Showing posts with label linimasa. Show all posts
Showing posts with label linimasa. Show all posts

Thursday, 4 October 2018

Sama-sama Pengguna Bedah Plastik, Kamu Pilih Bu Ratna atau Roy Kiyoshi…?


Bedah plastik sedang menjadi topik paling hot saat ini. Tiba-tiba, semua orang membicarakan operasi plastik. Jadi begini. Fenomena soal bedah plastik terjadi lantaran satu orang yang bernama Ratna Sarumpaet.
Perempuan yang dikenal sebagai aktivis tersebut, tiba-tiba menjadi sorotan nomer satu di tanah air. Bahkan sejenak, bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah pun kalah gaungnya dengan kehebohan yang diciptakan oleh Ratna.
Kehebohan ala Ratna Sarumpaet dimulai, tatkala ia bercerita bahwa dirinya menjadi korban penganiayaan. Menurutnya, sejumlah orang telah memukulinya, dan kejadiannya berada tidak jauh dari bandara Bandung. Dan terjadi pada 21 September 2018 kemarin.

Friday, 24 August 2018

Perlukah Merasa Kesal dengan Pawai Anak TK yang Menenteng ‘Bedil’ di Probolinggo…?


Selepas perayaan kemerdekaan yang jatuh pada 17 Agustus pekan lalu, kita semua disibukkan dengan euforia upacara pembukaan pesta olahraga terbesar di Asia. Ya, pada 18 Agustus malam, telah dilangsungkan opening ceremony Asian Games 2018. Dan Indonesia memperoleh kehormatan untuk menjadi tuan rumah di perhelatan ke-18 tahun ini.
Semua berdecak kagum, dengan sajian upacara pembukaan yang digeber di GBK Jakarta. Wishnutama dan tim, telah berhasil menghadirkan sebuah pertunjukan kolosal yang sungguh luar biasa.
Opening ceremony Asian Games kemudian menjadi pergunjingan nasional. Tidak hanya lantaran keindahannya yang memanjakan mata. Namun turut diseret ke ranah politik. Bagaimana tidak…? Di awal pertunjukan upacara pembukaan, ditampilkan sosok Presiden Joko Widodo yang beratraksi.

Saturday, 18 August 2018

Salah Satu Cara untuk Menjaga Kewarasan: Tidak Nonton ILC-nya TV One…!


Hari-hari belakangan, perhatian kita semua tertuju kepada perayaan kemerdekaan Republik Indonesia ke-73. Selain itu, sebagai bangsa kita harus berbangga. Perhelatan Asian Games ke-18 telah di depan mata. Negeri kita menjadi tuan rumah. Bersiap menjamu para delegasi olahraga dari seantero benua Asia.
Namun, hiruk-pikuk pemilihan presiden tetap menjadi satu isu yang tak tergeser. Karena bagaimana pun juga, dari pilpres bakal lahir sepasang pemimpin yang menjadi nakhoda Indonesia untuk periode 2019-2024.
Sudah dipastikan, paslon yang bakal berkontestasi di pilpres tahun depan hanya dua. Sama seperti di pilpres 2014. Menyadari hal ini, akankah terjadi polarisasi yang dahsyat seperti di musim kampanye pilpres sebelumnya…? Huuftt, sepertinya bakal tak jauh berbeda. Hikkss.

Monday, 2 July 2018

Menggerutu Lantaran Pertamax Naik, Padahal Sehari-hari ‘Minum’-nya Premium. Kamu Butuh Teman Curhat?


Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018, baru saja kita lalui. Saat ini, proses penghitungan manual masih berlangsung. Sebagian diantara kita pasti sedang harap-harap cemas. Siapakah sosok walikota, atau bupati, atau gubernur, yang bakal menjadi pelayan di daerah kita masing-masing.
Pilkada yang berlangsung pada 27 Juni kemarin, beberapa diantaranya dihiasi oleh quick count yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Hasil quick count-nya pun telah dirilis. Nyaris tak lama seusai coblosan berakhir di setiap tempat pemungutan suara.
Dari hasil hitung cepat tersebut, ada pihak yang menyambutnya gembira. Ada pula pihak yang meringis, pun menangis. Seperti kontestasi pada umumnya. Selalu ada yang menang. Dan yang lainnya harus kalah. Dalam kompetisi, tidak pernah ada dua pemenang. Juara hanyalah satu.

Tuesday, 29 May 2018

PNS Kok Nyinyir Sih…? Balikin Aja Tuh THR-mu!


Anggap saja tulisan ini merupakan suatu reaksi dari apa-apa yang kulihat. Apa-apa yang kuamati. Mayoritas dari kita adalah pengguna media sosial. Khususnya Facebook. Secara otomatis, setiap kita membuka laman Facebook, kita bakal disuguhi bermacam postingan dari akun-akun yang masuk ke dalam friendlist.
Di masa menjelang pemilu 2019 ini, tak sedikit akun-akun yang kemudian bisa berubah 360 derajat. Dia yang awalnya cuma menjadikan medsos sebagai wahana curhat maupun pamer, sekarang turut menjadikan medsos sebagai wahana berkampanye. Wahana untuk berkoar-koar terkait pilihan politiknya.
Hhmm…, sebenarnya tidak ada yang salah dengan fenomena ini. Toh, pijakan kita semua adalah prinsip freedom of speech. Kebebasan berbicara dan berpendapat. Semua orang berhak memiliki pandangannya masing-masing. Dan berharap, orang lain mampu menghargainya.