan bahwa sms masih eksis dimanfaatkan untuk mem-blast informasi kepada khalayak. Sms yang berisi informasi umum, yang perlu untuk disebarkan kepada publik atau masyarakat.
Sms ini berasal dari BPKN. Sejenak aku mengernyitkan dahi. Apa itu BPKN…? Usut punya usut, setelah aku membuka sms-nya dan kubaca, ternyata BPKN itu adalah Badan Perlindungan Konsumen Nasional.


Tuesday, 18 November 2014

AADC 2014 dan Memori Masa Sekolah

Baru-baru ini kita semua dihebohkan dengan munculnya sebuah iklan dari Line. Salah satu media sosial ini menghadirkan fitur find alumni dengan konsep promosi yang waoowww. Line membuat iklan yang berupa film pendek. Bertajuk minidrama Ada Apa Dengan Cinta? versi 2014. Mendengar beritanya saja, aku pribadi sungguh penasaran. Dan setelah melihat videonya di Youtube yang dirilis pada 7 November lalu, aku cuma bisa bilang: WAAOOOWWWWW!

AADC versi 2014 ini merupakan kelanjutan cerita dari AADC versi 2002 silam. Bedanya, kali ini cuma berupa minidrama berdurasi 10 menitan. Itupun didominasi konten promosi dari si pemilik iklan: Line. Meski begitu, minidrama ini sungguh memikat. Tetap memikat seperti cerita awalnya yang diproduksi oleh Mira Lesmana dan Riri Riza, serta disutradarai oleh Rudy Sudjarwo.

Bagiku pribadi, AADC versi 2002 memang jempolan. Menurutku, film ini adalah salah satu film terbaik dalam sejarah perfilman Indonesia. Ceritanya memang sederhana. Seorang gadis remaja yang terkenal gaul, jatuh cinta dengan seorang pemuda yang bertolak belakang. Ya inilah, kisah antara Cinta dan Rangga menjadi fenomena yang menghentak Indonesia pada 2002 lalu.

Thursday, 21 August 2014

Gara-gara Laskar Pelangi: Mamamia vs Indonesian Idol (Bag.2-habis)

Awal Mei 2008. Di kampus sedang hiruk-pikuk menyambut perayaan satu dekade bergulirnya reformasi. Aku masih ingat betul. Kala itu di layar teve sedang marak iklan politik dari Sutrisno Bachir. Iklan yang cukup membekas di benakku. Karena di iklan tersebut tak hanya mengeksploitasi keindahan alam bumi Indonesia. Namun narasi yang disuarakan asli oleh Sutrisna Bachir, juga mengutip puisi dari Chairil Anwar.

Akhirnya.... jadilah resensiku mengenai Laskar Pelangi. Aku menyerahkan naskahku kepada panitia lomba. Hati kecilku tetap berharap, aku menjadi salah satu pemenang. Tetapi jika tidak, juga tak apa. Toh setidaknya aku sudah berusaha. Dan memiliki novel bergizi ini.

Aku menunggu hasil lomba resensi yang telah kuikuti. Menurut panitia, para pemenang akan diberitahu melalui telepon dan sms. Kutunggu-tunggu, rupanya tak ada kabar untukku. Aku nyaris menyimpulkan, bahwa naskah resensiku kalah bersaing. Yah, tak masalah bagiku. Aku mulai membiasakan hal ini. Karena beberapa kali aku mengirim artikel opini ke koran pun, juga tak ada kabar dimuat atau tidak. Menguap begitu saja.

Thursday, 14 August 2014

Hal Simpel dan Murah Meriah oleh Anak Muda #PatriotIsMe

Ada banyak hal yang bisa dilakukan oleh anak muda. Karena katanya, energi terbaik yang dimiliki seorang manusia adalah saat berada di usia muda. Usia yang selayaknya diisi dengan berbagai aktivitas produktif. Sebagai generasi muda, aku, kamu, dan lainnya dapat melakukan hal yang positif. Kalau kata AA Gym, mulailah dari 3 hal. Pertama, mulailah dari hal yang kecil. Kedua, mulailah dari diri sendiri. Dan ketiga, mulailah dari sekarang!
Tiga tips dari AA Gym itu simpel dan mudah dilakukan. Tak muluk-muluk. Untuk menjaga lingkungan sekitar misalnya. Aku tidak merokok. Semoga aku bisa konsisten dengan pilihanku ini. Tidak merokok tak hanya untuk diri sendiri. Melainkan juga untuk kepentingan orang lain. Dengan tidak merokok, aku berharap orang di sekelilingku bisa betah dan nyaman. Bisa menghirup udara yang tak terkontaminasi asap rokok.
Selain itu, ada juga hal simpel yang bisa kulakukan untuk menjaga kondusifitas lingkungan sekitar. Yakni dengan membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Misalnya ketika berada di kendaraan. Cobalah menahan diri dengan tidak membuang sampah seenaknya. Sabar sejenak. Kita bisa mengantongi sampah di tas atau saku jaket. Begitu sudah turun dari kendaraan, barulah mencari tempat sampah terdekat untuk membuangnya. Jadi, membuang sampah pada tempatnya dan tidak merokok, adalah aktivitas simpel dan murah meriah untuk menjaga lingkungan agar tetap nyaman.
#PatriotIsMe #Advan #damniloveindonesia

Tuesday, 5 July 2011

LEGOWO

Perlahan, masih kudengar adzan dari sekeliling. Termasuk adzan yang mengalun dari masjid depan rumah. Perlahan petang berubah gelap. Dan bumi kembali dirundung malam. Tapi aku, masih tergolek disini. Telentang diatas kasur. Namun tak sedetik pun mataku terpejam. Sengaja kumatikan lampu kamarku. Kuharap, kegelapan dalam kamar bisa membantuku. Membantu mengurangi galau yang tiba-tiba kembali menyeruak.


Lalu kudengar jelas, suara ketawa-ketiwi yang belakangan hari telah menjadi santapan sehari-hariku. Suara yang seakan-akan menggunakan pengeras suara bermerek Toa. Aku telah hafal. Itu adalah suara tetangga sebelah. Tetangga sebelah? Ya, tetangga sebelah kos. Ada 2 orang yang sedang begitu asyik bercengkerama. Seolah tak memedulikan adzan maghrib yang menggema barusan.


Ahh....apa bedanya denganku? Meski aku juga mendengarnya, tapi aku masih bermalas-malasan di kasurku. Tampaknya mereka sungguh asyik mengobrol ria. Seakan baru bertemu setelah berpuluh tahun berpisah. Namanya saja kuping. Meski aku tak ingin mendengar, namun kuping ini tetap menangkap berbagai macam suara, tanpa bisa dikendalikan.

Wednesday, 20 April 2011

Perjalanan dan Ikhtiar (Part.3-Tamat)

Aku bagai melayang di angkasa. Bertebaran mobil-mobil mewah disana-sini. Banyak orang memakai setelan jas rapi dan kinclong. Begitu juga dengan wanitanya, blouse dan rok yang aduhai. Pokoknya….. khas eksekutif muda lah!

Kucoba membangun kepercayaan diri. Kucoba berjalan seperti biasa. Walau aku tak bisa membohongi diri sendiri, bahwa aku amat excited dengan situasi yang sedang kualami. Kudatangi receptionist dan mengutarakan kedatanganku. Yakni interview bca finance di lantai 7.

“KTP-nya…?”

Ekspresi datar ditunjukkan si mbak resepsionis kepadaku seraya meminta ktp. Ok. Kuberikan ktp-ku dan aku diberi ID yang bertuliskan tamu atau guest.

Tuesday, 22 March 2011

Perjalanan dan Ikhtiar (Part.2 - Welcome to Jakarta!!!!!)

Setiap orang memiliki pilihannya masing-masing. Dan orang yang bersangkutan, wajib mempertanggungjawabkan pilihannya itu. Dari hal yang sifatnya rumit, hingga hal yang remeh-temeh. Salah satunya ini. Setiap orang berhak memilih acara kesukaannya. Televisi telah menyediakan puluhan channel tv untuk alternatif setiap pasang mata yang hendak menonton.

Begitu juga denganku. Berhubung aku belum mempunyai tanggung jawab yang berkaitan dengan pekerjaan. Maka akan banyak kutemukan waktu luang di sepanjang hari-hariku. Lalu, jadilah aku menonton tv di sore dan malam hari. Saat bosan menonton berita yang isinya cuma bencana dan lemahnya sikap penguasa, kupindah channel ke acara hiburan.

Salah satu hiburan yang tak bisa dihindari, tentu saja drama seri alias sinetron. Ada beberapa stasiun tv yang dari jam 5 sore, hingga jam 10 malam, slot acaranya diisi sinetron. Sinetron yang dihiasi wajah-wajah selebriti yang sedang jaya-jayanya di jagat hiburan.

Thursday, 17 March 2011

Perjalanan dan Ikhtiar (Part.1)

Alhamdulillah. Tanganku masih tergerak untuk menekan keyboard yang tertera huruf-huruf. Rasanya, sudah lama aku tak melakukan ritual ini. Ritual yang sungguh asyik harusnya. Yakni, memfokuskan diri untuk menulis. Ya, sudah lama memang. Setidaknya untuk 2011 ini. Mulai awal tahun hingga detik ini pun, aku masih disibukkan dalam kaitan upaya untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Mencari kerja.
Namun, rupanya aku tak boleh melupakan waktu untuk menulis. Saat ini, aku harus memaksa diri, tenggelam diantara belantara ingatan. Dan mengabadikan segala pengalaman yang bisa diabadikan. Tujuannya cuma satu. Kelak, aku berharap, agar anakku tahu, kalau ayahnya bisa meninggalkan sesuatu, yang nilainya lebih dari sekadar harta. Semoga.
Perjalanan hidup memang misteri. Tak ada yang tahu, apa yang hendak terjadi selanjutnya. Ini, adalah hak prerogatif dari Sang Maha Memutuskan. Tiba-tiba, aku teringat dengan kisah legenda, sekaligus fenomenal. Dongeng antah-berantah, dengan tokoh utama bernama Fahri. Tentu kau sudah bisa menebak. Kisah ayat-ayat cinta, karangan Habiburrahman El Shirazy.
Fahri dicintai setidaknya oleh 4 wanita. Namun, ia harus memilih. Dan Fahri memilih 2 diantaranya. Bagiku, dongeng Fahri ini sangat membekas. Bukan karena “keistimewaan”-nya, sehingga dikelilingi wanita-wanita cantik dan kaya. Tapi perjalanan hidupnya di negeri bekas Husni Mobarak, Mesir.
Begitu cepat nasib kita berubah.