Showing posts with label resensi. Show all posts
Showing posts with label resensi. Show all posts

Wednesday, 20 August 2025

Menyalakan Obor Literasi melalui Kegiatan Sepekan 1 Buku

Berdasarkan pasal 4 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan, salah satu tujuan perpustakaan adalah meningkatkan kegemaran membaca masyarakat. Oleh karenanya, Perpustakaan Nasional RI berupaya mengimplementasikan tujuan tersebut melalui berbagai program dan kegiatan.

Pada Rabu (6/8/2025), Kepala UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Leksi Hedrifa bertandang ke SDN 04 Birugo Kota Bukittinggi. Kunjungan ini dalam rangka membuka kegiatan Sepekan 1 Buku. Sepekan 1 Buku merupakan bagian dari program Gerakan Indonesia Membaca, yang diselenggarakan Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca (PAPPBB) Perpusnas RI.

Dalam sambutannya, Kepala UPT menegaskan pentingnya kegiatan Sepekan 1 Buku ini sebagai salah satu bentuk pembiasaan kegemaran membaca, yang khusus ditujukan kepada siswa sekolah. Menurutnya, pembiasaan suka membaca harus dimulai sejak dini dan perlu digalakkan melalui ruang-ruang pendidikan, seperti di sekolah.

Sunday, 13 July 2025

Rumah Untuk Alie: Perempuan dan Bullying

Pada masa libur Idulfitri lalu, sejumlah film layar lebar dirilis oleh banyak rumah produksi. Tatkala aku menonton Pabrik Gula, ada beberapa iklan yang diputar sebelum filmnya dimulai. Salah satu iklan yang membuatku tertarik adalah trailer film yang berjudul Rumah Untuk Alie.

Sesaat setelah trailer Rumah Untuk Alie diputar, aku sepintas membahasnya dengan Bapak. Ujarku kepada Bapak kala itu, sepertinya Rumah Untuk Alie adalah film yang mengisahkan penderitaan seorang perempuan. Khususnya seorang gadis remaja.

Dan akhirnya, aku tak menunda waktu supaya aku bisa menonton Rumah Untuk Alie tatkala awal dirilis. Long weekend ini, aku langsung bergerak ke Padang untuk menghampiri bioskop kesayangan. Ada beberapa film baru yang ingin kutonton. Pilihan pertama kujatuhkan kepada Rumah Untuk Alie. Aku menonton di XXI Plaza Andalas, pada Jumat, 18 April.

Thursday, 31 December 2015

Romantisme Ala Terapis


Judul buku : BULAN NARARYA
Penulis : Sinta Yudisia
ISBN : 978-602-1614-33-4
Penerbit : Indiva Media Kreasi
Cetakan : pertama, September 2014
Ukuran dan Tebal : 19 cm; 256 hlm.
Harga : Rp 46.000
Peresensi : Johar Dwiaji Putra

Hal pertama yang terlintas di benakku kala mulai membaca Bulan Nararya adalah: novel ini mempunyai ide cerita yang menurutku cukup berat. Sehingga memerlukan konsentrasi yang prima, kala membaca novelnya, halaman demi halaman. Oke, mungkin ungkapanku terlalu berlebihan. Tetapi masing-masing dari kita sebagai pembaca, tentu memiliki kebiasaan sendiri-sendiri dalam melakukan aktivitas membaca. Misalnya ada tipikal pembaca yang bisa membaca sebuah buku, sambil melakukan aktivitas lainnya. Seperti menonton televisi, mendengarkan musik, makan sesuatu, atau kegiatan yang lain.

Mengingat kesan awalku yang menganggap bahwa jalan cerita Bulan Nararya tidaklah ringan, maka sejak pertama aku membaca novel ini, aku benar-benar mencurahkan perhatianku untuk menyelami kalimat demi kalimatnya. Kucoba untuk tidak melakukan aktivitas yang lain, disaat aku membaca novel ini. Karena penilaian awalku yang menganggap bahwa novel ini memerlukan perhatian yang maksimal.

Wednesday, 6 August 2014

Gara-gara Laskar Pelangi: Mamamia VS Indonesian Idol (Bag.1)

Barangkali buku yang akan kuangkat biasa saja. Terlalu populer. Terlalu mainstream. Namun jujur, aku memang mempunyai kenangan khusus terhadap buku ini. Buku ini adalah novel, karangan Andrea Hirata. Yaps...! Mungkin benakmu akan sontak tertuju kepada Laskar Pelangi. Sayangnya benar, tebakanmu tepat.
Kuingat-ingat lagi. Awal mula aku tahu tentang Laskar Pelangi. Ketika berjalan-jalan di toko buku. Kalau tak salah, Laskar Pelangi pernah bertengger di rak buku best seller. Sehingga aku dengan mudah melihat penampakannya saat berada di pintu masuk dari sebuah gerai Gramedia yang kukunjungi.
Kubaca sekilas endorser-endorser yang terpampang di sampul belakang novel ini. Cukup menarik, batinku. Kusimpulkan sepintas, novel ini bercerita tentang sekelompok anak yang hidup di pulau Belitung. Pulau yang baru familiar di kepalaku, tatkala Artika Sari Devi memenangkan kontes Putri Indonesia 2004. Dimana ia mewakili provinsi Bangka Belitung, pecahan Sumatra Selatan.