Thursday, 3 July 2025

Benchmarking Perpustakaan Kementerian PANRB ke Perpustakaan Proklamator Bung Hatta

Berdasarkan Peraturan Perpustakaan Nasional RI Nomor 6 Tahun 2020, UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta mempunyai tugas melaksanakan pengelolaan koleksi literatur mengenai Bung Hatta. Perpustakaan Proklamator Bung Hatta memiliki sebuah ruang galeri yang khusus menyimpan dan melayankan buku maupun koleksi lainnya terkait Bung Hatta.

Sehubungan dengan tugas dan fungsi yang dijalankan ini, tak jarang Perpustakaan Proklamator Bung Hatta menjadi tujuan dalam mempelajari seperti apa pengelolaan perpustakaan yang memiliki kekhususan. Meski begitu, Perpustakaan Proklamator Bung Hatta juga tetap menyediakan koleksi buku-buku umum, sebagai bentuk pelayanan prima kepada segenap masyarakat.

Saturday, 21 June 2025

Diskusi Relevansi Perpustakaan di Era Digital

Menurut Undang-undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, perpustakaan melakukan kerja sama dengan berbagai pihak untuk meningkatkan layanan kepada pemustaka. Oleh karenanya di masa kini, sebuah perpustakaan nyaris tidak bisa berdiri sendiri, tatkala harus menjalankan fungsinya sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan dan keberdayaan bangsa.

Untuk itu, UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta amat terbuka dengan berbagai pihak dalam rangka menjalin kerja sama demi mengimplementasikan fungsi perpustakaan sesuai yang diamanatkan undang-undang. Salah satunya dengan menghadirkan ruang untuk Radio Republik Indonesia (RRI) Bukittinggi pada Kamis (19/06/2025).

Melalui program dialog luar studio yang bertajuk Inspirasi Kita, RRI Pro 2 Bukittinggi melakukan produksi di Perpustakaan Proklamator Bung Hatta. Acara dialog yang berlangsung pada pukul 14.00 hingga 15.00 wib tersebut, mengusung tema “Perpustakaan di Era Digital: Apakah Masih Relevan?”.

Saturday, 14 June 2025

Hikayat Hotel dan Keluhan Pimpinan

Pada suatu masa, aku pernah menjadi sekretaris pimpinan di kantor tempatku bekerja. Yah, selayaknya sekretaris, aku pernah menjalani pekerjaan yang erat kaitannya dengan kepala instansi. Aku mencatat agenda dan jadwal-jadwalnya. Aku mengingatkannya setiap saat. Bahkan, tak jarang aku harus mendampinginya, kemana pun kegiatan yang beliau jalani.

Pada masa itu, termasuk tatkala aku harus menyiapkan kebutuhan pimpinan saat hendak melakukan perjalanan dinas ke luar kota. Memesan tiket pesawat, hingga memastikan beliau memperoleh penginapan yang sesuai keinginan.

Ada satu pengalaman, suatu waktu aku memesan hotel untuk pimpinan lantaran perjalanan dinas ke Jakarta. Seperti biasa, aku memesan hotel via aplikasi dan membayarnya melalui fasilitas corporate credit card. Setelah memesan hotel maupun pesawat, biasanya aku langsung mengunduh kuitansinya. Tentu saja sebagai dokumen pendukung untuk mengerjakan SPJ. Yah, begitulah dunia plat merah, hahaa.

Wednesday, 14 May 2025

Kereta Brawijaya dan Salah Pilih Kursi Jomblo, Hadeehh

Kereta api rasanya tidak terpisahkan dari kehidupanku. Barangkali kalimat tersebut terdengar berlebihan. Namun, aku memang sungguh familiar dengan moda transportasi yang satu ini. Sejak masih duduk di bangku SD, aku sudah terbiasa menggunakan sepur (kereta api, Bahasa Jawa) yang dikelola PT. Kereta Api Indonesia (KAI) tersebut. 

Semasa kecil, kedua orangtuaku kerap membawaku bepergian menggunakan kereta api. Kami berdomisili di Malang, dan keluarga besar kedua orangtuaku mayoritas tinggal di Blitar. Dengan kereta api, kami sekeluarga melakukan perjalanan ke Blitar. Entah itu pada momen mudik Idulfitri, atau saat aku dan kakakku sedang liburan sekolah.

Penataran, adalah rangkaian kereta yang membawa kami dari Malang ke Blitar, maupun sebaliknya. Oh ya, selain akrab dengan kereta Penataran, pada 2005 aku akhirnya merasakan kereta api jarak jauh untuk pertama kalinya. Kereta yang kunaiki tersebut adalah Gajayana. Dari Malang, aku dan ibuku mengunjungi saudara di Jakarta. Wuahh … pengalaman itu masih membekas di benakku.

Sunday, 5 May 2024

Imlek dan Secuil Cerita dari Singkawang

Sekitar tiga bulan yang lalu, aku berkesempatan melakukan perjalanan ke Kalimantan Barat. Rasanya sungguh senang tak terkira, lantaran aku telah berhasil mewujudkan salah satu bucket list yang kumiliki. Bucket list yang kupunya ini adalah daftar tempat yang ingin kudatangi.

Ya, sederhana saja. Salah satu bucket list-ku adalah ingin menapakkan kaki di Kalimantan Barat. Mengunjungi Tugu Khatulistiwa, dan mengabadikan foto untuk kenang-kenangan bahwa aku pernah menjejak di garis lintang nol derajat. Garis yang tepat membagi bumi menjadi dua bagian, utara dan selatan.

Jujur, aku masih belum bisa move on. Ingin rasanya aku mempunyai waktu yang lebih lama, untuk mengeksplorasi bumi Kalimantan Barat. Momen jalan-jalan adalah kegiatan yang amat kusuka. Bertualang sesuka hati. Mengunjungi tenpat-tempat yang belum pernah kudatangi.

Wednesday, 14 February 2024

Cerita Pertama dari Pontianak

Pontianak dan Kalimantan Barat. Awalnya aku hanya mengetahui dua tempat ini saat aku belajar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di kala SD dulu. Ya, Pontianak adalah ibu kota dari Kalimantan Barat. Sebuah provinsi yang berada di bagian barat Pulau Kalimantan. Wilayahnya langsung berbatasan dengan Selat Karimata, yang memisahkannya dengan Pulau Sumatera.

Saat belajar IPS dulu, Pontianak dikenal dengan Kota Khatulistiwa. Hal ini disebabkan adanya garis khatulistiwa yang melalui kota itu. Khatulistiwa sendiri adalah sebuah garis yang membagi bumi menjadi dua bagian. Khatulistiwa adalah garis lintang nol derajat, yang persis membagi bumi menjadi bagian utara dan selatan. Khatulistiwa juga disebut garis ekuator.

Selanjutnya, aku mulai lebih banyak tahu soal Kalimantan Barat. Salah satunya tentang Singkawang. Menurut kabar, kota yang terletak di utara Pontianak ini sangat kental dengan budaya keturunan Tionghoa. Hal ini terkait perdagangan antarbangsa di masa lalu.