Showing posts with label terorisme. Show all posts
Showing posts with label terorisme. Show all posts

Monday, 29 March 2021

Duhai Teroris, Apakah Kamu Sudah Mencapai “Surga” yang Kamu Tuju?

Tulisan ini lahir lantaran kupelototi breaking news di layar televisi, yang sempat mengabarkan peristiwa di Makassar, Sulawesi Selatan. Kemarin pagi, Minggu, 28 Maret 2021, sebuah tempat dijadikan sasaran untuk meledakkan bom.

Tempat yang menjadi titik ledakan bom pun tidak main-main. Sebuah tempat ibadah umat Nasrani di tengah kota Makassar, kali ini menyalak dengan dahsyatnya. Mendapati realita ini, aku yang cuma masyarakat biasa, hanya bisa mengelus dada. Di benakku, segala rasa tumpang tindih tak keruan. Prihatin. Sedih. Takut. Tetapi juga marah. Sekaligus geram!

Geram kepada para pelaku yang begitu tega, meledakkan bom di depan gereja itu. Tampaknya nyaris semua orang sangat mengutuk aksi brutal ini. Huufftt…, jika ada yang tidak mengutuk atau bahkan mendukung, maka aku sangsi. Apakah makhluk ini benar manusia atau bukan.

Monday, 25 June 2018

Vonis Mati Aman Abdurrahman, Akankah Mempengaruhi Eksistensi JAD?


Sidang terdakwa teroris Aman Abdurrahman, hari Jumat, 22 Juni kemarin, mencapai klimaksnya. Sebelumnya, jaksa menuntut pentolan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu dengan pidana maksimal: hukuman mati. Hhmm, ngeri.
Dan klimaks sidang Aman tersebut, ternyata seirama dengan tuntutan yang sudah dipatok jaksa. Majelis hakim menjatuhkan pidana mati kepada lelaki ini (sumber). Kawan, bagaimana pendapatmu atas vonis yang menimpa Aman…?
Jujur, aku termasuk ke dalam golongan orang yang merasa lega dengan vonis mati tersebut. Pandanganku ini merujuk kepada fakta-fakta yang tercetus selama persidangan berlangsung. Ya, Aman Abdurrahman diyakini sebagai tokoh sentral yang menyebabkan sejumlah aksi teror di tanah air.

Wednesday, 20 June 2018

Thanks Pak Jokowi, Indonesia Masuk 10 Besar Negara Teraman di Dunia. Ehh, Predikat Ini Mitos atau Fakta, Ya…?


Diantara berbagai kabar arus mudik dan nyinyiran para tokoh oposisi yang mulai gaspol selepas Lebaran, ada nyempil satu berita yang terdengar cukup menyenangkan. Berita itu menyebut: Indonesia masuk ke dalam daftar 10 negara teraman di dunia. Waahh…, bukankah ini terdengar menggembirakan?!
Setidaknya seperti itulah informasi yang dirilis oleh lembaga riset internasional, Gallup’s Law and Order. Lembaga ini menampilkan laporan yang bertajuk Law and Order Index. Kamu bisa membaca sumber lengkapnya di sini.
Simpelnya, Law and Order Index berisi daftar negara paling aman, dari peringkat tertinggi hingga paling rendah. Riset dilakukan melalui wawancara kepada lebih dari 148.000 orang dewasa sebagai responden, hingga menghasilkan sejumlah skor untuk 142 negara.

Friday, 8 June 2018

Terciduknya Terduga Teroris di Kampus Negeri, Isu Masjid di DKI yang Terpapar Radikalisme. Lalu Apa Lagi…?

Sulit rasanya, untuk tidak mencermati berbagai berita yang disajikan oleh media belakangan ini. Sejak kericuhan berdarah yang menghentak markas Mako Brimob, Depok, awal Mei kemarin, isu radikalisme dan terorisme kembali mendapatkan panggung.
Aku coba merunut sejak sebulan terakhir. Aksi-aksi terkait ekstremisme seakan menjadi ‘cemilan’ untuk masyarakat Indonesia. Selain penyanderaan polisi di Mako Brimob, kita lantas terhenyak dengan bom-bom yang menyalak di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.
Sungguh luar biasa. Sekaligus memprihatinkan. Beberapa keluarga menjadi pelaku aksi-aksi bom bunuh diri tersebut. Ya…, satu keluarga! Ada bapak, ibu, dan anak-anaknya. Sebuah fakta sinting yang memang benar adanya.

Friday, 25 May 2018

Ini Trailer Film #22menit, yang Diangkat dari Teror Bom Thamrin 2016. Bikin Penasaran!


Belakangan kasus terorisme merebut perhatian kita semua. Satu fakta semakin menguat, bahwa negeri Indonesia tercinta ini belum sepenuhnya terbebas dari paham terorisme. Masih ada oknum-oknum yang dengan pongahnya menjadikan paham radikalisme dan ekstremisme sebagai jalan hidup.
Sejumlah aksi teror masih menghiasi bumi Nusantara dalam beberapa tahun terakhir. Sebut saja aksi teror di kawasan Thamrin, Jakarta, pada Januari 2016. Lalu bom di sebuah gereja di Samarinda pada akhir 2016. Yang terbaru, kita semua dibikin terhenyak oleh aksi pemberontakan napi terorisme di Mako Brimob, Depok, dan bom bunuh diri di sejumlah titik di Surabaya.

Saturday, 19 May 2018

Nyawa Dibalas Nyawa, Aman Abdurrahman Dedengkot JAD Dituntut Hukuman Mati, Kamu Setuju?


Kabar dari ranah terorisme masih menjadi headline. Yang terbaru, seorang narapidana kasus terorisme yang bernama Aman Abdurrahman, dituntut hukuman mati. Ckckckkk…, hukuman mati? Waduhh, jika jaksa di persidangan sampai ‘tega’ menuntutnya untuk mendapatkan hukuman yang paling maksimal itu, maka sosok Aman Abdurrahman ini barangkali memang ‘luar biasa’.
Luar biasanya ini tolong jangan disalahartikan. Tatkala seorang pesakitan sampai dituntut hukuman seumur hidup atau bahkan mati, berarti perbuatan yang dilakukannya memang extraordinary. Kejahatannya dianggap super, dan layak diganjar hukuman yang setimpal, yaitu pidana mati.

Monday, 14 May 2018

Wahai Cecunguk Teroris, Apakah Kau Sudah Mencapai “Surga” yang Kau Tuju?


Tulisan ini lahir lantaran kupelototi breaking news di layar televisi, yang tiada henti-hentinya mengabarkan peristiwa di Jawa Timur. Tepatnya di Surabaya dan Sidoarjo. Sejak kemarin pagi, Minggu, 13 Mei 2018, sejumlah tempat dijadikan sasaran untuk meledakkan bom.
Tempat-tempat yang menjadi sasaran bom pun tidak main-main. Setidaknya ada 3 tempat ibadah umat Nasrani di tengah kota Surabaya, yang terkena bom yang menyalak dengan dahsyatnya.
Mendapati realita ini, aku yang cuma masyarakat biasa, hanya bisa mengelus dada. Di benakku, segala rasa tumpang tindih tak keruan. Prihatin. Sedih. Takut. Tetapi juga marah. Sekaligus geram!
Geram kepada para pelaku yang begitu tega, meledakkan bom di depan gereja-gereja itu. Tampaknya nyaris semua orang sangat mengutuk aksi brutal ini. Huufftt…, jika ada yang tidak mengutuk atau bahkan mendukung, maka aku sangsi. Apakah makhluk ini benar manusia atau bukan.

Friday, 11 May 2018

Mungkin Saking Murkanya Pak Krishna Murti, Hingga Sempat Mengunggah Foto “Itu” di Instagram


Tragedi yang terjadi di Markas Komando Brimob, Kelapa Dua, Depok, masih hangat di benak kita semua. Berbagai informasi terkait peristiwa menggemparkan itu, masih berseliweran tiada henti. Sebagai bangsa tentu kita kehilangan. Setidaknya ada lima prajurit kepolisian yang meregang nyawa, ketika peristiwa ini meletus sejak Selasa, 8 Mei, malam.
Seperti peristiwa menghebohkan pada umumnya. Selalu ada saja yang mampu mengabadikan apa pun yang terjadi di sepanjang peristiwa yang bersangkutan. Entah itu dalam bentuk foto maupun video. Lalu dengan secepat kilat, dokumentasi itu diunggah ke media sosial. Dan tak lama, ‘seluruh dunia’ bakal mengetahuinya.
Begitu juga dengan apa yang baru saja terjadi di Mako Brimob Depok. Ketika kerusuhan masih berlangsung, aku sempat melihat sebuah video yang diedarkan oleh satu media online terkemuka. Video ini menunjukkan seseorang yang diduga sebagai salah satu napi yang bikin kisruh di Mako. Saat kutelusuri, ternyata sumber video itu berasal dari unggahan live sebuah akun Instagram. Video itu kemudian tersebar, dan menjadi viral.