Showing posts with label liburan. Show all posts
Showing posts with label liburan. Show all posts

Saturday, 27 September 2025

Mengunjungi Kota Palembang dan Pagoda Pulau Kemaro

Sejak hijrah ke Pulau Sumatera pada awal 2019 untuk bekerja, salah satu yang membuatku bersemangat adalah kesempatan mengeksplorasi segala hal yang terdapat di pulau terluas keenam di dunia tersebut. Pada liburan akhir tahun 2024 lalu, giliran Palembang yang kusambangi. Ya, ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini memang sudah lama mengisi bucket list tempat yang ingin kukunjungi.

Aku memulai perjalananku pada 26 Desember. Dari Bukittinggi di Sumatera Barat, aku menumpang sebuah bus yang akan membawaku ke Palembang. Bus yang kupilih adalah PO. Epa Star. Bus ini start dari Bukittinggi tepat pukul 09.30 wib.

Aku bersorak dalam hati, kala bus mulai berjalan meninggalkan Bukittinggi. Jujur, perjalanan ke Palembang kali ini adalah pengalaman pertamaku mencoba bus lintas Sumatera, dengan jarak yang cukup jauh. Sebelumnya, aku sudah mencoba perjalanan darat dari Bukittinggi ke Pekanbaru, Riau. Jika dibandingkan dengan trip ke Palembang kali ini, jarak yang kutempuh tentu lebih jauh.

Friday, 22 August 2025

Masjid Tiban, Keunikan yang Membuat Turen Tersohor

Turen merupakan sebuah kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Barangkali Turen terasa biasa saja, selayaknya kecamatan lainnya yang terdapat di Malang Raya. Bahkan, Turen mungkin kalah pamor dengan Kepanjen, kecamatan yang menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Malang.

Namun, Turen mempunyai “takdir”-nya sendiri. Ada sebuah objek yang membuat Turen layak dimasukkan ke dalam bucket list tempat yang perlu kamu kunjungi, kala berwisata ke Malang Raya. Malang Raya adalah suatu kawasan yang terdiri dari tiga daerah tingkat dua. Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu.

Kembali ke Turen. Jika Kepanjen memiliki Stadion Kanjuruhan yang menjadi homebase kesebelasan Arema, maka Turen mempunyai sebuah masjid. Masjid ini bukan sembarang masjid. Masjid ini dikenal dengan istilah “tiban”.

Sunday, 5 May 2024

Imlek dan Secuil Cerita dari Singkawang

Sekitar tiga bulan yang lalu, aku berkesempatan melakukan perjalanan ke Kalimantan Barat. Rasanya sungguh senang tak terkira, lantaran aku telah berhasil mewujudkan salah satu bucket list yang kumiliki. Bucket list yang kupunya ini adalah daftar tempat yang ingin kudatangi.

Ya, sederhana saja. Salah satu bucket list-ku adalah ingin menapakkan kaki di Kalimantan Barat. Mengunjungi Tugu Khatulistiwa, dan mengabadikan foto untuk kenang-kenangan bahwa aku pernah menjejak di garis lintang nol derajat. Garis yang tepat membagi bumi menjadi dua bagian, utara dan selatan.

Jujur, aku masih belum bisa move on. Ingin rasanya aku mempunyai waktu yang lebih lama, untuk mengeksplorasi bumi Kalimantan Barat. Momen jalan-jalan adalah kegiatan yang amat kusuka. Bertualang sesuka hati. Mengunjungi tenpat-tempat yang belum pernah kudatangi.

Wednesday, 14 February 2024

Cerita Pertama dari Pontianak

Pontianak dan Kalimantan Barat. Awalnya aku hanya mengetahui dua tempat ini saat aku belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kala SD dulu. Ya, Pontianak adalah ibu kota dari Kalimantan Barat. Sebuah provinsi yang berada di bagian barat Pulau Kalimantan. Wilayahnya langsung berbatasan dengan Selat Karimata, yang memisahkannya dengan Pulau Sumatera.

Saat belajar IPS dulu, Pontianak dikenal dengan Kota Khatulistiwa. Hal ini disebabkan adanya garis khatulistiwa yang melalui kota itu. Khatulistiwa sendiri adalah sebuah garis yang membagi bumi menjadi dua bagian. Khatulistiwa adalah garis lintang nol derajat, yang persis membagi bumi menjadi bagian utara dan selatan. Khatulistiwa juga disebut garis ekuator.

Selanjutnya, aku mulai lebih banyak tahu soal Kalimantan Barat. Salah satunya tentang Singkawang. Menurut kabar, kota yang terletak di utara Pontianak ini sangat kental dengan budaya keturunan Tionghoa. Hal ini terkait perdagangan antarbangsa di masa lalu.

Wednesday, 17 January 2024

Pekanbaru dan Museum Sang Nila Utama

Patut diakui, Pulau Sumatera menyimpan banyak keunikan. Sejak aku bekerja di Bukittinggi, aku kerap dibuat takjub dengan apa-apa yang kutemui sehari-hari. Pulau Sumatera memang sungguh kaya. Khususnya soal budaya.

Tentu yang pertama kutemui adalah adat budaya Minangkabau. Mencari nafkah di Bukittinggi, Sumatera Barat, membuatku mempunyai banyak kesempatan untuk mengeksplorasi suku yang terkenal karena rendang-nya yang lezat ini. Namun, Pulau Sumatera tidak hanya tersohor lantaran suku Minangkabau. Ada banyak suku lainnya, yang juga berasal dari pulau terluas keenam di dunia ini.

Salah satunya adalah suku Melayu. Oleh karenanya, mumpung aku masih berdomisili di Sumatera, aku berniat menjelajahi pulau ini sebisaku. Pada awal Juni 2023 lalu, ada libur tanggal merah yang menyambung dengan libur akhir pekan. Kesempatan ini kumanfaatkan untuk mengunjungi Pekanbaru.

Tuesday, 5 May 2020

Ramadan Kali Ini Mengingatkanku dengan Sosok Gus Dur



Ramadan memang bulan yang istimewa. Oleh sebab itu, amatlah lazim jika setiap Muslim ingin bertemu dengan bulan Ramadan setiap tahunnya. Ada sejumlah keutamaan, yang hanya terdapat didalam Ramadan, dan tidak tersedia di bulan-bulan lainnya.
Alhamdulillah. Doa yang kupanjatkan di tahun lalu, dikabulkan oleh Allah. Di penghujung Ramadan tahun lalu, aku bermunajat. Dan barangkali kalian pun juga memanjatkan permohonan yang sama. Semoga masih tersedia umur, dan bertemu dengan Ramadan lagi di tahun depan.
Dan…, detik ini aku sedang mengembuskan napas di bulan suci Ramadan. Syukur alhamdulillah. Tahun ini aku masih beruntung. Karena masih berkesempatan berjumpa dengan Ramadan. Marhaban yaa Ramadan…

Monday, 21 October 2019

‘Pulang’ Sejenak ke Jawa


Patut kuakui, saat ini aku termasuk kedalam golongan orang yang merantau. Orang-orang yang sedang menjalani hidup, jauh dari ‘rumah’. Bagiku, rumah adalah sebuah tempat, dimana orangtuaku tinggal. Rumah adalah tempat, dimana aku tumbuh besar. Dan bagiku, rumah yang kumaksud ini berada di tanah Jawa. Di Jawa Timur. Tepatnya di Malang.
Haahh…, anggap saja, tulisan ini menjadi representasi, dari sebuah rasa yang sedang membuncah didalam diriku. Bahwa aku sedang rindu. Kangen. Ya, aku sedang merasa homesick. Aku sedang kangen rumah…
Jika kamu membaca tulisanku ini, barangkali kamu akan mengataiku cengeng. Aku ini lemah. Dan segala umpatan lainnya. Tapi, ya… patut kuakui. Saat ini aku memang sedang lemah. Aku sedang berada di titik, dimana aku sedang rindu rumah. Aku ingin pulang. Aku ingin balik ke kampungku. Namun, aku tak bisa serta-merta memenuhi hasratku ini.