Showing posts with label pilpres 2014. Show all posts
Showing posts with label pilpres 2014. Show all posts

Monday, 26 October 2020

Tinggal 4 Tahun Pak Jokowi Memerintah. Kamu Siap ‘Kehilangan’…?

Undang-undang telah menentukan bahwa masa jabatan Presiden Republik Indonesia hanyalah dua periode. Oleh sebab itu, seseorang boleh menjadi presiden maksimal dua kali lima, alias 10 tahun. Susilo Bambang Yudhoyono yang merupakan Presiden keenam, adalah orang pertama yang menjalani peraturan terkait pembatasan masa jabatan presiden tersebut.

Pembatasan masa jabatan presiden menjadi hanya sebanyak dua periode, telah diberlakukan semenjak masa reformasi. Keputusan ini bercermin dari pengalaman di era Orde Baru, dimana Soeharto mampu menjabat Presiden hingga sekitar 32 tahun lamanya.

Akibatnya, kekuasaan kepala negara menjadi begitu besar. Bahkan terkesan otoriter. Tatkala gelombang reformasi bergulir, dibuatlah peraturan untuk membatasi masa jabatan presiden di Indonesia.

Tuesday, 10 July 2018

Gegara Reaksinya Atas TGB, Aku ‘Stalking’ Instagram-nya Mbah Amien Rais. Kamu Mau Follow…?

Suasana menjelang pendaftaran untuk pemilu presiden 2019 sudah mulai menghangat. Semua kubu mulai berjibaku. Lobi-lobi semakin kentara. Aneka perbincangan ke arah deal-deal politik kian bertambah intensitasnya. Ya, semua kekuatan politik nasional sudah harus menyongsong fase pendaftaran bakal capres, yang tinggal menghitung hari.
Detik ini, kabar burung yang kudengar dari linimasa medsos, Presiden Joko Widodo telah mengantongi nama bakal cawapres. Seperti yang kita ketahui bersama, sebagai petahana Pak Jokowi sepertinya tetap bakal ikut serta di pilpres tahun depan.
Pria asal Solo ini boleh woles. Karena sejumlah partai politik sudah bersedia memberikan dukungan kepadanya. Hal ini membuat langkahnya kian mulus untuk menapaki pilpres 2019.

Saturday, 30 June 2018

Ahmad Dhani Ngadain Lomba Cover Lagu #2019GantiPresiden, Hadiahnya Umroh Lho! Kamu Mau Coba…?


Tadi malam, tak ada siaran live Piala Dunia. Fase penyisihan grup telah berakhir. Transmedia cuma menayangkan siaran ulang dari pertandingan yang dianggap menarik. Jadi tak alasan bagiku untuk begadang seperti biasanya. Aku memilih tidur lebih awal. Dan untuk mengundang rasa kantuk, aku membaca-baca berita yang muncul di feed medsos.
Dari berita-berita yang kubaca secara online tersebut, mataku kemudian tertarik dengan satu kabar. Kabar yang bagiku sungguh mencolok mata! Kabar ini datang dari musisi yang belakangan pindah profesi menjadi (maunya) politisi. Dialah Ahmad Dhani…?!
Ahmad Dhani. Pic source: merdeka.com

Waaahh…, apa yang terpikir di kepalamu tatkala mendengar figur yang satu ini? Musisi kenamaan dari Surabaya? Pentolan grup band Dewa 19? Bermulut besar? Pembenci Jokowi? Tukang nyinyir? Atau…, apalagi? Hhmm, terserah deh. Kamu hendak menjulukinya seperti apa.

Tuesday, 16 September 2014

Aku Terpapar Hamdan Zoelva Effect?

Pagelaran pemilihan umum 2014 sudah berlalu. Beberapa DPRD bahkan sudah melantik orang-orang baru yang resmi menyandang predikat “anggota dewan”. Begitu juga dengan pemilihan presiden. Presiden ketujuh yang akan melanjutkan estafet yang bernama Indonesia, sudah diputuskan. Bahkan, presiden terpilih itu bersama timnya sudah mulai “bekerja”. Dalam konteks transisi, bukan dalam pemerintahan tentunya.

Pemilihan presiden tahun ini barangkali akan menjadi ajang yang tak akan terlupakan. Mau tidak mau, rakyat terbelah menjadi dua. Sebelum ada salam tiga jari yang dikumandangkan presiden terpilih dari pelabuhan Sunda Kelapa, rakyat “dipaksa” menentukan. Mau salam dua jari, atau salam merah putih.

Proses hingga memperoleh satu pasangan calon yang unggul secara final dan mengikat, harus dilalui dengan garang dan gontok-gontok’an. Di hari coblosan 9 Juli, televisi nasional ikut terbelah, laiknya pilihan rakyat. Sejumlah teve menayangkan hasil quick count, dimana pemenang adalah pasangan A. Tetapi teve-teve lainnya malah menayangkan hasil berbeda.