Showing posts with label joko widodo. Show all posts
Showing posts with label joko widodo. Show all posts

Monday, 23 November 2020

Rizieq Shihab, Figur Nomor Wahid di Benak Orang Indonesia Saat Ini

Hampir seluruh orang di negeri ini sudah amat mafhum, siapa itu Rizieq Shihab. Lelaki keturunan Arab ini dikenal sebagai seorang pendakwah. Bahkan diawal namanya acapkali disematkan sebutan Habib atau Habaib. Jadilah dia dikenal sebagai Habib Rizieq Shihab (HRS).

Sebagai pendakwah, HRS mempunyai sebuah organisasi. Organisasi yang nyaris tidak bisa dilepaskan dari image HRS itu sendiri. Organisasi ini konon memiliki massa yang cukup kuat. Kuat dan loyal, hhmm. Organisasi tersebut bernama Front Pembela Islam (FPI).

Sosok HRS memang kontroversial. Sejak tahun 2017, ia menjalankan ibadah umrah. Namun entah kenapa, HRS tak kunjung pulang ke Indonesia. Sejumlah polemik mengiringi perjalanannya selama berada di Arab Saudi. Spekulasi bermunculan, menebak-nebak apa alasan HRS tidak segera kembali ke Indonesia.

Monday, 26 October 2020

Tinggal 4 Tahun Pak Jokowi Memerintah. Kamu Siap ‘Kehilangan’…?

Undang-undang telah menentukan bahwa masa jabatan Presiden Republik Indonesia hanyalah dua periode. Oleh sebab itu, seseorang boleh menjadi presiden maksimal dua kali lima, alias 10 tahun. Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan Presiden keenam, adalah orang pertama yang menjalani peraturan terkait pembatasan masa jabatan presiden tersebut.

Pembatasan masa jabatan presiden menjadi hanya sebanyak dua periode, telah diberlakukan semenjak masa reformasi. Keputusan ini bercermin dari pengalaman di era Orde Baru, dimana Soeharto mampu menjabat Presiden hingga sekitar 32 tahun lamanya.

Akibatnya, kekuasaan kepala negara menjadi begitu besar. Bahkan terkesan otoriter. Tatkala gelombang reformasi bergulir, dibuatlah peraturan untuk membatasi masa jabatan presiden di Indonesia.

Friday, 14 September 2018

Sandiaga Uno Sang ‘Media Darling’


Beberapa waktu belakangan, sosok Sandiaga Uno sering menjadi pembicaraan. Kupikir pria ini telah menjelma menjadi media darling baru di tanah air. Segala tindak tanduknya selalu memperoleh perhatian. Nyaris semua ucapannya dijadikan kutipan untuk mengisi berita utama di media-media. Dan dipergunjingkan di linimasa media sosial.
Apalagi setelah Sandi Uno melesat mulus menjadi salah satu kandidat pada pilpres 2019. Nyaris tak ada yang menduga, jika lelaki 49 tahun itu bakal turut berkontestasi di pilpres. Sandiaga Uno mengalahkan figur-figur lainnya yang awalnya berpeluang menjadi tandemnya Prabowo Subianto.
Sandiaga Uno. Pic source: wartakota.tribunnews.com

Ya, sungguh merupakan kejutan. Sandi yang belum genap setahun mengemban amanah sebagai wakil gubernur DKI Jakarta, lebih memilih untuk meletakkan jabatan tersebut. Kemudian bersama Prabowo, mendaftarkan diri ke KPU untuk menantang petahana, Presiden Joko Widodo.

Friday, 7 September 2018

Kata Mardani, Aksi #2019GantiPresiden Akan Surut Kalau Harga Telur 11.000/kg. Menurutmu…?


Hari-hari belakangan, topik yang santer dibicarakan adalah perihal dolar. Memang sih, nilai tukar rupiah terhadap dolar amerika (USD) sedang melemah. Yang kudengar, bahkan sempat menyentuh level 15.000 rupiah per satu dolar. Hhmm.
Jujur, sebagai rakyat yang super duper awam soal masalah perekonomian makro, aku tak begitu ambil pusing dengan nilai tukar rupiah tersebut. Aku sih berusaha simpel. Tatkala masih bisa bekerja dan menghasilkan uang, maka aku akan tenang. Dengan begitu, aku masih bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Ya, sesimpel itulah hidup. Pokoknya masih bisa membeli bensin untuk motor. Masih bisa membeli nasi lalapan atau pecel setiap hari. Dan tentunya, masih sanggup membeli pulsa untuk keperluan internet. Bagiku, ketika kebutuhan-kebutuhan tersebut masih dapat terpenuhi dengan ‘benar’, maka aku akan baik-baik saja. Semoga.

Monday, 20 August 2018

Gimana Kalau Rocky Gerung Jadi Komentator Pertandingan Asian Games? Lebih Seru Kali Ya…!


Asian Games telah resmi dimulai. Tepat 18 Agustus kemarin, Presiden Joko Widodo ‘bergoyang dayung’ sebagai tanda dimulainya pesta olahraga terakbar sebenua Asia di Jakarta dan Palembang.
Opening ceremony atau upacara pembukaan yang dilangsungkan di Gelora Bung Karno (GBK), serasa megah dan superistimewa. Aku pribadi menilainya sebagai sajian pertunjukan yang fantastis! Angkat topi buat seluruh tim yang telah bekerja keras, untuk menghadirkan pertunjukan yang sungguh merepresentasikan Indonesia.
Opening ceremony Asian Games 2018, bakal diingat sebagai salah satu upacara pembuka pesta olahraga yang spektakuler. Ya, opening ceremony menjadi satu hal yang krusial. Karena di titik inilah, pesona dari sebuah pesta olahraga bakal ditabuh.

Monday, 13 August 2018

Kata Orang Gerindra, Polling di Medsos Jokowi Sering Keok. Hahaa, Penting Ya…?


Genderang pemilihan presiden (pilpres) 2019 telah resmi ditabuh. Di hari terakhir pendaftaran capres dan cawapres, dua pasangan akhirnya menyambangi kantor KPU untuk mengajukan diri. Relatif tak ada kejutan. Sebagai incumbent, Presiden Joko Widodo bakal kembali bersua dengan Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Ini hanyalah ulangan pilpres 2014 lalu.
Jika di calon presiden tidak ada kejutan, lain lagi dengan calon wapres yang digandeng mereka berdua. Di sinilah surprise-nya! Menurut rumor yang kencang beredar, Jokowi akan bersanding dengan Mahfud MD. Namun yang diumumkan Jokowi di Kamis sore, 9 Agustus kemarin, bukanlah pria asal Madura itu. Melainkan KH. Ma’ruf Amin.



Kejutan. Ya…, barangkali para pendukung Pak Jokowi sempat terhenyak, kala mendapati nama Ma’ruf Amin yang dipilih Jokowi untuk bertarung di pilpres 2019. Sebagian besar dari kita tentu mengakui Ma’ruf Amin sebagai salah satu tokoh Islam di negeri ini. Apalagi ia merupakan Ketua MUI. Tetapi tidak membayangkan, lelaki ini duduk sebagai seorang birokrat.

Sunday, 5 August 2018

Caleg dari Figur Selebriti? Ehmm, Kamu Optimis dengan Mereka…?


Musim pemilu 2019 telah dimulai. Ya…, pemilunya memang masih tahun depan. Namun ingar-bingarnya, sudah sangat terasa dari sekarang. Perhatian utama kita barangkali tertuju kepada pemilu presiden. Sebagai petahana, Presiden Joko Widodo digadang-gadang bakal kembali berlaga di pilpres 2019. Lalu yang menjadi pertanyaan, siapakah yang ‘berani’ menantang Pak Jokowi…?
Kita menapak di awal Agustus 2018. Pendaftaran untuk peserta pilpres resmi dibuka. Penasaranku semakin memuncak. Siapa sajakah tokoh yang benar-benar niat untuk maju ke medan pilpres 2019? Kita amati saja dalam beberapa hari ke depan.
Oke, seraya menunggu kejutan di pilpres, tak ada salahnya untuk menengok ke tahapan pemilu lainnya. Selayaknya pemilu lima tahunan, di 2019 kita juga akan memilih para anggota legislatif. Para ‘wakil rakyat’ yang gajinya tentu berasal dari pajak yang kita bayar secara rutin.



Thursday, 5 July 2018

Benarkah Tuan Guru Bajang NTB Mendukung Jokowi di Pilpres? Wah, Semua Akan ‘Jokowi’ Pada Waktunya!


Mata Najwa edisi Rabu, 4 Juli kemarin, membahas satu isu yang bagiku amatlah menarik. Tak cuma menarik. Namun krusial. Bertajuk Pasar Bebas Capres. Dari judulnya, kamu sudah bisa menebak seperti apa materi bahasan yang ditampilkan. Yapp, musim copras-capres sudah dimulai.
Hal ini tidak terlepas dari pilkada serentak yang baru saja usai. Hasil dari pilkada di sejumlah daerah, mau tak mau menjadi data yang bisa digunakan oleh segenap parpol, sebagai persiapan menuju pemilu 2019.
Ya, pemilu 2019 sudah di depan mata. Tidak hanya pemilu untuk memilih anggota legislatif yang baru. Namun juga pemilu yang lebih ‘seksi’. Lebih menarik di mata kita semua sebagai rakyat Indonesia. Yakni pemilihan presiden untuk masa bakti 2019-2024.

Monday, 7 May 2018

Daripada Pakai Kaos Provokatif, Mending Pakai Jaket Asian Games Kayak Pak Jokowi!


Gerakan massa yang menamakan dirinya sebagai Ganti Presiden 2019, rupanya semakin menembakkan manuvernya. Setelah berhasil membuat ‘keonaran’ di arena Car Free Day (CFD) di Jakarta pada 29 April lalu, tampaknya belum cukup memuaskan libido yang menjalari kelompok ini.
Ya, seperti kita ketahui bersama. Pada hari Minggu, 29 April kemarin, terdapat sebuah kejadian dugaan persekusi yang menimpa seorang ibu-ibu bernama Susi Ferawati. Dan yang mengintimidasi perempuan ini adalah sejumlah orang yang jelas-jelas mengenakan kaos bertuliskan tagar #2019GantiPresiden.
Peristiwa ini sempat menjadi topik panas pekan lalu. Hingga Susi Ferawati memutuskan melaporkan peristiwa tidak mengenakkan yang dialaminya, kepada Polda Metro Jaya. Entah bagaimana kasus ini bakal menggelinding.
Tetapi yang patut mendapatkan perhatian selanjutnya adalah, kelompok yang masih sangat getol menggaungkan wacana ganti presiden di 2019 nanti. Yah, anggap saja kelompok ini sebagai golongan yang tidak pro kepada pemerintah. Karena kalau mereka pro kepada pemerintah, lalu buat capek-capek kampanye mau ganti presiden segala…? Aneh!

Saturday, 28 April 2018

Mata Najwa Review: Jokowi Menjawab Soal Cawapres, Latihan Tinju, dan Sertifikat Tanah


Mata Najwa edisi Rabu, 25 April kemarin, bagiku amatlah menarik. Bahkan tak hanya menarik. Namun juga penting. Penting karena di gelar wicara tersebut, Presiden Jokowi mempunyai kesempatan untuk menjawab sejumlah isu yang selama ini menerpanya. 

Masih mending kalau isu-isu tersebut bernada positif. Lha sebagian diantaranya, malah terdengar negatif. Oleh sebab itulah, episode Mata Najwa kali ini semoga bisa menjadi jawaban atas beberapa isu miring yang disematkan kepada Jokowi.
Ada banyak isu yang coba dikonfirmasi oleh Najwa Shihab. Dari durasi acara yang cuma sekitar satu setengah jam, beberapa isu yang cukup panas, coba digelindingkan kepada Jokowi. Harapannya, sang presiden dapat menjelaskan. Bagaimana fakta sebenarnya, atas berbagai tudingan negatif yang sering diarahkan kepada pria asal Solo itu.

Thursday, 19 April 2018

Istiqomahnya Pria Tua yang bernama Amien


Salah satu tujuan menulis adalah menyalurkan ide maupun gagasan yang muncul di kepala. Dan ide atau gagasan itu terbit, diantaranya sebagai reaksi atas sebuah stimulus. Nah, stimulus yang kumaksud kali ini, lantaran sudah mulai ‘terkesima’ dengan segala nyanyian yang keluar dari mulut seorang pria tua. Pria tua itu bernama Amien. Amien…, yaa sudahlah.


Okelah. Tak perlu banyak bermain kata-kata. Apalah aku ini. Aku cuma sisa jus sianida yang tak pandai bermain diksi. Pria yang kumaksud adalah Amien Rais. Seorang bapak ‘terhormat’ yang ramai dijuluki sebagai Bapak Reformasi. Bapak reformasi…?! Oh really?