Showing posts with label pelesir. Show all posts
Showing posts with label pelesir. Show all posts

Saturday, 27 September 2025

Mengunjungi Kota Palembang dan Pagoda Pulau Kemaro

Sejak hijrah ke Pulau Sumatera pada awal 2019 untuk bekerja, salah satu yang membuatku bersemangat adalah kesempatan mengeksplorasi segala hal yang terdapat di pulau terluas keenam di dunia tersebut. Pada liburan akhir tahun 2024 lalu, giliran Palembang yang kusambangi. Ya, ibu kota Provinsi Sumatera Selatan ini memang sudah lama mengisi bucket list tempat yang ingin kukunjungi.

Aku memulai perjalananku pada 26 Desember. Dari Bukittinggi di Sumatera Barat, aku menumpang sebuah bus yang akan membawaku ke Palembang. Bus yang kupilih adalah PO. Epa Star. Bus ini start dari Bukittinggi tepat pukul 09.30 wib.

Aku bersorak dalam hati, kala bus mulai berjalan meninggalkan Bukittinggi. Jujur, perjalanan ke Palembang kali ini adalah pengalaman pertamaku mencoba bus lintas Sumatera, dengan jarak yang cukup jauh. Sebelumnya, aku sudah mencoba perjalanan darat dari Bukittinggi ke Pekanbaru, Riau. Jika dibandingkan dengan trip ke Palembang kali ini, jarak yang kutempuh tentu lebih jauh.

Monday, 21 October 2019

‘Pulang’ Sejenak ke Jawa


Patut kuakui, saat ini aku termasuk kedalam golongan orang yang merantau. Orang-orang yang sedang menjalani hidup, jauh dari ‘rumah’. Bagiku, rumah adalah sebuah tempat, dimana orangtuaku tinggal. Rumah adalah tempat, dimana aku tumbuh besar. Dan bagiku, rumah yang kumaksud ini berada di tanah Jawa. Di Jawa Timur. Tepatnya di Malang.
Haahh…, anggap saja, tulisan ini menjadi representasi, dari sebuah rasa yang sedang membuncah didalam diriku. Bahwa aku sedang rindu. Kangen. Ya, aku sedang merasa homesick. Aku sedang kangen rumah…
Jika kamu membaca tulisanku ini, barangkali kamu akan mengataiku cengeng. Aku ini lemah. Dan segala umpatan lainnya. Tapi, ya… patut kuakui. Saat ini aku memang sedang lemah. Aku sedang berada di titik, dimana aku sedang rindu rumah. Aku ingin pulang. Aku ingin balik ke kampungku. Namun, aku tak bisa serta-merta memenuhi hasratku ini.