Sulit rasanya, untuk tidak mencermati berbagai berita yang disajikan oleh media belakangan ini. Sejak kericuhan berdarah yang menghentak markas Mako Brimob, Depok, awal Mei kemarin, isu radikalisme dan terorisme kembali mendapatkan panggung.
Aku coba merunut sejak sebulan terakhir. Aksi-aksi terkait ekstremisme seakan menjadi ‘cemilan’ untuk masyarakat Indonesia. Selain penyanderaan polisi di Mako Brimob, kita lantas terhenyak dengan bom-bom yang menyalak di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.
Sungguh luar biasa. Sekaligus memprihatinkan. Beberapa keluarga menjadi pelaku aksi-aksi bom bunuh diri tersebut. Ya…, satu keluarga! Ada bapak, ibu, dan anak-anaknya. Sebuah fakta sinting yang memang benar adanya.