Showing posts with label densus 88. Show all posts
Showing posts with label densus 88. Show all posts

Monday, 25 June 2018

Vonis Mati Aman Abdurrahman, Akankah Mempengaruhi Eksistensi JAD?


Sidang terdakwa teroris Aman Abdurrahman, hari Jumat, 22 Juni kemarin, mencapai klimaksnya. Sebelumnya, jaksa menuntut pentolan kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) itu dengan pidana maksimal: hukuman mati. Hhmm, ngeri.
Dan klimaks sidang Aman tersebut, ternyata seirama dengan tuntutan yang sudah dipatok jaksa. Majelis hakim menjatuhkan pidana mati kepada lelaki ini (sumber). Kawan, bagaimana pendapatmu atas vonis yang menimpa Aman…?
Jujur, aku termasuk ke dalam golongan orang yang merasa lega dengan vonis mati tersebut. Pandanganku ini merujuk kepada fakta-fakta yang tercetus selama persidangan berlangsung. Ya, Aman Abdurrahman diyakini sebagai tokoh sentral yang menyebabkan sejumlah aksi teror di tanah air.

Thursday, 3 June 2010

Antara Mavi Marmara, Teroris, dan Aku

Rasanya gatal sekali jari-jariku ini. Sehingga menuntunku untuk kembali, nulisssss!!!!!! Kali ini adalah murni opiniku. Pendapatku. Seputar sebuah peristiwa aktual yang bagiku sangat mengoyak sisi dramatis dalam diriku. Mungkin peristiwa ini sedang menjadi bahan pergunjingan di seantero jagat raya. Atau mungkin, hanya media massa saja yang membesar-besarkannya.
Terlepas dari peran media, nampaknya misi kemanusiaan yang bernama Flotilla Free for Gaza, menjadi sesuatu yang cukup menarik perhatian saat ini. Ehhmmm... atau jangan-jangan, sebenarnya tragedi yang menimpa sebuah kapal laut yang bernama Mavi Marmara ini, cuma ramai di media??? Sementara banyak orang sebenarnya tak peduli, dengan apa yang telah terjadi di lepas pantai Gaza itu.
Entahlah. Yang pasti segala macam rasa sedang berperang di benakku. Antara marah, kepada Israel yang terus saja tanpa merasa bersalah sedikitpun, membombardir siapapun yang ingin menganggu “kedaulatan” mereka atas nasib orang Palestina. Mungkin juga khawatir, karena dari sekian relawan yang ingin menolong rakyat Gaza lewat Mavi Marmara itu, adalah warga negara Indonesia. Saudara sebangsa setanah air.
Tetapi juga skeptis.