Membaca seperti sebuah gelas yang diisi air. Jika gelas itu sudah tidak mampu menampung air yang masuk, perlu dituangkan ke tempat lain. Penuangan itulah yang kumaksud dengan menulis. (Lan Fang)
Sabar. Sepertinya kata ini yang wajib aku renungkan sekarang. Kurasa, banyak orang mampu berkata tentang sabar. Tidak sedikit orang bisa berbicara tentang kesabaran. Terutama jika sedang menasihati orang lain yang dirasa kurang menunjukkan sikap sabarnya.
Entahlah. Tetapi satu yang pasti, sabar adalah sesuatu hal yang patut aku renungkan sekarang. Mungkin bisa juga menjadi bahan pemikiran buat orang lain, yang kebetulan sedang membaca tulisan ini. Semoga. I hope so.
Kebetulan aku berstatus sebagai seorang mahasiswa. Pelajar yang belajar di perguruan tinggi. Pelajar yang menuntut ilmu pada salah satu universitas negeri di Malang, Jawa Timur. Haahh... aku begitu bersyukur menjadi seorang mahasiswa. Karena tempaan pendidikan sejak SD. Terutama pada saat menerima pelajaran tentang sejarah dari bapak dan ibu guru yang terhormat. Sejarah Indonesia sebagai suatu bangsa, tidak bisa terlepas dari kaum pelajar. Terutama kaum mahasiswa. Itulah yang sering didengungkan oleh guru SD-ku dulu.