Showing posts with label padang. Show all posts
Showing posts with label padang. Show all posts

Thursday, 26 February 2026

Kepala Perpustakaan Nasional Resmikan Gedung Perpustakaan Umum Daerah Kota Padang

Minat masyarakat untuk membaca bukannya rendah. Namun, bahan bacaannya yang terbatas. Belum menyentuh ke semua lapisan masyarakat yang membutuhkan. Pernyataan ini disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional RI Prof. E. Aminudin Aziz pada peresmian gedung layanan Perpustakaan Umum Daerah Kota Padang, pada Kamis, 12 Februari 2026.

Pemerintah Kota Padang memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik subbidang perpustakaan dari Perpustakaan Nasional pada tahun anggaran 2025. Dana ini digunakan untuk membangun gedung layanan perpustakaan umum yang berlokasi di Jalan Bagindo Aziz Chan, Kota Padang. Letaknya bersebelahan dengan gedung Youth Center Bagindo Aziz Chan.

Friday, 22 August 2025

Kepala Perpustakaan Nasional Paparkan Hakikat Kecakapan Literasi di Hadapan Mahasiswa Universitas Andalas

Membiasakan gemar membaca adalah pekerjaan yang tidak mudah. Hal ini disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional RI Prof. E. Aminuddin Aziz, M.A., Ph.D pada pembukaan Pekan Literasi Digital Universitas Andalas, pada Rabu (13/8/2025). Kepala Perpustakaan Nasional merupakan salah satu pembicara kunci yang mengisi Pekan Literasi Digital, yang menjadi rangkaian kegiatan Bakti Universitas Andalas tahun 2025.

Bertempat di Auditorium Universitas Andalas, Kepala Perpustakaan Nasional memaparkan hakikat kecakapan literasi di hadapan mahasiswa baru Universitas Andalas. Para mahasiswa baru ini berasal dari berbagai program studi yang tersebar di 15 fakultas. Menurut Kepala Perpustakaan Nasional, kesukaan atas membaca adalah salah satu faktor dapat meningkatkan kemampuan literasi dari seorang individu.

Sunday, 13 July 2025

Rumah Untuk Alie: Perempuan dan Bullying

Pada masa libur Idulfitri lalu, sejumlah film layar lebar dirilis oleh banyak rumah produksi. Tatkala aku menonton Pabrik Gula, ada beberapa iklan yang diputar sebelum filmnya dimulai. Salah satu iklan yang membuatku tertarik adalah trailer film yang berjudul Rumah Untuk Alie.

Sesaat setelah trailer Rumah Untuk Alie diputar, aku sepintas membahasnya dengan Bapak. Ujarku kepada Bapak kala itu, sepertinya Rumah Untuk Alie adalah film yang mengisahkan penderitaan seorang perempuan. Khususnya seorang gadis remaja.

Dan akhirnya, aku tak menunda waktu supaya aku bisa menonton Rumah Untuk Alie tatkala awal dirilis. Long weekend ini, aku langsung bergerak ke Padang untuk menghampiri bioskop kesayangan. Ada beberapa film baru yang ingin kutonton. Pilihan pertama kujatuhkan kepada Rumah Untuk Alie. Aku menonton di XXI Plaza Andalas, pada Jumat, 18 April.

Monday, 21 October 2019

‘Pulang’ Sejenak ke Jawa


Patut kuakui, saat ini aku termasuk kedalam golongan orang yang merantau. Orang-orang yang sedang menjalani hidup, jauh dari ‘rumah’. Bagiku, rumah adalah sebuah tempat, dimana orangtuaku tinggal. Rumah adalah tempat, dimana aku tumbuh besar. Dan bagiku, rumah yang kumaksud ini berada di tanah Jawa. Di Jawa Timur. Tepatnya di Malang.
Haahh…, anggap saja, tulisan ini menjadi representasi, dari sebuah rasa yang sedang membuncah didalam diriku. Bahwa aku sedang rindu. Kangen. Ya, aku sedang merasa homesick. Aku sedang kangen rumah…
Jika kamu membaca tulisanku ini, barangkali kamu akan mengataiku cengeng. Aku ini lemah. Dan segala umpatan lainnya. Tapi, ya… patut kuakui. Saat ini aku memang sedang lemah. Aku sedang berada di titik, dimana aku sedang rindu rumah. Aku ingin pulang. Aku ingin balik ke kampungku. Namun, aku tak bisa serta-merta memenuhi hasratku ini.