Monday, 11 June 2018

Amien Rais, Rizieq, dan Prabowo Mau Nyapres Semua. Laahh…, Koalisi Keummatan Bubar Sebelum Jadian?


Kupikir hadirnya bulan Ramadan, tensi perpolitikan di tanah air bakal menurun. Semua bakal mengerem syahwat politiknya masing-masing. Sejenak menyetop diri, untuk menghargai bulan yang penuh kemuliaan. Mengisi Ramadan dengan kegiatan yang membangun.
Nampaknya aku salah besar. Bulan Ramadan sama sekali tidak menyurutkan para elit politisi untuk bermanuver. Semuanya sudah mulai tidak tahan. Untuk segera ‘menjual’ diri. Seolah yang ada di pikiran mereka cuma satu. Pemilihan presiden 2019.
Sebenarnya segala manuver ini amatlah wajar. Jauh-jauh hari para elit mulai memasang kuda-kuda. Tujuannya barangkali untuk melancarkan psywar. Untuk mengirim sinyal ‘ancaman’ kepada semua pihak yang dirasa menjadi lawan.

Friday, 8 June 2018

Terciduknya Terduga Teroris di Kampus Negeri, Isu Masjid di DKI yang Terpapar Radikalisme. Lalu Apa Lagi…?

Sulit rasanya, untuk tidak mencermati berbagai berita yang disajikan oleh media belakangan ini. Sejak kericuhan berdarah yang menghentak markas Mako Brimob, Depok, awal Mei kemarin, isu radikalisme dan terorisme kembali mendapatkan panggung.
Aku coba merunut sejak sebulan terakhir. Aksi-aksi terkait ekstremisme seakan menjadi ‘cemilan’ untuk masyarakat Indonesia. Selain penyanderaan polisi di Mako Brimob, kita lantas terhenyak dengan bom-bom yang menyalak di Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur.
Sungguh luar biasa. Sekaligus memprihatinkan. Beberapa keluarga menjadi pelaku aksi-aksi bom bunuh diri tersebut. Ya…, satu keluarga! Ada bapak, ibu, dan anak-anaknya. Sebuah fakta sinting yang memang benar adanya.

Wednesday, 6 June 2018

Ketum Golkar Jadi Komentator di Siaran Liga 1. Mulai ‘Tebar Pesona’…?


Ada yang menarik dari siaran sepak bola yang disiarkan channel Indosiar tadi malam. Ya, pada Selasa 5 Juni kemarin, terdapat siaran live pertandingan Liga 1 yang mempertemukan PSMS Medan dengan Persib Bandung. 

Pertandingan berjalan normal, dengan kemenangan diraih oleh klub maung Bandung. Persib berhasil unggul dengan skor 3-0. Padahal, pertandingan diadakan di Stadion Teladan, Medan. Yang notabene merupakan home dari PSMS. Okelah kalau begitu.
Namun ada sesuatu yang berbeda, dari siaran yang ditayangkan oleh Indosiar ini. Di setiap siaran langsung pertandingan Liga 1, Indosiar selaku official broadcaster selalu menghadirkan ulasan terkait jalannya pertandingan. Tujuannya tentu saja sebagai pelengkap dari siaran sepak bola. Agar terlihat lebih interaktif bagi pemirsa yang menonton dari layar televisi.

Monday, 4 June 2018

Say Goodbye To ‘Koalisi Merah Putih’. Mari Kita Sambut Koalisi ‘Keummatan’…!


2018 ini memang tahunnya politik. Periode terakhir untuk menyambut puncaknya di tahun depan. Nyaris tak ada elit politisi yang mau ketinggalan. Semuanya sudah mulai beraksi dan melancarkan strategi. Demi mencapai target maksimal di pemilu 2019.
Kabar terbaru, datang dari dedengkot Partai Amanat Nasional (PAN). Belum reda isu terkait ‘keinginan’-nya untuk berjumpa dengan Presiden Jokowi, lelaki tua ini sudah beralih ke aksi lainnya. Tentunya kamu sudah bisa menebak. Dedengkot PAN yang kumaksud adalah Amien Rais.
Ya, bersama ketua umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, Amien diketahui menyambangi tanah suci Mekah. Mereka tengah menjalankan ibadah umroh di bulan yang suci ini. Namun yang menjadi pertanyaan kemudian, adakah agenda khusus yang terselip di rangkaian kegiatan umroh tersebut...?

Friday, 1 June 2018

Hei Kau, Akun ‘Nur Aulia’…! Pancasila Bukan Barang Dagangan!


Hari ini adalah 1 Juni 2018. Sebuah hari libur nasional untuk memperingati hari lahirnya Pancasila. Ya, Pancasila. Dasar negara yang sudah disepakati oleh para founding father pada 1945. Karena itu, menerima Pancasila sifatnya adalah mutlak! Mutlak apabila kamu ingin disebut sebagai bagian dari bangsa Indonesia!
Beberapa waktu terakhir, ada satu isu yang mengemuka dan berkaitan dengan Pancasila. Terkait polemik gaji yang diterima oleh para petinggi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Terjadi pro dan kontra, karena disinyalir gaji yang diberikan untuk para pejabat BPIP terlampau tinggi.
Tentunya pemerintah sudah melakukan pengkajian dan mempunyai pertimbangan yang matang, untuk ‘menggelontorkan’ anggaran yang tidak sedikit. Anggaran sebagai ‘upah’ bagi para tokoh yang mengemban tugas penting di lembaga BPIP itu.

Wednesday, 30 May 2018

Dari Persaudaraan Alumni 212, Capres untuk Pemilu 2019 adalah Rizieq Shihab dan Prabowo. Kamu Pilih Mana?


Setiap warga di negeri ini mempunyai hak yang sama dalam hal berpolitik. Baik untuk memilih maupun untuk dipilih. Begitu juga dengan kebebasan untuk mengeluarkan dan menyampaikan pendapat. Semua telah dijamin oleh undang-undang.
Oleh sebab itulah. Tatkala sebuah kelompok yang menamakan dirinya sebagai Persaudaraan Alumni 212 menyampaikan sebuah pernyataan, maka sebagai sesama warga Indonesia, kita harus menghargainya. Ssttt…! Tidak boleh mencibir atau nyinyir! Ingat, ini bulan Ramadan. Hehee.
Prabowo dan Rizieq Shihab. Pic source: nasional.inilah.com
Aku membuka artikel ini dengan sebuah pertanyaan sederhana. Jika pilihannya hanya terdapat Habib Rizieq dan Prabowo Subianto, manakah diantara keduanya yang bakal kamu pilih sebagai presiden…? Harus milih yaa?!