Showing posts with label 212. Show all posts
Showing posts with label 212. Show all posts

Sunday, 29 July 2018

Penangkapan Zainudin Hasan dan Kejamnya Framing Media


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak pernah absen dari sorotan utama. Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukannya sering menjadi perbincangan hangat. Sejumlah terduga penerima rasuah selalu menjadi perhatian, tatkala mengenakan rompi berwarna oranye. Rompi KPK yang ‘keramat’ itu.
Tak sedikit figur-figur populer yang akhirnya harus menahan malu. Lantaran harus memakai rompi oranye ketika keluar dari gedung KPK di Jakarta. Bagiku, ada beberapa tokoh menonjol, yang berkesempatan ‘mencicipi’ rompi tersebut.
Sebut saja politisi Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Lalu Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah. Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Akil Mochtar. Disusul Gubernur Sumatra Utara, Gatot Pujo Nugroho. Dan Gubernur ganteng dari Jambi, Zumi Zola.



Saturday, 23 June 2018

Amien Rais Bilang Partai Setan, Habiburokhman Ngomong Mudik Neraka. Selanjutnya Apa Lagi Bos…?


Tak ada yang lebih menyenangkan, selain mendengarkan setiap pernyataan dari para elit politisi. Khususnya dari para elit yang berada di kelompok kontrapenguasa, alias oposisi. Ya, Indonesia yang menganut paham demokrasi, memungkinkan adanya kelompok politik yang berada di luar pemerintahan.
Kelompok oposisi inilah, yang biasanya bertugas sebagai penyeimbang dari pemerintahan yang sedang berkuasa. Mereka bisa melemparkan berbagai kritik, apabila pemerintah dinilai layak untuk menerimanya. Pun, pihak oposisi juga bisa menyumbang masukan untuk jalannya pemerintahan. Meski mereka tidak termasuk ke dalam lingkaran kekuasaan.
Adanya kelompok oposisi, telah melengkapi kehidupan demokrasi di tanah air. Dengan kehadiran para oposan, harapannya pemerintah tidak berjalan secara absolut. Oposisi menjadi pihak yang secara tradisional, merupakan ‘lawan’ dari pemerintah. Menjadi pihak yang dapat lebih leluasa untuk melontarkan kritik dan saran kepada pemerintah.

Monday, 11 June 2018

Amien Rais, Rizieq, dan Prabowo Mau Nyapres Semua. Laahh…, Koalisi Keummatan Bubar Sebelum Jadian?


Kupikir hadirnya bulan Ramadan, tensi perpolitikan di tanah air bakal menurun. Semua bakal mengerem syahwat politiknya masing-masing. Sejenak menyetop diri, untuk menghargai bulan yang penuh kemuliaan. Mengisi Ramadan dengan kegiatan yang membangun.
Nampaknya aku salah besar. Bulan Ramadan sama sekali tidak menyurutkan para elit politisi untuk bermanuver. Semuanya sudah mulai tidak tahan. Untuk segera ‘menjual’ diri. Seolah yang ada di pikiran mereka cuma satu. Pemilihan presiden 2019.
Sebenarnya segala manuver ini amatlah wajar. Jauh-jauh hari para elit mulai memasang kuda-kuda. Tujuannya barangkali untuk melancarkan psywar. Untuk mengirim sinyal ‘ancaman’ kepada semua pihak yang dirasa menjadi lawan.

Wednesday, 30 May 2018

Dari Persaudaraan Alumni 212, Capres untuk Pemilu 2019 adalah Rizieq Shihab dan Prabowo. Kamu Pilih Mana?


Setiap warga di negeri ini mempunyai hak yang sama dalam hal berpolitik. Baik untuk memilih maupun untuk dipilih. Begitu juga dengan kebebasan untuk mengeluarkan dan menyampaikan pendapat. Semua telah dijamin oleh undang-undang.
Oleh sebab itulah. Tatkala sebuah kelompok yang menamakan dirinya sebagai Persaudaraan Alumni 212 menyampaikan sebuah pernyataan, maka sebagai sesama warga Indonesia, kita harus menghargainya. Ssttt…! Tidak boleh mencibir atau nyinyir! Ingat, ini bulan Ramadan. Hehee.
Prabowo dan Rizieq Shihab. Pic source: nasional.inilah.com
Aku membuka artikel ini dengan sebuah pertanyaan sederhana. Jika pilihannya hanya terdapat Habib Rizieq dan Prabowo Subianto, manakah diantara keduanya yang bakal kamu pilih sebagai presiden…? Harus milih yaa?!