Showing posts with label tni. Show all posts
Showing posts with label tni. Show all posts

Monday, 22 June 2026

Mengembara ke Situs Kamp Pengungsi Vietnam di Batam

Libur tahun baru hijriah 27 Juni 2025, jatuh pada hari Jumat yang menyambung dengan libur Sabtu Minggu. Kesempatan long weekend seperti ini kerap kumanfaatkan untuk mengeksplorasi tempat-tempat yang belum pernah kudatangi. Kuputuskan untuk melangkahkan kaki ke Batam, karena ada satu objek yang membuatku penasaran. Objek itu adalah bekas kamp pengungsi Vietnam.

Letak eks kamp pengungsi Vietnam ini bukan berada di tengah Kota Batam. Melainkan jauh di Pulau Galang. Namun jangan khawatir. Pulau Batam, Rempang dan Galang sudah terhubung satu sama lain. Terdapat sebuah jalan raya yang menyambungkan ketiganya. Jalan ini dinamai Trans Barelang. Trans Barelang terdiri dari jalan raya, dan enam jembatan yang melintang di atas perairan sempit yang memisahkan ketiga pulau tersebut. Untuk perjalanan kali ini, aku menyewa motor dengan tarif 100 ribu selama 24 jam.

Saturday, 9 January 2016

Dibalik (Film) Jendral Soedirman

Aku pribadi adalah orang yang selektif dalam memilih film yang hendak ditonton di bioskop. Menonton film di bioskop sudah pasti merogoh kocek yang nominalnya setara dengan beberapa bungkus batagor. Aku baru memutuskan pergi ke bioskop bila ada sebuah film yang benar-benar mengundang rasa penasaranku. Apalagi jika film tersebut produksi dalam negeri.

Di penghujung Agustus 2015 barusan, muncul satu film yang dari judulnya saja, aku pribadi sudah amat tertarik. Film itu bertajuk Jendral Soedirman. Sejak duduk di sekolah dasar, aku selalu memperoleh pelajaran sejarah, dimana Jendral Soedirman adalah tokoh pejuang yang penting dan luar biasa. Beliau rela berperang secara gerilya, walau sedang terserang penyakit.

Wednesday, 14 January 2015

Antara Aku, Turbulensi, dan QZ8501

Lebih dari dua minggu sudah, tragedi Airasia terjadi. Pesawat yang harusnya mengantarkan penumpang dari Surabaya ke Singapura, ternyata mendarat di tempat yang tak seharusnya. Kenyataan pahit pun harus ditelan bulat-bulat. Tatkala pesawat yang mestinya mendarat mulus di bandara Changi itu, malah naas di lautan Selat Karimata.

Sejak akhir tahun 2014, media bertubi-tubi mengulas kecelakaan yang menimpa pesawat Airasia bernomer QZ8501. Kode ini kemudian menjadi begitu populer. Mengalahkan kode MH370 dan MH17. Dua kode penerbangan yang dimiliki dua pesawat naas milik Malaysia Airlines.

Berita terbaru, tim gabungan yang dipimpin Basarnas, berhasil mengangkat bagian ekor dari pesawat keluaran Airbus itu. Bagian ekor yang aku dengar di media, beratnya sampai 10 ton sendiri. Malah, komponen penting yang berupa blackbox, juga telah berhasil ditemukan dan diamankan.