Showing posts with label wisata. Show all posts
Showing posts with label wisata. Show all posts

Monday, 22 June 2026

Mengembara ke Situs Kamp Pengungsi Vietnam di Batam

Libur tahun baru hijriah 27 Juni 2025, jatuh pada hari Jumat yang menyambung dengan libur Sabtu Minggu. Kesempatan long weekend seperti ini kerap kumanfaatkan untuk mengeksplorasi tempat-tempat yang belum pernah kudatangi. Kuputuskan untuk melangkahkan kaki ke Batam, karena ada satu objek yang membuatku penasaran. Objek itu adalah bekas kamp pengungsi Vietnam.

Letak eks kamp pengungsi Vietnam ini bukan berada di tengah Kota Batam. Melainkan jauh di Pulau Galang. Namun jangan khawatir. Pulau Batam, Rempang dan Galang sudah terhubung satu sama lain. Terdapat sebuah jalan raya yang menyambungkan ketiganya. Jalan ini dinamai Trans Barelang. Trans Barelang terdiri dari jalan raya, dan enam jembatan yang melintang di atas perairan sempit yang memisahkan ketiga pulau tersebut. Untuk perjalanan kali ini, aku menyewa motor dengan tarif 100 ribu selama 24 jam.

Tuesday, 26 May 2026

Berburu Tugu Khatulistiwa di Pontianak

Pada Tahun Baru Imlek 2024, aku berkesempatan liburan ke Kalimantan Barat. Aku memulai petualanganku dari ibu kota provinsi ini, Pontianak. Kota ini dikenal sebagai Kota Khatulistiwa. Sejak belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di Sekolah Dasar, guruku menerangkan keistimewaan Pontianak sebagai kota yang dilalui garis khatulistiwa. Hal inilah yang membuatku penasaran dengan Pontianak.

Untuk memenuhi rasa penasaranku, objek pertama yang kutuju begitu memijak Pontianak adalah Tugu Khatulistiwa. Pada Selasa, 13 Februari 2024, aku memesan ojek daring untuk mengantarku ke Tugu Khatulistiwa. Dari yang kulihat di peta, letak Tugu Khatulistiwa berada di area utara Kota Pontianak. Tugu Khatulistiwa berada di Jalan Khatulistiwa, Kelurahan Batu Layang, Kecamatan Pontianak Utara.

Wednesday, 17 December 2025

Istana Gebang, Sebongkah Memori Bung Karno di Blitar

Ir. Soekarno adalah proklamator kemerdekaan, sekaligus presiden pertama Republik Indonesia. Pria yang akrab disapa Bung Karno ini lahir di Surabaya, pada 6 Juni 1901. Bung Karno wafat, juga di bulan Juni. Tepatnya pada 21 Juni 1970. Itulah sebabnya, bulan Juni identik sebagai bulannya Bung Karno. Tak sedikit para simpatisan Bung Karno yang menyelenggarakan berbagai kegiatan di sepanjang bulan Juni, untuk mengenang dan menekuri sosok yang satu ini.

Pada Juni 2025 lalu, aku singgah sejenak di Kota Blitar. Selama di Blitar, aku tinggal di rumah nenekku yang berada di Jalan Sultan Agung. Rumah nenekku hanya selemparan batu dari Istana Gebang. Istana Gebang?

Ya, ada sebuah bangunan yang dikenal sebagai Istana Gebang. Lokasinya di Jalan Sultan Agung nomor 59, Kota Blitar. Sedari kecil aku penasaran. Mengapa rumah ini dijuluki Istana Gebang? Padahal jika dilihat dari fisiknya, Istana Gebang tak ubahnya rumah-rumah lawas yang sudah berdiri semenjak zaman sebelum kemerdekaan.

Tuesday, 18 November 2025

Perjalanan Panjang ke Tugu Kilometer Nol Indonesia di Sabang

Saat ini aku masih berdomisili di Sumatera. Oleh karenanya, inilah saat yang tepat untuk mengeksplorasi berbagai daerah yang tersembul di pulau yang berjuluk Andalas tersebut. Kali ini, aku memilih Aceh. Provinsi paling barat Indonesia yang berada di Pulau Sumatera.

Pada liburan Iduladha awal Juni 2025, aku telah menjejakkan kaki di bumi serambi mekkah. Setelah menempuh perjalanan darat selama 10 jam menggunakan bus dari Medan, aku tiba di Terminal Bus Batoh, Banda Aceh. Aku langsung menuju penginapan untuk beristirahat. Objek pertama yang kusambangi adalah Masjid Raya Baiturrahman. Masjid yang menjadi ikon tanah rencong ini terletak di tengah Kota Banda Aceh.

Saturday, 27 September 2025

Mengunjungi Kota Palembang dan Pagoda Pulau Kemaro

Sejak hijrah ke Pulau Sumatera pada awal 2019 untuk bekerja, salah satu yang membuatku bersemangat adalah kesempatan mengeksplorasi segala hal yang terdapat di pulau terluas keenam di dunia tersebut. Pada liburan akhir tahun 2024 lalu, giliran Palembang yang kusambangi. Ya, ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini memang sudah lama mengisi bucket list tempat yang ingin kukunjungi.

Aku memulai perjalananku pada 26 Desember. Dari Bukittinggi di Sumatera Barat, aku menumpang sebuah bus yang akan membawaku ke Palembang. Bus yang kupilih adalah PO. Epa Star. Bus ini start dari Bukittinggi tepat pukul 09.30 wib.

Aku bersorak dalam hati, kala bus mulai berjalan meninggalkan Bukittinggi. Jujur, perjalanan ke Palembang kali ini adalah pengalaman pertamaku mencoba bus lintas Sumatera, dengan jarak yang cukup jauh. Sebelumnya, aku sudah mencoba perjalanan darat dari Bukittinggi ke Pekanbaru, Riau. Jika dibandingkan dengan trip ke Palembang kali ini, jarak yang kutempuh tentu lebih jauh.

Saturday, 30 August 2025

Caraku Mengurangi Rasa Kangen Kepada Ibuk

Dua pekan yang lalu, seratus hari sudah, Ibuku berpulang. Kau tahu, kadang aku masih suka diam sejenak. Menerawang, dan bertanya dalam hati. Benarkah ibuk telah tiada? Ya, sepertinya memang benar.

Kutengok ponselku. Kubuka whatsapp. Aku memasang nomer Ibuk sebagai salah satu kontak yang ku-pin. Dan, chat Ibuk tak pernah bergerak lagi. Buk, aku kangen. Saat Ibuk masih ada, beliau adalah orang yang paling getol menghampiri whatsapp-ku. Bertanya sudah sarapankah? Siang makan apa? Sudah pulang kantorkah? Malam lauk apa? Hujan di Bukittinggi?

Aku harus mulai membiasakan diri. Bahwa chat-chat itu takkan pernah ada lagi. Nomer whatsapp Ibuk masih tetap ku-pin. Kadang jika ada orang yang menyakitiku, kubuka chat Ibuk. Kubaca-baca kalimat-kalimat sederhana dari beliau, yang bisa menguatkanku. Ahh Ibuk, aku kangen.

Friday, 22 August 2025

Masjid Tiban, Keunikan yang Membuat Turen Tersohor

Turen merupakan sebuah kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Barangkali Turen terasa biasa saja, selayaknya kecamatan lainnya yang terdapat di Malang Raya. Bahkan, Turen mungkin kalah pamor dengan Kepanjen, kecamatan yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Malang.

Namun, Turen mempunyai “takdir”-nya sendiri. Ada sebuah objek yang membuat Turen layak dimasukkan ke dalam bucket list tempat yang perlu kamu kunjungi, kala berwisata ke Malang Raya. Malang Raya adalah suatu kawasan yang terdiri dari tiga daerah tingkat dua. Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Kembali ke Turen. Jika Kepanjen memiliki Stadion Kanjuruhan yang menjadi homebase kesebelasan Arema, maka Turen mempunyai sebuah masjid. Masjid ini bukan sembarang masjid. Masjid ini dikenal dengan istilah “tiban”.

Saturday, 14 June 2025

Hikayat Hotel dan Keluhan Pimpinan

Pada suatu masa, aku pernah menjadi sekretaris pimpinan di kantor tempatku bekerja. Yah, selayaknya sekretaris, aku pernah menjalani pekerjaan yang erat kaitannya dengan kepala instansi. Aku mencatat agenda dan jadwal-jadwalnya. Aku mengingatkannya setiap saat. Bahkan, tak jarang aku harus mendampinginya, kemana pun kegiatan yang beliau jalani.

Pada masa itu, termasuk tatkala aku harus menyiapkan kebutuhan pimpinan saat hendak melakukan perjalanan dinas ke luar kota. Memesan tiket pesawat, hingga memastikan beliau memperoleh penginapan yang sesuai keinginan.

Ada satu pengalaman, suatu waktu aku memesan hotel untuk pimpinan lantaran perjalanan dinas ke Jakarta. Seperti biasa, aku memesan hotel via aplikasi dan membayarnya melalui fasilitas corporate credit card. Setelah memesan hotel maupun pesawat, biasanya aku langsung mengunduh kuitansinya. Tentu saja sebagai dokumen pendukung untuk mengerjakan SPJ. Yah, begitulah dunia plat merah, hahaa.

Wednesday, 14 May 2025

Kereta Brawijaya dan Salah Pilih Kursi Jomblo, Hadeehh

Kereta api rasanya tidak terpisahkan dari kehidupanku. Barangkali kalimat tersebut terdengar berlebihan. Namun, aku memang sungguh familiar dengan moda transportasi yang satu ini. Sejak masih duduk di bangku SD, aku sudah terbiasa menggunakan sepur (kereta api, Bahasa Jawa) yang dikelola PT. Kereta Api Indonesia (KAI) tersebut. 

Semasa kecil, kedua orangtuaku kerap membawaku bepergian menggunakan kereta api. Kami berdomisili di Malang, dan keluarga besar kedua orangtuaku mayoritas tinggal di Blitar. Dengan kereta api, kami sekeluarga melakukan perjalanan ke Blitar. Entah itu pada momen mudik Idulfitri, atau saat aku dan kakakku sedang liburan sekolah.

Penataran, adalah rangkaian kereta yang membawa kami dari Malang ke Blitar, maupun sebaliknya. Oh ya, selain akrab dengan kereta Penataran, pada 2005 aku akhirnya merasakan kereta api jarak jauh untuk pertama kalinya. Kereta yang kunaiki tersebut adalah Gajayana. Dari Malang, aku dan ibuku mengunjungi saudara di Jakarta. Wuahh … pengalaman itu masih membekas di benakku.

Sunday, 5 May 2024

Imlek dan Secuil Cerita dari Singkawang

Sekitar tiga bulan yang lalu, aku berkesempatan melakukan perjalanan ke Kalimantan Barat. Rasanya sungguh senang tak terkira, lantaran aku telah berhasil mewujudkan salah satu bucket list yang kumiliki. Bucket list yang kupunya ini adalah daftar tempat yang ingin kudatangi.

Ya, sederhana saja. Salah satu bucket list-ku adalah ingin menapakkan kaki di Kalimantan Barat. Mengunjungi Tugu Khatulistiwa, dan mengabadikan foto untuk kenang-kenangan bahwa aku pernah menjejak di garis lintang nol derajat. Garis yang tepat membagi bumi menjadi dua bagian, utara dan selatan.

Jujur, aku masih belum bisa move on. Ingin rasanya aku mempunyai waktu yang lebih lama, untuk mengeksplorasi bumi Kalimantan Barat. Momen jalan-jalan adalah kegiatan yang amat kusuka. Bertualang sesuka hati. Mengunjungi tenpat-tempat yang belum pernah kudatangi.

Wednesday, 14 February 2024

Cerita Pertama dari Pontianak

Pontianak dan Kalimantan Barat. Awalnya aku hanya mengetahui dua tempat ini saat aku belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kala SD dulu. Ya, Pontianak adalah ibu kota dari Kalimantan Barat. Sebuah provinsi yang berada di bagian barat Pulau Kalimantan. Wilayahnya langsung berbatasan dengan Selat Karimata, yang memisahkannya dengan Pulau Sumatera.

Saat belajar IPS dulu, Pontianak dikenal dengan Kota Khatulistiwa. Hal ini disebabkan adanya garis khatulistiwa yang melalui kota itu. Khatulistiwa sendiri adalah sebuah garis yang membagi bumi menjadi dua bagian. Khatulistiwa adalah garis lintang nol derajat, yang persis membagi bumi menjadi bagian utara dan selatan. Khatulistiwa juga disebut garis ekuator.

Selanjutnya, aku mulai lebih banyak tahu soal Kalimantan Barat. Salah satunya tentang Singkawang. Menurut kabar, kota yang terletak di utara Pontianak ini sangat kental dengan budaya keturunan Tionghoa. Hal ini terkait perdagangan antarbangsa di masa lalu.

Wednesday, 17 January 2024

Pekanbaru dan Museum Sang Nila Utama

Patut diakui, Pulau Sumatera menyimpan banyak keunikan. Sejak aku bekerja di Bukittinggi, aku kerap dibuat takjub dengan apa-apa yang kutemui sehari-hari. Pulau Sumatera memang sungguh kaya. Khususnya soal budaya.

Tentu yang pertama kutemui adalah adat budaya Minangkabau. Mencari nafkah di Bukittinggi, Sumatera Barat, membuatku mempunyai banyak kesempatan untuk mengeksplorasi suku yang terkenal karena rendang-nya yang lezat ini. Namun, Pulau Sumatera tidak hanya tersohor lantaran suku Minangkabau. Ada banyak suku lainnya, yang juga berasal dari pulau terluas keenam di dunia ini.

Salah satunya adalah suku Melayu. Oleh karenanya, mumpung aku masih berdomisili di Sumatera, aku berniat menjelajahi pulau ini sebisaku. Pada awal Juni 2023 lalu, ada libur tanggal merah yang menyambung dengan libur akhir pekan. Kesempatan ini kumanfaatkan untuk mengunjungi Pekanbaru.