Showing posts with label facebook. Show all posts
Showing posts with label facebook. Show all posts

Monday, 13 August 2018

Kata Orang Gerindra, Polling di Medsos Jokowi Sering Keok. Hahaa, Penting Ya…?


Genderang pemilihan presiden (pilpres) 2019 telah resmi ditabuh. Di hari terakhir pendaftaran capres dan cawapres, dua pasangan akhirnya menyambangi kantor KPU untuk mengajukan diri. Relatif tak ada kejutan. Sebagai incumbent, Presiden Joko Widodo bakal kembali bersua dengan Ketum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Ini hanyalah ulangan pilpres 2014 lalu.
Jika di calon presiden tidak ada kejutan, lain lagi dengan calon wapres yang digandeng mereka berdua. Di sinilah surprise-nya! Menurut rumor yang kencang beredar, Jokowi akan bersanding dengan Mahfud MD. Namun yang diumumkan Jokowi di Kamis sore, 9 Agustus kemarin, bukanlah pria asal Madura itu. Melainkan KH. Ma’ruf Amin.



Kejutan. Ya…, barangkali para pendukung Pak Jokowi sempat terhenyak, kala mendapati nama Ma’ruf Amin yang dipilih Jokowi untuk bertarung di pilpres 2019. Sebagian besar dari kita tentu mengakui Ma’ruf Amin sebagai salah satu tokoh Islam di negeri ini. Apalagi ia merupakan Ketua MUI. Tetapi tidak membayangkan, lelaki ini duduk sebagai seorang birokrat.

Monday, 2 July 2018

Menggerutu Lantaran Pertamax Naik, Padahal Sehari-hari ‘Minum’-nya Premium. Kamu Butuh Teman Curhat?


Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2018, baru saja kita lalui. Saat ini, proses penghitungan manual masih berlangsung. Sebagian diantara kita pasti sedang harap-harap cemas. Siapakah sosok walikota, atau bupati, atau gubernur, yang bakal menjadi pelayan di daerah kita masing-masing.
Pilkada yang berlangsung pada 27 Juni kemarin, beberapa diantaranya dihiasi oleh quick count yang dilakukan sejumlah lembaga survei. Hasil quick count-nya pun telah dirilis. Nyaris tak lama seusai coblosan berakhir di setiap tempat pemungutan suara.
Dari hasil hitung cepat tersebut, ada pihak yang menyambutnya gembira. Ada pula pihak yang meringis, pun menangis. Seperti kontestasi pada umumnya. Selalu ada yang menang. Dan yang lainnya harus kalah. Dalam kompetisi, tidak pernah ada dua pemenang. Juara hanyalah satu.

Friday, 1 June 2018

Hei Kau, Akun ‘Nur Aulia’…! Pancasila Bukan Barang Dagangan!


Hari ini adalah 1 Juni 2018. Sebuah hari libur nasional untuk memperingati hari lahirnya Pancasila. Ya, Pancasila. Dasar negara yang sudah disepakati oleh para founding father pada 1945. Karena itu, menerima Pancasila sifatnya adalah mutlak! Mutlak apabila kamu ingin disebut sebagai bagian dari bangsa Indonesia!
Beberapa waktu terakhir, ada satu isu yang mengemuka dan berkaitan dengan Pancasila. Terkait polemik gaji yang diterima oleh para petinggi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Terjadi pro dan kontra, karena disinyalir gaji yang diberikan untuk para pejabat BPIP terlampau tinggi.
Tentunya pemerintah sudah melakukan pengkajian dan mempunyai pertimbangan yang matang, untuk ‘menggelontorkan’ anggaran yang tidak sedikit. Anggaran sebagai ‘upah’ bagi para tokoh yang mengemban tugas penting di lembaga BPIP itu.

Thursday, 3 May 2018

Kamu Suka Selfie di Dalam Mobil atau Jendela Pesawat?

Saat ini kita hidup di zaman millenial. Zaman dimana semua-mua berkaitan dengan media sosial. Media sosial telah merasuk dan menjadi satu hal yang dominan di kehidupan kita sehari-hari. Bagiku pribadi, tentu tidak ada yang salah dengan fenomena ini. Karena pada hakikatnya, tidak ada yang abadi di dunia ini. Semua selalu berubah. Bergeser, mengikuti zaman dan berbagai penemuan yang ada.
Jadi pada intinya, aku mendapatkan sebuah ide, dari sejumlah peristiwa yang aku alami. Dan rasanya tidak afdhol, jika ide-ide tersebut cuma menyesap di pikiran belaka. Tanpa pernah kusajikan melalui media tulis.
Okelah, tak perlu berbasa-basi lagi. Kenapa tulisan kali ini kuberi judul seperti diatas? Ya…, sudah pasti kalian semua pernah menemui swafoto atau selfie, yang menunjukkan si empunya foto sedang berada di dalam mobil atau di dekat jendela pesawat. Pasti pernah, ‘kan? Atau jangan-jangan, kalian sendiri pernah juga mengambil selfie dengan pose seperti itu…? Hayo ngaku?!

Friday, 10 April 2015

Kisah-kisah Seorang Perempuan (introducing to Kumpulan Cerpen Peluru)


Aku, kamu, dan kalian. Kita semua pasti lahir dari seorang perempuan. Muncul dari rahim seorang wanita. Wanita yang kemudian kita sebut sebagai ibu. Takkan ada siapapun yang mampu menggantikan sosok seorang ibu. Betul ‘kan?

Kuakui, ibu adalah seseorang yang paling banyak memberiku cerita. Setiap saat, beliau selalu menampilkan kisah tiada henti. Karena itulah, bersyukurlah buat kita semua, yang masih memiliki kesempatan untuk bersama dengan ibu masing-masing. Karena di sekeliling kita, ada banyak rekan atau tetangga, yang tak lagi seberuntung kita. Mereka, tak lagi bisa bermanja-manja ria bersama ibunya. Mereka, tak lagi dapat mendengar omelan ibu, yang kadang memang mampu membuat kuping panas. Tetapi kuping panas itu, tak ada artinya lagi jika ibu sudah tak berada disisi kita.

“Langit perlahan gelap. Segelap diriku yang dirundung duka. Belum lama, Ibu telah berpulang. Masih di pelupuk mata, tatkala aku ikut menggali tanah untuk menutup jasad Ibu di peristirahatannya yang terakhir. Masih terasa di tanganku, bunga-bunga yang kutaburkan di atas pusaranya. Dan masih jelas tertanam di benakku, nama Ibu yang tertulis tegas di nisan itu. BERLIAN.”

Cuplikan di atas adalah potongan dari cerpen berjudul “Berlian”. Satu dari 11 cerpen yang terangkum di dalam buku terbitan Penerbit Ellunar, yang bertajuk PELURU. Berikut adalah beberapa cuplikan dari cerpen lainnya:

Tuesday, 18 November 2014

AADC 2014 dan Memori Masa Sekolah

Baru-baru ini kita semua dihebohkan dengan munculnya sebuah iklan dari Line. Salah satu media sosial ini menghadirkan fitur find alumni dengan konsep promosi yang waoowww. Line membuat iklan yang berupa film pendek. Bertajuk minidrama Ada Apa Dengan Cinta? versi 2014. Mendengar beritanya saja, aku pribadi sungguh penasaran. Dan setelah melihat videonya di Youtube yang dirilis pada 7 November lalu, aku cuma bisa bilang: WAAOOOWWWWW!

AADC versi 2014 ini merupakan kelanjutan cerita dari AADC versi 2002 silam. Bedanya, kali ini cuma berupa minidrama berdurasi 10 menitan. Itupun didominasi konten promosi dari si pemilik iklan: Line. Meski begitu, minidrama ini sungguh memikat. Tetap memikat seperti cerita awalnya yang diproduksi oleh Mira Lesmana dan Riri Riza, serta disutradarai oleh Rudy Sudjarwo.

Bagiku pribadi, AADC versi 2002 memang jempolan. Menurutku, film ini adalah salah satu film terbaik dalam sejarah perfilman Indonesia. Ceritanya memang sederhana. Seorang gadis remaja yang terkenal gaul, jatuh cinta dengan seorang pemuda yang bertolak belakang. Ya inilah, kisah antara Cinta dan Rangga menjadi fenomena yang menghentak Indonesia pada 2002 lalu.