Wednesday, 20 December 2023

Yuk, Sayangi Orangtua Selagi Masih Ada

Hai para pembaca semuanya. Kali ini aku ingin bercerita, soal pengalamanku hampir dua bulan yang lalu. Masih sama seperti sebelumnya. Saat ini aku masih berdomisili di Sumatera Barat. Aku bekerja di Perpustakaan Proklamator Bung Hatta. Sebuah lembaga perpustakaan plat merah yang bernaung di bawah Perpustakaan Nasional RI.

Perpustakaan tempatku bekerja ini, mempunyai berbagai layanan yang disediakan untuk segenap masyarakat. Salah satunya adalah mobil perpustakaan keliling (puskel). Mobil puskel ini sengaja disediakan supaya bisa membawa koleksi buku perpustakaan, dan dimanfaatkan oleh pengunjung yang tidak sedang berada di area gedung perpustakaan.

Mobil puskel yang dimiliki Perpustakaan Proklamator Bung Hatta menyediakan layanan secara rutin di hari Sabtu dan Minggu. Layanan puskel ini berada di Lapangan Kantin Wirabraja, Kota Bukittinggi. Mobil puskel sengaja dilayankan di sini karena Lapangan Kantin merupakan salah satu tempat publik yang ramai digunakan masyarakat Bukittinggi untuk bersantai dan berolahraga.

Wednesday, 28 December 2022

Berkah Nge-MC Itu Nyata!

Di usiaku yang sudah 30-an ini, aku sungguh bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Berbagai anugerah tak henti-hentinya menghampiriku. Di antaranya kesehatan dan kesempurnaan fisik untuk beraktivitas sehari-hari. Sebuah rumah sederhana juga telah kumiliki. Dan, sebuah pekerjaan tetap.

Aku memang perlu untuk bermuhasabah lebih sering. Dengan banyaknya anugerah yang telah Tuhan berikan, aku acap luput untuk bersyukur. Padahal, apa yang aku peroleh saat ini adalah dambaan banyak orang lain di luaran sana. Mungkin saja seperti itu, ‘kan…?

Karena itulah, aku harus lebih sering mengucap alhamdulillah. Tidak hanya sekadar ucapan. Namun, memang sudah selaiknya kita sebagai manusia untuk tidak pernah lupa memanjatkan syukur kepada Tuhan. Bukankah kita adalah salah satu makhluk-Nya?

Saturday, 3 December 2022

Tak Ada Tempat yang Senyaman Rumah, Betul ‘kan?

Tidak ada tempat yang senyaman rumah. Ya, di dunia ini, rumah adalah sebuah tempat yang spesial. Barangkali ungkapan tersebut berlebihan. Namun kurasa, setiap orang memiliki pandangannya masing-masing soal rumah. Dan bagiku, rumah adalah sebuah tempat yang tidak tergantikan.

Bagiku, rumah adalah jujugan. Rumah adalah sebuah tempat yang akan selalu ‘menerima’ kita, apapun dan bagaimanapun keadaan kita. Rumah adalah tempat ternyaman, yang posisinya tak akan tergantikan.

Berbicara soal rumah, aku jadi teringat sebuah film berjudul Timeline. Film yang rilis pada 2003 ini dibintangi di antaranya Gerard Butler dan Paul Walker. Sesuai judulnya, film ini berkisah tentang perjalanan yang berkaitan dengan waktu.

Sunday, 12 September 2021

Mengekspresikan Diri Melalui Kegiatan Blogging

 

Bagiku, menulis bukanlah kegiatan sembarangan. Menulis telah menjadi salah satu aktivitas yang cukup rutin kulakukan. Mungkin aku perlu menceritakan, bagaimana awal mula hingga aku terbiasa dengan kegiatan menulis. Kumulai dengan kisahku tatkala masih duduk di bangku Sekolah Dasar.

Aku adalah generasi yang tumbuh besar di tahun 1990-an. Oleh karenanya, tak heran jika masa SD-ku masih menjalankan sistem caturwulan. Jadi, dalam satu tahun ajaran bakal ada tiga caturwulan (cawu). Setiap akhir cawu, akan dibagikan raport yang menunjukkan nilai-nilai dari setiap mata pelajaran. Setelah pembagian raport, kami akan menikmati liburan akhir cawu yang bisa kami isi dengan berbagai kegiatan untuk refreshing.

Seusai liburan, kami pun kembali masuk sekolah dan menjalani cawu berikutnya. Nah, di mata pelajaran Bahasa Indonesia, biasanya guruku akan menyuruh kami semua untuk menuliskan kegiatan-kegiatan yang kami lakukan selama liburan cawu. Jujur, aku paling suka dengan tugas ini. Aku bisa menuliskan berbagai peristiwa yang kualami selama liburan cawu. Entahlah, rasanya senang saja. Tatkala harus memutar otak dan mengingat-ingat kembali, apa-apa saja yang telah kualami sepanjang liburan.

Monday, 29 March 2021

Duhai Teroris, Apakah Kamu Sudah Mencapai “Surga” yang Kamu Tuju?

Tulisan ini lahir lantaran kupelototi breaking news di layar televisi, yang sempat mengabarkan peristiwa di Makassar, Sulawesi Selatan. Kemarin pagi, Minggu, 28 Maret 2021, sebuah tempat dijadikan sasaran untuk meledakkan bom.

Tempat yang menjadi titik ledakan bom pun tidak main-main. Sebuah tempat ibadah umat Nasrani di tengah kota Makassar, kali ini menyalak dengan dahsyatnya. Mendapati realita ini, aku yang cuma masyarakat biasa, hanya bisa mengelus dada. Di benakku, segala rasa tumpang tindih tak keruan. Prihatin. Sedih. Takut. Tetapi juga marah. Sekaligus geram!

Geram kepada para pelaku yang begitu tega, meledakkan bom di depan gereja itu. Tampaknya nyaris semua orang sangat mengutuk aksi brutal ini. Huufftt…, jika ada yang tidak mengutuk atau bahkan mendukung, maka aku sangsi. Apakah makhluk ini benar manusia atau bukan.

Sunday, 28 February 2021

Gubernur Jakarta: Jabatan Paling Seksi dengan Segudang Serba-serbi

 Hari ini adalah penghujung bulan Februari 2021. Sungguh tidak terasa, ya? Tahun 2021 sudah berjalan dua bulan. Dalam dua bulan ini, ada banyak sekali peristiwa. Salah satu peristiwa yang menonjol adalah upaya pemerintah untuk memulai program vaksinasi. Aku sungguh berharap, semoga vaksinasi ini berjalan lancar, terarah, merata, dan sesuai dengan harapan.

Oh ya. Di bulan Februari ini juga tersaji sebuah peristiwa. Peristiwa itu adalah bencana alam yang berupa banjir. Banjir, simpelnya adalah kejadian meluapnya sungai atau saluran air. Sehingga timbul genangan air di tempat-tempat yang tidak seharusnya. Tempat itu misalnya adalah pemukiman warga.

Hhmm, jika kita terkena banjir tentu hidup kita akan amat terganggu. Genangan air yang seringnya kotor tersebut, sudah pasti sangat mengganggu kenyamanan hidup yang sudah biasa kita rasakan.