Showing posts with label quick count. Show all posts
Showing posts with label quick count. Show all posts

Thursday, 28 June 2018

Hitung Cepat Sudah Usai, Kini Saatnya Hitung Pengeluaran! Hayoo…, Udah Abis Berapa Duit Buat Pilkada?!


Pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak telah terlaksana pada Rabu, 27 Juni 2018 kemarin. Secara garis besar, pilkada berjalan cukup kondusif. Kendala dan kekurangan pastilah ada. Tinggal bagaimana kendala ini diatasi dan dijadikan pelajaran untuk pelaksanaan pemilu selanjutnya.
Menarik untuk mengikuti perjalanan pilkada di edisi 2018 ini. Karena dari 171 daerah yang kebagian jatah untuk memilih pemimpin yang baru, beberapa diantaranya merupakan provinsi ‘besar’. Besar di sini barangkali relatif. Namun apabila dilihat dari jumlah penduduknya, maka provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, memang dapat dianggap sebagai provinsi besar.
Tiga provinsi di tanah Jawa tersebut, mempunyai posisi yang cukup signifikan, terutama jika berbicara soal pemilihan presiden 2019 tahun depan. Ketiganya memiliki jumlah pemilih terbanyak. Hingga muncul anggapan, bahwa dengan menguasai ketiga provinsi ini, maka kemenangan di pilpres sudah pasti berada dalam genggaman.

Tuesday, 14 July 2009

Quick Count dan Ekonomi Media

Pencontrengan untuk memilih satu dari ketiga pilihan telah usai dilaksanakan. Tetapi bukan berarti gelaran pemilihan presiden berhenti sampai disini. Pasca pilpres, menjadi tugas yang superpenting bagi KPU, untuk segera menghimpun suara yang sudah diberikan oleh rakyat. Kemudian mengumumkan dan menetapkan siapa pemenang dalam pilpres kali ini. Penghitungan suara secara manual telah dimulai. Kita semua berharap, agar tidak terjadi prahara yang menemani penghitungan suara tersebut. Semua berlangsung dengan aman, kondusif, dan tentunya jujur. 

Bisa ditebak, pelaksanaan pilpres kemarin juga dihiasi dengan adanya quick count (QC). Berbagai stasiun televisi berlomba untuk menyiarkan tayangan mengenai pencontrengan, yang dilengkapi dengan sajian tentang proses QC. Media elektronik tersebut bekerjasama dengan beragam lembaga survei. Bahkan, ada sebuah stasiun televisi yang mengklaim bersifat independen dalam menyelenggarakan QC, tanpa “bantuan” dari lembaga survei.