UPT
Perpustakaan Proklamator Bung Hatta menerima kunjungan Komisi 3 Dewan Perwakilan
Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, pada Kamis, 16 April
2026. Kepala UPT Leksi Hedrifa beserta jajaran menyambut Komisi 3 DPRD Kepulauan
Meranti yang dipimpin Wakil Ketua Ismiatun. Bersama Ismiatun, turut hadir empat
anggota Komisi 3 yang membidangi kesejahteraan rakyat.
Bertempat di Ruang Transit, kedua pihak berdiskusi hangat mengenai sejumlah isu terkait perpustakaan dan literasi. Dalam pengantarnya, Ismiatun yang juga merupakan Bunda Literasi Kabupaten Kepulauan Meranti memaparkan tujuan kunjungan Komisi 3 DPRD Kepulauan Meranti adalah untuk studi komparasi terkait tata kelola lembaga perpustakaan dan pengembangan inovasi pelayanan literasi. Perpustakaan umum yang ada di Kepulauan Meranti memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) Perpustakaan Nasional tahun 2024.
Sebagai
Unit Pelaksana Teknis dari Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Proklamator Bung
Hatta berkesempatan membagikan pengalamannya dalam tata kelola perpustakaan.
Kepala UPT menjelaskan, meski Perpustakaan Proklamator Bung Hatta bisa
dikategorikan sebagai perpustakaan khusus, namun masyarakat umum masih dapat
memanfaatkan berbagai koleksi buku umum yang tetap tersedia di Perpustakaan
Proklamator Bung Hatta. Selain itu, Perpustakaan Proklamator Bung Hatta telah
menjalankan layanan perpustakaan berbasis inklusi sosial sejak 2021. Program
ini tentu bisa ditiru dan dimodikasi oleh perpustakaan umum di daerah, sebagai
bentuk inovasi yang berupaya langsung menyentuh kepada kebutuhan masyarakat.
Pembicaraan
berlanjut dengan serba-serbi Kepulauan Meranti yang ternyata merupakan
kabupaten termuda yang ada di Provinsi Riau. Komisi 3 DPRD Kepulauan Meranti
berkomitmen untuk mendukung pengembangan perpustakaan umum supaya memberikan
manfaat nyata untuk masyarakat penggunanya. Selepas berdiskusi, para anggota
Komisi 3 DPRD Kepulauan Meranti melakukan library
tour untuk mengamati langsung proses bisnis pengelolaan perpustakaan yang
terdapat di Perpustakaan Proklamator Bung Hatta.
Library tour dimulai dari substansi Pengembangan. Para anggota dewan menengok proses alih media dan laboratorium untuk proses preservasi bahan perpustakaan. Mereka kemudian berdiskusi dengan Pustakawan yang bertugas di bagian pengolahan bahan perpustakaan dan kajian Kebunghattaan. Selanjutnya anggota dewan menilik fasilitas teater dan bergerak ke sejumlah ruang layanan. Seperti di Ruang Layanan Referensi, Ruang Anak, layanan keanggotaan dan galeri koleksi khusus Kebunghattaan.
![]() |
| Pic source: dok. pribadi |
![]() |
| Pic source: dok. pribadi |
![]() |
| Pic source: dok. pribadi |


%20a.jpg)
No comments:
Post a Comment